My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 143


__ADS_3

...Jangan lupa like, komen, dan amunisinya ya bestieeeπŸ˜˜πŸ’‹πŸ’‹...


...*********...


"Rencana apa?"


marisa pun menceritakan awal mula, kenapa ide gila itu bisa muncul di dalam otaknya. Di mulai dari dia yang mendengar percakapan orang-orang yang ingin menghabisi nyawanya, sampai saat dia mengetahui siapa orang itu dan membuat ide gila itu mampir di otaknya.


Kenzo dan Johan yang mendengar hal itu tampak sangat marah, terlebih lagi Kenzo yang bahkan sampai mengetatkan rahangnya karena emosinya yang ingin meledak.


"Sebenarnya siapa wanita itu? Apa benar dia hanya membencimu karena cemburu padamu?" tanya Johan yang memang tidak mengenal orang yang sedang Marisa bicarakan.


"Ya, itu salah satunya. Tapi sepertinya pemicu utama dia ingin melenyapkanku adalah karena aku yang sudah membuat Kenzo membongkar rahasia besarnya."


"Rahasia apa?"


"Dia memiliki hubungan dengan pewaris King Jewelry, Dimas."


Sontak saja hal itu membuat Maria dan Johan terkejut bukan main, yang tentu saja membuat Marisa dan Kenzo bingung. Kenapa mereka berdua sampai sekaget itu mendengarnya? Bukankah selama ini Dimas memang terkenal sebagai casanova? Lalu hal apa yang mengejutkan jika Raisa adalah salah satu partner ranjangnya?


Benar, orang yang merencanakan untuk menghabisi nyawa Marisa adalah Raisa, Raisa Brigita Wilson.


"Aku terkejut bukan karena hubungan mereka, tapi aku mengenal orang yang kau katakan tadi."

__ADS_1


"Tentu saja aku tau kau pasti mengenalnya. Siapa juga yang tidak mengenal CEO boneka dari King Jewelry itu?" sahut Kenzo.


"Maksudnya aku bukan hanya sekedar mengenalnya, melainkan aku sangat mengenalnya. Karena dai adalah musuh besarku!" Johan mengatakan siapa itu Dimas pada Marisa dan Kenzo, dan membuat mereka berdua mengerti kenapa Johan bisa seterkejut itu.


Maris pun tersenyum senang saat mendengar penjelasan Johan. Karena itu artinya, dengan sedikit saja perubahan dalam rencana mereka, itu bisa membunuh dua burung dengan satu batu, bukan? Rencana yang sempurna!


"Aku setuju! Ya... walaupun sebenarnya aku juga sudah memiliki rencana sendiri untuk menjatuhkan dia, tapi sepertinya di tambah dengan rencanamu itu akan membuatnya lebih menarik," ujar Johan.


"Baiklah kita sepakat. Kita akan mulai rencananya, besok."


Kenapa Marisa terburu-buru? Sebenarnya itu bukan karena dia yang terburu-buru, atau tidak sabar untuk menghancurkan musuhnya, tapi justru sebaliknya. Raisa lah yang sepertinya begitu tidak sabar untuk menghabisi Marisa, dan karena itulah Marisa akan mengikuti permainan yang Raisa atur untuknya.


Setelah semuanya di atur dan di tetapkan, Kenzo dan Johan pun berangkat untuk memulai aktivitas masing-masing. Sedangkan Maria akan tetap berada di rumah Marisa, demi kelancaran misi mereka sekaligus agar ada yang menjaga Maria. Karena Maria tidak ingin di jaga oleh ART, meskipun dokter sudah mengatakan jika Maria harus benar-benar menjaga kandungannya.


Della da Stevy tidak mau membantu Raisa untuk menjalankan rencana gila itu, dengan alasan mereka tak ingin masuk penjara jika rencana yang Raisa susun itu gagal. Terlebih lagi karena mereka berdua juga tau, jika hal itu terjadi, maka mereka lah yang akan di jadikan kambing hitam oleh Raisa untuk membersihkan namanya sendiri dan lepas dari semua kesalahan.


"Dasar lo berdua cuma mau untung doang tapi nggak mau kerja! Lo berdua mau bantuin gue, atau pergi dari rumah gue sekarang juga dan jangan pernah berharap buat bisa makan duit gue lagi! Lo berdua pikir, gue nggak tau kalo selama ini lo berdua itu cuman doyan sama duit gue doang?!" ujar Raisa dengan amarah yang membuncah.


Awalnya Della dan Stevy cukup terkejut dengan pengakuan Raisa, yang selama ini ternyata mengetahui alasan mereka masih mau berteman dengannya. Tapi akhirnya mereka pun tidak perduli lagi, karena apa artinya banyak uang kalau mereka tak bisa menikmatinya, bukan? Tentu saja... mereka tetap tak akan bisa menikmati uang Raisa, jika mereka masuk penjara. Jadi Bukankah lebih baik jika mereka memilih mundur alon-alon?🀣


Cerdas memang. Dua antek-antek Raisa itu memang pandai dalam membuat keputusan, dan memikirkan mana pilihan yang akan membuat mereka untung dan mana pilihan yang akan membuat mereka rugi.


"Kita lebih milih buat nggak bisa lagi manfaatin lo, tapi seenggaknya kita nggak bakal masuk penjara kalau rencana gila lo itu gagal yang udah-udah! So, selamat berjuang sendirian, mantan bestie!" Setelah Stevy mengatakan hal itu, dia pun menarik tangan Della untuk segera pergi dari sana.

__ADS_1


Raisa yang kesal membanting vas mahal yang ada di atas meja di depannya ke arah pintu kamarnya yang sudah tertutup, hingga vas itu hancur berkeping-keping.


"Dasar lo berdua, ja*lang sialan!" sarkas Raisa sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai kamarnya itu, untuk menghilangkan gemuruh amarah di dadanya.


Dia benar-benar merasa kesal dengan dua benalu yang tidak tau di untung itu. Bisa-bisanya mereka mengatakan isi hati mereka dengan gampangnya, hanya untuk menolak perintah dari dirinya yang menurutnya tidak berat.


Rasanya dia ingin sekali mencakar wajah Stevy, saat dia mengatakan dengan jelas menolak perintah darinya. Dan bahkan secara tidak langsung, mereka sedang menuduhnya. Menuduh dia hanya akan menjadikan mereka berdua kambing hitam jika rencananya gagal, meskipun jauh di dalam lubuk hatinya, ya memang iya.🀣


Dia tidak menyangka jika dua makhluk astral itu, ternyata bisa berpikir sejauh itu dan menebak alasannya melibatkan mereka berdua dalam rencana gilanya itu. Karena dia berpikir jika kedua antek-anteknya itu mudah di bohongi, karena terbukti mereka berdua percaya jika Raisa memang menganggap mereka sebagai teman baik. Tapi sekarang terbukti bukan? Jika ternyata dialah yang paling bodoh di antara mereka bertiga.


Lalu sekarang siapa lagi yang bisa dia ajak kerjasama untuk melancarkan rencananya? Itulah yang Raisa pikirkan saat ini.


Tapi tiba-tiba dia tertawa seperti orang gila.


"Gue kan punya banyak duit, kenapa gue harus bingung? Bahkan jaman sekarang nyawa aja bisa di beli pake duit! Gue tinggal sewa orang, beres kan?" gumamnya.


Raisa pun berteriak dengan keras di dalam kamarnya, bahwa dia tak membutuhkan dua cecunguk sialan yang sudah meninggalkannya itu. Selama uang masih ada, maka mereka bisa bicara dan menyelesaikan segalanya. Itulah yang Raisa pikirkan saat ini, dia hanya butuh mengeluarkan uang dan rencana yang sudah dia susun matang akan terlaksana seperti apa yang dia inginkan.


...**********...


...Astaga Nenek lampir! Mentang-mentang kamar lo kedap suara, main teriak-teriak bae weh.😀...


...Belum pernah ngerasain di ***** banci lo ya? 🀣...

__ADS_1


__ADS_2