
...Terkadang diam bukan berarti tidak tahu...
...Tapi ada kalanya diam itu dilakukan demi kebaikan....
...By : Rosemarry...
...*****...
Singkat cerita, Kevin kini sudah berada di perusahaan Kenzo. Karena hampir semua karyawan di sana mengenal semua anggota keluarga Alexander, maka saat Kevin datang dia pun menjadi pusat perhatian para karyawan yang melihatnya.
"Bukannya itu adiknya CEO ya? Ganteng banget..."
"Iya, itu pak Kevin adiknya CEO. Manisnya... jadi pengen jilat deh...!" ucapnya pelan dengan nada menye-menye.
"Hus! Main jilat-jilat bae! Itu orang bukan es loli, Saripah..."
"Woy nama gue syarifah anjir, logat jawa banget sih lo!"
"Ra urus! Mending gue balik kerja daripada ngurusin lo."
kedua karyawan itu pun kembali fokus pada pekerjaan mereka, karena topik pembicaraan mereka juga sudah hilang dari pandangan.
"Kevin?" gumam Marisa saat melihat Kevin yang berjalan kearahnya. "Eh! Eh! Eh! Lo ngapain narik tangan gue?"
Tanpa menjawab pertanyaan Marisa, Kevin langsung membuka pintu ruangan Kenzo dengan keras plus tanpa permisi.
Brak!
__ADS_1
"Lancang!! Siapa yang berani-beraninya—." Kenzo pun tak melanjutkan umpatan mautnya kala melihat sosok adik tersayangnya itu, "Kevin? Ngapain kamu ke sini, tumben banget." Kevin menatap ke arah tangan Marisa Yang tengah di genggam erat oleh Kevin, lengkap dengan wajah heran yang Marisa tunjukkan.
"Aku nggak mau basa-basi sama kakak. Aku minta kakak lepasin Marisa, batalin rencana pernikahan kalian."
Kenzo menghela nafasnya pelan, "Bukan aku yang menginginkan hal itu, Kevin."
"Tapi kakak kan bisa menolaknya...!"
"Kita sama-sama tau bagaimana sifat pak tua itu, Kevin. Tidak pernah ada seorangpun yang bisa mengubah perintahnya yang sudah setara dekrit kerajaan itu."
"Kau itu orang yang pintar kak, kenapa kau terpikirkan sebuah cara pun untuk membatalkan hal itu?"
Kenzo bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Kevin, sedangkan Marisa hanya terdiam melihat adegan aneh di hadapannya itu tanpa tau apa yang terjadi pada Kevin.
"Mantap! Kapan lagi nonton film gratis hehe... kayaknya asik nih kalo di bikin novel atau film, judulnya apa ya...? Aku menyukai calon kakak iparku? Atau... Calon istriku di rebut oleh adikku? Wah... daebak! Aku memang benar-benar jenius memikirkan judul seepic itu, huahaha..." Sedangkan disaat kakak beradik dan satu wanita di hadapannya itu tengah panas, Arka justru duduk di sofa dengan tenang.
"Kevin? Lo itu kenapa sih? Baru dateng tiba-tiba narik gue kayak gini, terus lo marah-marah sama kakak lo. Sebenernya ada apa sih, Vin...?"
"Itu juga hal yang mau aku tau, Kevin." Imbuh Kenzo yang kini sudah berdiri tepat di hadapan Kevin.
"Kalian mau tau kenapa aku seperti ini? Itu karena aku menyukaimu Marisa, aku menyukaimu!" seru Kevin dengan air mata di pelupuk matanya yang sudah hampir meluruh.
"A-apa!?" Marisa membulatkan matanya menatap ke arah Kevin.
Sedangkan Kenzo dan Arka yang sudah menduga hal itu, tampak terlihat biasa saja dan tidak terkejut sama sekali.
"Sekarang kau paham kan, kenapa aku meminta rencana pernikahan ini di batalkan?"
__ADS_1
Marisa menyentuh dahi Kevin dengan punggung tangannya, "Nggak demam kok. Tapi kenapa lo ngelantur gitu sih Vin ngomongnya?"
"Gue emang nggak demam, Marisa... gue itu—"
"Atau jangan-jangan lo mabok lagi!? Ya ampun Kevin... lo itu masih bocil ngapain pakai mabok segala sih?"
"Gue nggak demam apalagi mabok! Gue serius!" Kevin memegang kedua bahu Marisa dan membuat mereka saling berhadapan.
"Sial! Kenapa rasanya gue nggak terima kalau Kevin pegang-pegang Marisa?" batin Kenzo.
"Nggak, Vin. Lo ngaco deh... udah ah jangan coba-coba ngeprank gue, nggak mempan tau nggak sih?"
"Astaga itu si Marisa emang nggak peka, pura-pura bodoh apa emang beneran bodoh sih?" pikir Arka.
"Dasar Bebek Kuning...! Kevin udah ngomong sejelas itu aja lo masih nggak peka?" Kenzo benar-benar tidak habis pikir dengan kadar ketidakpekaan Marisa.
"Gue bukan nggak tau, tapi gue cuma pengen pura-pura nggak tau. Bukan gue nggak peka, cuma gue emang nggak mau percaya. Bukannya gue bodoh yang nggak ngerti maksud Kevin bahkan setelah dia ngomong sejelas ini, tapi lebih baik gue jadi orang bodoh di saat kayak gini. Gimana bisa gue percaya ada Bronis sekelas Kevin yang suka sama gue?" batin Marisa.
"Gue tau lo ngerti maksud gue, Mar. Gue suka sama lo, Marisa. Dan gue nggak mau liat lo nikah sama kakak gue sendiri dan jadi kakak ipar gue."
"Astaga Kevin...! Please dong ah... jangan bikin gue gila gini...!" jerit Marisa dalam hatinya.
"Pemirsaaaah, mari kita nantikan jawaban dari sang putri untuk pertanyaan ini. Apakah dia akan menerima sang pangeran, atau justru dia lebih memilih sang raja? Penasaran? Penasaran? Makanya like dan komen dong novel ini, masa iya baca doang like komen aja nggak di tinggalin😌." batin Arka membantu author yang tengah berusaha menaikkan popularity novel remahan kerupuknya ini🤣🤣.
...*****...
..."Asiiik di bantuin promo sama babang Arka...🤣 Pokoknya aku padamu deh babang Arka, lope-lope polepel tu yu🤣." Jerit Author sambil main trampolin di atas kasur, dan sedetik kemudian kasur pun jebol🤣....
__ADS_1