
...Belajarlah dari padi yang semakin merunduk kala semakin berisi....
...By : Rosemarry...
...*****...
"What?!"
"Aku tidak mau mengatakannya dua kali, lakukan saja atau potong gaj—"
"Tidak perlu pakai potong gaji, bos. Aku akan mengajarimu main, kalai perlu sampai kau jadi pro player!" Sahut Marisa cepat, "Mentang-mentang lo bosnya, dikit-dikit main potong gaji." gerutunya dalam hati.
"Dasar pengumpat!" gumam Kenzo pelan seolah tau kalai Marisa tengah mengumpatnya dalam hati.
Marisa pun memberikan ponselnya pada Kenzo, namun kala Kenzo melihat layar ponsel Marisa dia pun sedikit terkejut sampai menautkan alisnya.
"Jadi dia main game ini juga?" pikir Kenzo, karena ternyata Kenzo juga memainkan game ini sejak lama. Tapi belakangan ini dia terlalu sibuk dengan urusan kantor, jadi dia sudah jarang memainkan game itu lagi.
"Cara mainnya begini..." Marisa pun mulai mengajari Kenzo bermain, namun Kenzo semakin terkejut dan terhenyak kala melihat nickname Marisa yang terpampang di sana.
Rosemarry, nickname yang sangat-sangat dia kenal dan hafal. Bagaimana tidak? Nickname itu adalah nickname pasangannya dalam game itu.
Jadi di dalam game yang mereka mainkan, ada semacam ikatan antara dua player seperti layaknya pernikahan. Dan karakter game milik Marisa adalah pasangan Kenzo di game itu.
"Jadi itu kau, Marisa? Rosemarry?" batin Kenzo yang tanpa sadar menarik sudut bibirnya dan membentuk senyuman.
"Bos? Bos!" Marisa pun kesal kala Kenzo malah melamun dan tidak mendengarkan apa yang dia katakan sedari tadi.
"Kenapa teriak-teriak?"
__ADS_1
"Aku sudah menjelaskannya padamu sampai mulutku berbusa, tapi kau tidak mendengarkan apa yang ku jelaskan sama sekali bos."Jawab Marisa sambil memaksakan dirinya untuk tersenyum.
"Siapa juga yang butuh kau mengajariku, Marisa...? Bahkan biasanya aku yang menggendongmu dalam dungeon." Batin Kenzo. "Aku tidak jadi main, aku lapar belikan makanan untukku!"
"What the hell?! Dasar Muktar nyebelin...! Rasanya pengen gue ulek muka datar lo itu, tau nggak sih?!" geram Marisa dalam hatinya.
"Cepatlah, aku sudah lapar." Tanpa berkata sepatah kata pun lagi, Marisa pun berjalan keluar dari kamar itu untuk membeli makanan.
Saking kesalnya, Marisa sampai melupakan hal yang penting. Secara ini kan hotel, dan Kenzo bisa saja memesan makanan tapi kenapa malah menyuruhnya membeli makanan di luar?
Setelah Marisa pergi, Kenzo mengambil ponselnya dan membuka akun game miliknya.
Red devil, nickname yang tertera di sana. Kenzo pun segera membuka chat dari Marisa untuknya, dia tersenyum kala membaca pesan itu.
Dia pun mengetikkan pesan balasan untuk Marisa, "Nanti malam kita mabar, aku punya waktu luang. Kemarin aku sedang sibuk dengan pekerjaanku." Isi pesan Kenzo.
"Hah... tidak kusangka, ternyata dunia begitu sempit." Gumam Kenzo yang kemudian meletakkan ponselnya, dan memejamkan matanya.
"Sia-sia dong gue beli ini?" Marisa pun meletakkan kantong plastik itu di atas nakas, di samping tepat tidur Kenzo.
"Hoaaam... ngantuk juga abis makan." Marisa berjalan menuju sofa dan kemudian merebahkan dirinya di sana.
Tanpa terasa malam pun tiba...
Marisa menggeliat dan menguap sambil mengucek-ngucek matanya.
"Jam berapa nih?" dia menatap jam di dinding dan ternyata sudah jam 8, sudah lewat dari jam pulang kerja.
Cklak!
__ADS_1
Pintu kamar mandi pun terbuka, dan Kenzo keluar dari sana dengan baju santainya.
"Eh, ternyata kau sudah bangun bos?" tanya Marisa berbasa-basi.
"Hm."
Marisa menengok ke atas nakas, dan tidak lagi melihat makanan yang dia beli.
"Ternyata udah di buang?" pikir Marisa.
Dia pun beranjak ke kamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya.
"Eh? Jadi dia makan makanan itu? Gue kira makanannya dia buang." batin Marisa kala melihat bungkus makanan yang di belinya tadi sudah kosong, dan ada di tempat sampah.
Setelah Marisa selesai membasuh wajah, Kenzo pun mengajaknya untuk segera pulang.
"Kita pulang."
"Baik." Marisa pun seger menyusul dan berjalan di belakang Kenzo.
Hingga sampai ke tempat parkir, mereka hanya saling diam seribu bahasa tanpa ada membuka percakapan bahkan untuk sekedar berbasa-basi.
Mobil pun mulai melaju meninggalkan hotel itu menuju apartemen Kenzo.
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di gedung apartemen Kenzo.
"Bos, sebaiknya anda tidak pulang ke apartemen dulu malam ini. Aku khawatir orang itu akan datang lagi."
"Ya." Jawabnya singkat.
__ADS_1
"Aku akan mengawalmu sampai ke rumah dengan selamat." Ucap Marisa yang sudah berada di atas motor kesayangannya, "Sekalian gue jemput si Kevin, mereka kan adek kakak pasti tinggal serumah dong hehe..." Sambung Marisa dalam hati.