
...Kurangi bicaramu!...
...Buktikan ucapanmu dengan tindakan yang nyata....
...By : Rosemarry...
...*****...
Grep!
Marisa terkejut kala tangan kekar Kevin melingkar dengan cantik di pinggang rampingnya, dia sampai menahan nafas untuk beberapa detik.
"Nafas Marisa, ntar lo pingsan." Kekeh Kevin yang sadar kalau Marisa sampai lupa bernafas, hanya karena di peluk olehnya.
"La-lagian lo ngapain meluk gue? Y-ya gue kan jadi kaget."
"Nggak usah salting gitu juga kali, gue kan cuma pegangan biar nggak ngejengkang. Masa iya gue mau pegangan begel motor kayak kakek-kakek? Lagian motor lo kan gak ada begelnya." Kevin tertawa melihat Marisa yang tampak salah tingkah hanya karena sebuah pelukan.
"Kan lo bisa pegangan di... ehm... di bahu! Ya di bahu."
"Lo mau dikira tukang ojek?" godanya.
"Ya enggak lah! Ya udah deh serah lo aja, sebahagianya lo aja gimana." Marisa akhirnya mengalah dan membiarkan Kevin berpegangan dengan cara yang sedikit... membuat iri para jomblowati yang melihatnya.
"Aduh nih si Bronis bener-bener bisa aja bikin jantung gue demo gini? Rasanya jantung gue kayak mau loncat keluar anjir...!" batin Marisa.
Kevin mengarah kemana motor Marisa akan melaju, hingga mereka pun sampai di sebuah taman hiburan malam atau simplenya pasar malam.
"Lo yakin mau main ke tempat beginian?" tanya Marisa sambil melepas helmnya.
__ADS_1
"Yakin dong, lepasin helm gue dong..."
"Ya ampun, dasar bocil..." Gemasnya, namun tetap saja melepaskan helm itu dari kepala Kevin.
"Wah... romantis banget..." Beberapa orang yang melihat adegan itu pun mengira Marisa dan Kevin adalah sepasang kekasih.
"Iya, cowoknya juga... Aw...! Kayak oppa-oppa korea..." seru sekelompok gadis remaja yang memuji ketampanan Kevin.
"OMG Vin, bisa nggak tampang oppa-oppa korea lo itu di kondisiin?" keluh Marisa sambil mengehela nafas panjang.
Kevin terkekeh, "Maksud lo, gue harus pakai kaca mata, topi, sama kumis palsu gitu biar muka ganteng gue ini nggak keekspos?"
"Good idea!" seru Marisa yang langsung menarik Kevin menuju sebuah stand.
"Astaga...! Lo beneran mau gue pakai semua ini?" tanya Kevin mengangkat tinggi-tinggi topi, kaca mata, dan kumis palsu.
"Ya ampun Mar, santai aja... lagian gue gak bakalan ngelirik cewek lain kok." Kevin mengacak rambut Marisa gemas.
Meskipun Kevin lebih muda dari Marisa, namun dari segi postur tubuh Kevin tampak lebih dewasa dari umurnya.
"Loh heh? Heh loh? Maksud lo?" tanya Marisa bingung.
"Udah yok, kita naik itu aja." Kevin menarik Marisa untuk mengajaknya menaiki wahana ombak air.
Marisa dan Kevin menikmati setiap wahana yang ada di sana, termasuk rumah hantu. Namun sayangnya bayangan Kevin tidak sesuai dengan kenyataannya, Marisa sama sekali tidak takut.
"Sial...! Kirain Marisa bakal ketakutan terus meluk-meluk gue, kenapa gue bisa lupa kalau Marisa itu beda sama cewek lain?!" batin Kevin.
Bukan hanya tidak takut pada setan jadi-jadian di rumah hantu tadi, justru para pemeran setan itulah yang ketakutan pada Marisa. Kalian tanya kenapa?
__ADS_1
#Flashback on
"Mar, kita ke sana yuk." Ajak Kevin pada Marisa sambil menunjuk ke arah wahana bertuliskan "Rumah hantu".
"Ngapain sih main gituan, yang lain aja deh."
"Pasti Marisa takut, bagus deh kalau gitu kan nanti dia bakal meluk gue kalau dia takut." Pikir Kevin.
"Udah ayok gak apa-apa kok. Lagian kan ada gue, lo nggak usah takut."
"Gue bukannya tak—"
"Udah ayok." Kevin menarik paksa Marisa masuk ke dalam rumah hantu itu.
Pada saat pertama kali masuk hanya ada beberapa properti yang tidak terlalu menyeramkan, namun tiba-tiba saja...
Grep!
Bugh!
Marisa yang kaget kala pundaknya di sentuh dari belakang oleh seseorang pun auto meninju orang itu hingga terjungkal. Karena sebagai seorang bodyguard, refleks itu memang sangat di butuhkan dan hal itu lah yang membuat Marisa enggan masuk ke dalam sana.
"Aduh maaf... gue nggak sengaja. Tuh kan Vin... gue bilang juga apa? Gue itu nggak mau masuk ke sini bukan karena gue takut, tapi ya karena ini. Gue itu suka refleks kalau ada yang ngedeket atau megang gue tiba-tiba...!" panik Marisa kala melihat sesosok tinggi besar dengan kepala di tangan kanannya.
Pemeran hantu tanpa kepala itu, sampai jatuh terjungkal karena tonjokan Marisa dan properti kepala yang tadi di pegangnya juga ikut terlempar lumayan jauh.
"Aduh mbak... sadis banget sih jadi cewek, sakit tau...!" rengek pria itu yang memegangi perutnya sambil meringis kesakitan.
"Ya maaf mas, namanya juga ngga sengaja." Marisa merasa tidak enak pada pria itu, karena sudah membuatnya jatuh terjungkal dan kesakitan seperti itu.
__ADS_1