
...Jangan lupa like, komen dan amunisinya ya guys😘 Maaf juga atas kendala yang sempat terjadi di beberapa bab hari ini ya bestiee😘😘😘...
...********...
...*Usaha tak akan mengkhianati hasil, begitu pula dengan perjuangan yang tak akan mengkhianati keberhasilan. ...
...Jadi jangan pernah berpikir untuk berhenti berjuang dan berusaha, hanya karena sebuah kegagalan....
...Karena sejatinya, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.*...
...*********...
Hari demi hari mulai berlalu dengan tenang, tapi hari ini akan menjadi hari yang menegangkan bagi Maria dan juga Johan.
Pada hari ini lah keputusan akhir perusahaan milik mendiang ibunya Johan jatuh ke tangan siapa, tapi Johan cukup yakin jika dialah yang akan menjadi pemenang terakhir dari semua ini. Karena dia juga sudah menyiapkan kejutan lain untuk Mahesa, sang ayah tiri sekaligus pembunuh ibunya.
"Apa kau sudah siap Raditya Johan Bruge?" isi sebuah pesan singkat yang di kirim oleh seseorang ke nomor Johan.
Johan membalas pesan itu dengan yakin. Membuat si pengirim pesan membalasnya lagi dengan ucapan penyemangat.
"Apa kau sudah mau pergi, Jo?" tanya Maria yang baru saja selesai berganti baju.
"Iya. Dan kau akan ikut denganku hari ini, kau harus menjadi saksi kebangkitanku," ujarnya dengan lembut sambil mencium perut Maria yang sudah mulai terlihat sedikit berisi.
Johan mengelus pelan perut istrinya, sambil berkata, "Doakan ayah, sayang. Doakan ayah berhasil mengambil kembali apa yang akan menjadi hakmu, di masa depan." Johan kembali mengecup perut Maria, membuat Maria tersenyum melihat tingkah suaminya itu.
Tanpa sepengetahuan Johan, Maria juga memberikan kabar itu pada Marisa dan juga Kenzo. Dia meminta mereka untuk bersiap membantunya dan Johan jika saja ada kejadian tidak terduga saat rapat putusan nanti.
__ADS_1
Dan tentu saja adik serta adik iparnya itu mengiyakan permintaannya dengan senang hati. Karena meskipun Maria tak memintanya, Marisa pasti akan berinisiatif meminta Kenzo untuk membantu Johan dan Maria, jika di butuhkan.
Johan dan Maria pun berangkat, ke tempat di mana nasib dan jalan hidup mereka selanjutnya akan di tentukan. Meskipun Maria percaya jika Johan pasti akan memenangkan pertarungan ini, tapi dia hanya khawatir, jika saja ada kemungkinan tidak terduga. Entah itu berupa kekerasan atau bukan, yang jelas firasatnya mengatakan jika dia lebih baik menyiapkan payung sebelum hujan turun, alias bersiap-siap meskipun beluk tentu firasatnya itu benar-benar terjadi.
Lagipula menurut Maria, tidak ada salahnya berjaga-jaga. Dalamnya lautan masih bisa di ukur, tapi dalamnya hati manusia siapa yang tau. Itulah yang mendorongnya untuk meminta tolong pada Marisa dan Kenzo.
Hingga akhirnya mobil yang Maria dan Johan tumpangi, kini sudah berhenti di depan perusahaan King Jewelry. Johan membukakan pintu untuk Maria, kemudian menggenggam erat tangan istrinya yang tampak berkeringat dingin itu.
Karena Johan bisa melihat wajah Maria yang tampak cemas dan khawatir, namun saat dia menggenggam tangan Maria, wanita cantik itu pun bisa merasa lebih tenang.
Mereka masuk ke dalam perusahaan itu dengan percaya diri. Dan di dalam ruangan rapat, semua orang sudah hadir dan menunggu kedatangannya.
"Cih! Belum apa-apa kau sudah berani membuat semua orang bosan menunggumu? Benar-benar tidak pantas menjadi pemimpin sebuah perusahaan." Dimas dengan percaya dirinya, berani mengatai Johan di depan semua orang yang hadir di ruangan itu.
Dia terus bicara dan mengoceh tanpa henti. Dimas menghina dan berusaha menjatuhkan image Johan di depan semua orang. Namun Johan tampak tenang dan tidak terpengaruh, bahkan dia hanya menunggu Dimas menyelesaikan ocehan tidak berartinya itu.
Hanya itu yang Johan ucapkan, namun cukup membuat semu orang justru kagum padanya. Karena memang mereka sudah lama tidak suka dengan Dimas yang tidak lebih dari CEO boneka, yang di kendalikan oleh ayahnya dari balik layar. Benar-benar membuat mereka muak, tapi mereka masih diam karena memang tak mampu berbuat apapun di depan Mahesa.
Tapi kini ada orang yang cukup bisa mereka percaya, yang akan mengambil alih tahta dari sang CEO boneka. Kalian bisa perkirakan sendiri bukan, apa yang akan mereka pilih?
Melihat tingkah bodoh anaknya yang begitu gegabah itu, Mahesa pun sebisa mungkin menahan amarahnya.
Rapat pun di mulai...
"Saya akan mengakuisisi King Jewelry. Saat ini saya sebagai pemilik saham terbesar, perusahaan ini." Johan mulai berbicara, dan membuat Mahesa merasa sangat marah.
Tapi apa bisa di kata? Johan memang pemilik saham terbesar saat ini. Tapi dia sudah memiliki rencana yang dia susun matang, jadi dia tak boleh gegabah dan menunjukkan kemarahannya.
__ADS_1
Di sisi lain...
"Sayang... kenapa kau lama sekali? Apa kau sakit perut?" Marisa mengetuk pintu kamar mandi, karena menurutnya Kenzo sudah terlalu lama berada di dalam sana.
Kenzo pun membuka pintu kamar mandi dan membuat Marisa terkejut dan panik saat melihatnya, yang tampak pucat.
Raut wajah Kenzo yang tampak menahan rasa sakit itu, seolah sudah menjawab pertanyaan yang bahkan belum Marisa tanyakan.
Maka tanpa pikir lama lagi, Marisa menggendong Kenzo di punggungnya dan membawanya ke dalam mobil. Mobi yang mereka kendarai bergerak dengan kecepatan tinggi, karena Marisa memang sepanik itu. Bahkan dia melupakan rencana awal mereka yang akan pergi ke perusahaan King Jewelry.
Kembali pada Johan...
Johan menyalakan proyektor, dan memperlihatkan grafik penjualan selama beberapa tahun terakhir.
"Bisa kita lihat di sini. Angka penjualan ini memang bukan angka yang rendah, tapi apa kalian sadar jika selama beberapa tahun terakhir ini tidak perkembangan sama sekali? Meskipun tak ada penurunan, tapi juga tak ada peningkatan. Saya memiliki rencana yang bisa kalian nilai sendiri, dan silahkan utarakan pendapat anda.
Johan mulai menjelaskan rencana yang dia buat untuk meningkatkan penjualan, yang selama beberapa tahun terakhir tidak mengalami peningkatan.
Semua orang tampak menyetujui rencana itu, dan membuat Mahesa semakin geram. Tapi sesaat kemudian dia menyeringai dan berkata, "Meskipun anda memiliki rencana yang sangat bagus dan matang. Tapi jika para investor menarik semua dana mereka, apa yang bisa anda lakukan, tuan Johan?" tanyanya dengan seringai devil.
"Apa?"
...**********...
...Waduh waduh waduh... babang Kenzo napa pake sakit segala sih... itu babang Johan butuh bantuan, ayo cus buruan kita bantuin. Sakitnya di pending dulu, ampe urusan ini kelar.🤣🤣🤣🤣...
...Sabar babang Johan, mamak author akan datang membantu. Panci dan spatula sudah siap tempur, seenggaknya kalo buat getok kepala Mahesa sama Dimas masih benjol lah ya....🤣🤣🤣🤣...
__ADS_1