My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 159


__ADS_3

...Jangan lupa like, komen dan amunisinya ya... para readerku tersayang. 😘😘😘😘...


...********...


...Jangan pernah mengomentari hidupku, karena kalian tidak tau perjuangan yang ku lakukan....


...Jangan pernah menilai diriku, karena kalian tidak tau kisah hidupku....


...Kalian tau siapa aku dan seperti apa wajahku, tapi kalian tidak pernah tau bagaimana aku menjalani hidupku. Jadi jangan pernah berkomentar apapun, kalian hanya mengetahui hal yang aku ijinkan untuk kalian ketahui....


...*********...


Tak mau kalah dengan Maria dan Johan, Marisa dan Kenzo kini juga sedang dalam perjalanan ke tempat wisata. Tapi berbeda dengan kakaknya, Marisa lebih memilih pergi taman hiburan. Tempat liburan favoritnya.


"Kenapa kita berlibur ke luar kota atau ke luar negeri saja sayang... kenapa harus ke tanan hiburan seperti anak kecil?" tanya Kenzo sambil terus fokus pada jalanan di depannya.


"Tidak mau, itu membosankan. Aku mau mengenang masa kecilku, saat ayah dan ibuku masih ada. Dulu aku sangat suka pergi ke taman hiburan dan mencoba semua wahana yang ada di sana." Marisa menolak usulan Kenzo untuk berlibur ke tempat lain, dia hanya ingin pergi ke taman hiburan.


Sesampainya di sana, Marisa dan Kenzo pun turun lalu berjalan ke arah loket. Petugas memasangkan sebuah gelang di tangan mereka berdua, sebagai tanda jika keduanya sudah membeli tiket masuk, juga sebagai alat untuk mereka agar bisa menaiki semua wahana yang ada.


Marisa mengedarkan pandangannya ke segala arah. Dia mencari wahana favoritnya, roller coaster. Dan kedua matanya tampak berbinar saat menemukan wahana yang di carinya.

__ADS_1


Dulu dia sangat suka menaiki wahana itu, meskipun hanya di sendiri yang berani naik. Karena kedua orang tuanya tidak mau naik wahana itu karena takut, sedangkan Maria kapok menaiki wahana itu setelah mencobanya sekali, alhasil dia mual-mual setelah turun dari wahana itu.


Marisa tersenyum saat mengingat hal-hal indah yang terjadi di masa lalu, dan dia juga ingat terakhir kali dia datang ke pasar malam bersama Kevin. Di mana dia yang sudah bilang tidak mau di ajak masuk ke sana, malah di paksa oleh Kevin, yang berakhir dengan Marisa yang membuat salah satu pemeran hantu di sana bonyok.


"Kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Kenzo saat mereka tengah mengantri untuk menaiki wahana itu.


"Tidak ada, hanya mengingat masa lalu dan juga saat Kevin membawaku ke pasar malam. Kau tau? Dia memaksaku masuk ke rumah hantu, padahal aku sudah menolak. Dan akhirnya apa yang aku takutkan terjadi, aku membuat salah satu pemeran setan di dalam sana babak belur, karena sudah mengagetkanku dan Kevin terpaksa harus memberinya uang ganti rugi," Marisa bercerita pada Kenzo, kemudian terkekeh geli sendiri mengingat momen-momen itu.


"Kapan kalian ke sana?" tanya Kenzo dengan raut wajah datar.


"Malam di mana pertama kali aku datang ke rumahmu."


"Ken? Ken!" panggil Marisa karena sudah giliran mereka masuk, tapi Kenzo malah terbengong dan melamun.


Kenzo pun tersadar dan menoleh ke arah Marisa yang sudah berada di depan loket masuk, dan segera menyusulnya.


Keduanya duduk berdampingan, dan menungggu wahana spot jantung itu mulai bergerak. Jujur saja, ini kali pertama untuk Kenzo datang ke tempat seperti ini. Namun dia juga cukup tau dengan wahana yang satu ini, wahana yang menjadi favorit banyak pengunjung di tempat ini.


Hingga akhirnya benda itu pun mulai melaju. Awalnya pelan, dan Kenzo merasa baik-baik saja dengan itu. Namun setelah benda itu berjalan lebih cepat, dengan jalan menanjak lalu menurun, dia pun ikut histeris seperti pengunjung yang lain. Namun Marisa justru tertawa, saat melihat ekspresi Kenzo yang menurutnya sangat lucu. Baru kali ini dia melihat ekspresi Kenzo yang seperti ini, membuatnya mengeluarkan ponsel dan memotret wajah suaminya itu tanpa Kenzo sadari. Karena dia sudah cukup gila untuk dengan spot jantung yang wahana itu berikan padanya.


Setelah roller coaster itu berhenti, Kenzo dan Marisa turun dengan mimik wajah yang jauh berbeda. Jika Marisa turun dengan majah sumringah, sedangkan Kenzo sama seperti Maria yang langsung memuntahkan semua isi perutnya.

__ADS_1


Marisa menepuk-nepuk punggung Kenzo, namun tak bisa untuk tidak tertawa melihat bagaimana raut wajah Kenzo saat ini. Persis seperti Maria saat pertama kali dia naik wahana itu dulu, bahkan apa yang mereka katakan juga sama persis.


"Aku tidak mau lagi naik wahana sialan itu!" serunya.


Marisa semakin tertawa, melihat kejadian yang sama yang sudah berlalu beberapa tahun lalu. Namun dengan pemeran yang berbeda.


Setelah Kenzo merasa lebih baik, mereka pun memilih wahana yang cukup santai, biang lala. Wahana yang juga menjadi favorit para pengunjung, khususnya para muda-mudi yang sedang menjalin kasih. Apalagi dengan adanya mitos yang mengatakan, jika mencium pasangan saat berada di titik tertinggi biang lala itu, mereka akan bisa bersama selamanya. Meskipun hanya mitos, tapi banyak juga orang yang percaya dan melakukannya.


Mereka pun akhirnya naik ke salah satu sangkar yang kosong yang tersedia, dan beberapa menit kemudian biang lala pun mulai bergerak naik dengan perlahan. Mereka bisa melihat semua wahana yang ada, sejauh mata memandang. Itu benar-benar menyenangkan untuk Marisa, sedangkan Kenzo seolah tidak perduli dengan pemandangan yang bisa di lihatnya. Dia hanya fokus pada satu objek yang menurutnya menjadi objek paling indah, hingga membuatnya tak bisa mengalihkan pandangan.


Siapa lagi jika bukan Marisa, makhluk cantik dengan segala keunikannya dan juga kesederhanaan yang membuatnya semakin mencintai wanita yang kini sudah berstatus sebagai istrinya itu.


Marisa tak ingin merubah gaya berpakaiannya, ataupun gaya hidupnya. Meskipun Kenzo mampu memberikan dia segalanya, segala yang dia inginkan pasti bisa Kenzo berikan. Namun dia tidak melakukannya, dia masih tetap hidup dengan cara yang sederhana, mencari kebahagiaan dengan cara yang sederhana, dan mencintai pasangannya dengan cara yang sederhana juga.


Benar-benar wanita idaman bagi seorang pria bukan?


Di zaman sekarang ini, sudah jarang menemukan wanita yang mau hidup sederhana. Bahkan tak sedikit yang memaksakan diri untuk hidup mewah, padahal aslinya susah. Juga tak sedikit mereka yang mencari pasangan kaya, hanya untuk mengubah hidupnya. Benar-benar miris.


...**********...


...Nah bener tuh babang Kenzo. Neng Marisa itu paling top markotop deh, jadi jangan di nakalin ya... kalau nggak nanti author cariin neng Marisanya babang baru! 😜😜😜...

__ADS_1


__ADS_2