
Para bocil atau yang belum bisa pegang kuping kanan pakai tangan kiri lewat atas kepala, silahkan menyingkir lebih dulu. 🤣🤣🤣
Hayo loh, siapa yang langsung nyoba pegang kuping kanan pakai tangan kiri?🤣🤣 hayo ngaku.😈
Kita masih berada di area suhu tinggi!!!! Siapkan es teh panas kalian.😈🤣 Dan mari kita cuss...
...******...
"Apa itu benar-benar akan muat!?" pekik Marisa dalam hati.
"Apa kau sudah siap, sayang?" ucap Kenzo.
Glek!
Marisa menelan salivanya dengan susah payah saat Kenzo mulai bersiap memasukinya.
Baru saja benda besar dan keras itu masuk sedikit, Marisa sudah merasakan ngilu di area intinya.
"Aarrghh!" pekiknya.
"Tahan, sayang. Sebentar saja, setelah ini aku akan membayar rasa sakitmu dengan kenikmatan yang sebenarnya."
Kenzo kembali mendorong pusakanya, tapi kini dia melakukannya sambil kembali mencium bibir Marisa untuk membuatnya lupa dengan rasa sakit di bawah sana.
Hingga akhirnya sebuah jeritan tertahan pun terdengar, bersamaan dengan kuku-kuku jari Marisa yang menancap kuat di punggung Kenzo.
__ADS_1
"Akhirnya, sekarang kau menjadi milikku seutuhnya, Marisa." Kenzo memberikan waktu untuk Marisa, agar dia bisa menyesuaikan diri dengan benda asing yang baru saja menerobos masuk ke dalam dirinya itu.
Setelah Marisa cukup tenang, Kenzo pun mulai memaju mundukan pinggulnya secara perlahan. Kemudian gerakan itu, semakin lama menjadi semakin cepat. Rasa sakit yang tadi dia rasakan, kini sudah berganti dengan ras nikmat tiada tara.
"Aaahh! Faster baby...!" racau Marisa yang sudah mulai kembali terjerat dalam permainan Kenzo.
Peluh mengucur di seluruh tubuh mereka, dengan desa*han dan era*ngan yang memenuhi ruangan itu, membuat malam yang sunyi berubah menjadi malam panas yang penuh kenikmatan.
Hingga hampir setengah jam sudah mereka bergu*mul di atas ranjang, yang kini menjadi saksi bisu bersatunya kedua insan dalam ikatan cinta.
Kenzo mulai mempercepat pompaannya, saat dirinya merasa sudah hampir mencapai puncaknya.
"Aaaah! Ken, aku... mau sampai," racau Marisa yang juga sudah hampir mencapai puncak ketinganya.
"Aku juga, sayang. Tunggu sebentar... lagi."
"Aaaah!" tubuh Kenzo pun ambruk menindih tubuh Marisa, dengan inti mereka yang masih menyatu.
"Terimakasih, sayang. Kita istirahat 10 menit," ujarnya."
"What! Istirahat 10 menit!? Yang benar saja, kukira semua ini sudah berakhir, tapi ternyata hanya break?!" jerit Marisa dalam hati, "Bahkan waktu istirahatnya saja cuma 10 menit? Anak sekolah saja istirahatnya 30 menit, bahkan satu jam! Huaa... tulangku rasanya sudah seperti di presto..." rasanya Marisa ingin sekali menangis, tapi mau bagaimana lagi. Dia juga tak bisa memungkiri, bahwa dia sangat menyukai dan menikmatinya.
"Ehm... sayang, bisakah jam istirahatnya di tambah?" tanya Marisa yang dengan cengonya berusaha bernegosiasi.
"Apa kau lelah? Hm... baiklah, 15 menit," bisik Kenzo di sebelah teling Marisa.
__ADS_1
"Astaga, cuma lima menit!? Benar-benar mengerikan! Ku rasa pelatihan fisikku selama ini tidak ada artinya di depan Kenzo!" batin Marisa.
Mereka pun beristirahat selama 15 menit. Benar-benar hanya lima belas menit, dan Kenzo sudah kembali memulai permainnya.
Dia kembali membawa Marisa melayang ke angkasa lepas dengan permainannya.
Kali ini dia ingin bermain dengan gaya belakang, karena kata orang-orang gaya ini dangat ampuh untuk membuat pasangan memiliki keturunan lebih cepat.
Kenzo membalikkan tubuh Marisa, dan bersiap untuk kembali melakukan penyatuan.
"Aaaah!" Marisa mende*sah saat dia dan Kenzo kembali menyatu.
Kenzo pun memaju mundurkan pinggulnya, dengan perlahan, cepat, perlahan lagi, dan cepat lagi. Hal itu sukses membuat Marisa terus merasakan kenikmatan yang tiada akhir.
Kenzo memompa sambil mere*mas kedua benda kenyal Marisa yang menggantung, dan terlihat begitu menantang meminta untuk di mainkan.
Kamar itu pun kembali di penuhi dengan desa*han, erang*an dan jeritan kenikmatan. Peluh mengalir di tubuh keduanya, dan bercampur menjadi satu. Seolah Ac di kamar itu, benar-benar telah Kehilangan kekuatannya untuk mendinginkan ruangan.😌
Hingga akhirnya, mereka kembali mencapai puncak mereka bersamaan dan tumbang karena kelelahan.
Kenzo membalikkan tubuh Marisa dan memeluknya dengan sayang. Kenzo pun mengelus perut Marisa sambil berkata, "Selamat berjuang anak-anak, papi sudah mengantarkan kalian ke depan pintu gerbang. Sekarang kalian harus mengandalkan diri kalian sendiri, untuk bisa bertemu dengan papi dan mami," ucapnya yang terdengar begitu absurd di telinga Marisa.
"Astaga, sayang... kenapa kau mengatakan hal yang begitu menggelikan?" tanya Marisa sambil menahan tawanya.
"Memang benar bukan? Mereka harus berkompetisi untuk berhasil. Tidak mungkin kan semuanya jadi? Kau itu bukan kucing yang bisa mengeluarkan banyak anak sekaligus," canda Kenzo.
__ADS_1
"Kau yang kucing, kucing garong!"