My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 80


__ADS_3

"Cih! Jangan perlihatkan senyum jokermu itu padaku! Sungguh menyebalkan!"


"Tidak bisakah kau sedikit hangat padaku, kawan lama?"


"Kawan lama? Jadi dia dan Kenzo adalah teman lama? Tapi bukannya mereka itu musuh bebuyutan ya?" batin Marisa bingung.


"Halo Marisa sayang... apa kabar?" sapa si pria.


"Maaf ya, tuan Antonio. Ku rasa kita tidak sedekat itu sampai kau bisa memanggilku dengan sebutan semesra itu, bukan?"


"Kau benar. Kita memang belum sedekat itu, tapi akan," ujarnya dengan percaya diri.


"Tapi maaf, aku tidak mau pacar—"


"Pacar? Bukankah kau tidak punya pacar, Marisa? Aku sudah tau hubunganmu dan Kenzo yang sebenarnya, jadi kau tidak perlu lagi berbohong."


Antonio tersenyum licik ke arah Kenzo, namun Kenzo tidak tampak takut sama sekali.


"Dia memang bukan pacarku, tapi dia tunanganku. Jadi bisakah kau berhenti mengganggunya mulai sekarang, Antonio?"


"Tidak. Aku tidak percaya apa yang kau katakan, dan aku juga tidak akan melepaskan Marisa semudah itu. Aku tidak akan membiarkan masa lalu terulang lagi, Kenzo!"


"Cih! Jadi kau melakukan semua ini karena kau masih berpikir kalau aku yang merebut Revika darimu?" Kenzo menatap miris pada Antonio.


"Revika? Siapa lagi itu? Sebenarnya apa yang terjadi?!" batin Marisa.


"Apa kau pernah menanyakan padanya, kenapa dia meninggalkanmu Antonio?" Antonio pun hanya terdiam, karena benar apa yang Kenzo katakan. Dia tidak pernah menanyakan secara langsung, kenapa Revika memilih pergi darinya.


"Aku tidak perlu bertanya padanya, Kenzo! Karena sudah jelas-jelas dia datang padamu setelah dia pergi dariku!"


"Hahaha... dasar bodoh! Jika kau ingin tau kebenarannya, seharusnya kau tanyakan hal itu pada ibumu!" ucapnya, "Oh maaf aku lupa, orang tua itu sudah mati sekarang. Jadi biar aku beritahu padamu, ibumu itu menghina Revika dengan kejam! Dia bahkan melemparkan setumpuk uang pada Revika, dan menyuruhnya menjauh darimu."


"Apa?!" kejut Antonio.


"Ya, itulah yang terjadi. Dan saat itu, aku juga melihatnya. Dia meminta padaku untuk membantunya lepas darimu, tapi dia tidak mau menerima sepeserpun uang itu," jelasnya, "Tapi kau tidak pernah bertanya apapun padaku, dan kau justru terus menerus mengganggu keluargaku! Dan kau juga yang membuat dia salah paham padaku, Antonio!" bentak Kenzo dengan wajah yang sudah merah padam.


"Antonio lah yang sudah membuat Azka salah paham pada Kenzo," ucap Arka dengan berbisik pada Marisa, karena melihat Marisa yang tampak kebingungan dengan banyaknya hal baru yang dia dengar dan ketahui hari ini.


"Jadi sekarang, ku minta kau pergi dari sini!" seru Kenzo dengan amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun.


Antonio pun pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah katapun. Dia benar-benar tidak menyangka, ternyata selama ini orang yang seharusnya dia benci adalah ibunya.


Jujur saja, jauh di dalam lubuk hati Antonio. Nama Revika masihlah memiliki arti yang sangat penting. Namun dia tidak pernah tau alasan sebenarnya Revika meninggalkannya sampai hari ini.

__ADS_1


"Revika... aku akan menjemputmu pulang segera. Tunggu aku!" batin Antonio.


Memang setelah kepergian Revika, Antonio berubah sangat drastis. Dia menjadi suka mempermainkan hati wanita, karena dia merasa Revika sudah mempermainkan perasaannya.


"Marisa, duduklah."


"Eh? Aku? Kenapa?" tanyanya.


"Sudahlah, duduk saja. Jangan buat Kenzo marah lagi!" bisik Arka sebelum dia keluar dari sana untuk memberikan ruang pada Kenzo dan Marisa.


Marisa pun duduk di kursi yang ada di samping Kenzo.


"Aku, Antonio, Arka dan Azka dulunya kami sangat dekat. Tapi karena masalah Revika, Antonio menjauhi kami dan menyimpan dendam padaku," Kenzo menarik nafas sebelum melanjutkan ceritanya, "Pacar Azka yang bernama Bella, dia bunuh diri karena masalah keluarga. Antonio berada di tempat kejadian, saat Bella akan bunuh diri. Tapi dia tidak mencoba menyelamatkan Bella, dan justru membuatku datang ke sana dengan sebuah kebohongan. Tapi aku justru melihat Bella di sana, di detik sebelum dia melompat dari gedung. Azka mengira aku tidak mau mencegah Bella, padahal aku memang baru saja tiba di sana saat Bella sudah melompat," Kenzo menyelesaikan ceritanya, dan wajahnya berubah menjadi lesu dan tampak sangat sedih.


"Ooh... jadi begitu ceritanya? Kasian juga melihatnya begini, apa aku perlu menghiburnya?" batin Marisa.


Marisa pun menarik kursinya mendekat pada Kenzo dan memeluknya dengan tiba-tiba.


"Tenanglah bos, semuanya sudah berlalu. Jadi jangan menyalahkan dirimu, kau bisa jelaskan hal itu pada Azka dan dia pasti akan mengerti."


"Aku ingin, tapi tidak bisa. Aku tidak tau di mana Azka berada."


"Untuk apa kau bingung, bos? Bukankah kau punya seorang bodyguard serbaguna di sini? Itu masalah kecil untukku," ucapnya dengan bangga."


"Easy!" Marisa kemudian mengeluarkan ponselnya.


"Ada apa lagi, Agatha? Kau benar-benar ratu neraka pembawa bencana! Kau meneleponku pasti karena butuh sesuatu kan?" kesal Sam dari seberang telepon, dia masih kesal karena Marisa mematikan teleponnya dengan sepihak.


"Samudra Arktik yang baik hati dan tidak sombong... bisakah kau membantuku sekali lagi? Sebagai gantinya, aku akan memberikan seperangkat komputer yang lebih canggih dari yang kau punya," ucapnya, "Benar kan, bos?" Marisa menatap Kenzo.


"Hah?" Kenzo menautkan alisnya menatap Marisa.


"Bosku yang akan membelikan komputer itu untukmu, bagaimana? Deal?"


"Perangkat komputer baru?!" batinnya dengan gembira, "Bantuan apa? Cepat katakan, sebelum aku berubah pikiran!"


"Cari lokasi orang bernama Azka yang kau selidiki sebelumnya."


"Maksumu si peneror itu?"


"Ya."


"Baiklah, beri aku lima menit."

__ADS_1


"Ok," Marisa mematikan sambungan teleponnya, "Lima menit, dan kita akan dapatkan hasilnya," ucapnya pada Kenzo dengan cengiran kudanya.


"Benarkah secepat itu?"


"Tentu saja! Temanku itu sangat ahli. Tapi jangan lupa soal komputernya."


"Tenang saja, aku akan memberikan komputer keluaran terbaru untuknya."


"Good!" Marisa mengacungkan jempolnya.


Setelah lima menit menunggu, benar saja. Ponsel Marisa berdenting dan setelah dia membukanya, ternyata adalah pesan lokasi yang Sam kirimkan untuknya.


"Dapat! Lihat ini. Orang yang kau cari ada di sini, bos."


Marisa menunjukkan lokasi yang di kirim oleh Sam padanya.


"Jadi dia tinggal di sana?"


"Yups that's right!"


"Tolong Panggil Arka kemari," titahnya.


"Siap, bos."


Beberapa saat kemudian, Marisa sudah kembali ke dalam ruangan itu bersama dengan Arka.


"Ada apa Ken?" tanya Arka pada Kenzo.


"Aku akan menemui Azka nanti malam, apa kau mau ikut?"


"Azka?! Memangnya kau tau di mana dia?!" tanya Arka dengan sangat antusias.


Bagaimana pun dia sudah sangat merindukan kembarannya itu.


"Ya, Marisa membantuku mencari keberadaan Azka.


"Benarkah itu, Marisa? Terimaka—"


Baru saja Arka akan memeluk Marisa, Kenzo sudah menatapnya dengan tajam dan membuatnya mengurungkan niatnya tadi, "Di mana dia?" tanyanya mencoba mengalihkan fokus Kenzo.


"Di apartemennya."


"Hah?! Kau serius?!"

__ADS_1


__ADS_2