
...Jangan lupa like, komen dan amunisinya ya bestieeππππ...
...Sekuntum mawar dan secangkir kopi yang kalian beri, akan menjadi kebahagiaan yang tak tertandingi di hati ini.π€...
...*********...
...*Di saat kamu berada di titik terendah dalam hidupmu, jangan anggap itu sebagai beban. Tapi Jadikanlah momen itu sebagai timbangan, mengukur seberapa perduli dan tulus orang-orang terdekatmu....
...Karen mereka yang tulus akan selalu berada di sampingmu, tidak perduli bagaimana pun keadaanmu.*...
...********...
Marisa pun menceritakan ulang, semua yang Maria ceritakan padanya tadi. Semuanya, tanpa terkecuali.
"Maria minta tolong padamu. Jika Johan butuh bantuan, tolong bantu dia."
"Tentu saja aku akan membantunya. Dia itu kan sekarang kakak iparku, jadi tanpa kalian minta pun aku akan membantunya dengan catatan dia mau ku bantu dan aku mampu membantunya."
Marisa kembali memeluk erat suaminya itu, hingga tanpa sadar dia kembali tertidur pulas dalam pelukan Kenzo. Hingga fajar di pagi hari berikutnya pun datang.
Marisa meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Dia membuka mata dan mendapati muka bantal suami tercintanya, yang kini terpampang nyata di depan matanya. Marisa mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah tampan itu, sambil memandanginya dengan lekat.
"Aku beruntung mendapatkan suami yang setampan dan sebaik dirimu," gumamnya lirih.
Marisa tersenyum sambil terus mengusap wajah suaminya itu dengan lembut, hingga tiba-tiba saja mata itu terbuka dan membuat Marisa sontak saja kaget.
"Sekarang kau baru menyadari kalau kau itu sangat beruntung, sayang?" tanya Kenzo sambil mengecup kening Marisa, "Berikan aku morning kiss."
Marisa membulatkan matanya mendengar permintaan Kenzo itu. Morning kiss, apa-apaan itu? Tapi Marisa tetap saja tak bisa menolak permintaan suaminya itu. Dia pun mengecup sekilas bibir Kenzo, benar-benar hanya menempelkan dua benda itu sepersekian detik saja.
Kenzo berdecak dengan cara Marisa memberinya morning kiss, yang tentu saja sangat tidak sesuai dengan harapannya.
__ADS_1
"Memangnya aku ini anak kecil? Kenapa memberiku ciuman aneh seperti itu?"
"Kau kan hanya bilang ingin morning kiss, dan aku sudah melakukannya. Jadi tugasku selesai," jawab Marisa yang kemudian terkekeh, "Atau maksudmu kau ingin yang seperti ini?"
Marisa menyambar bibir Kenzo dan memainkan tangan nakalnya di bawah sana, membuat Kenzo tersenyum dan membalas permainannya. Namun saat si otong di bawah sana sudah siap tempur, Marisa justru mengakhiri ciumannya.
"Sudah selesai, aku mau pergi mandi, bye sayang..." Marisa langsung bangkit dan berlari ke kamar mandi sambil tertawa.
"Sial! Marisa...! Kau mengerjaiku?! Kau hanya membangunkannya tapi tidak mau menidurkannya, hah?!" seru Kenzo yang masih bisa di dengar oleh Marisa dari dalam kamar mandi.
"Aku mau jalan-jalan hari ini. Jadi aku tidak mau kelelahan!" serunya dari dalam.
Kenzo merutuki candaan Marisa yang sama sekali tidak lucu menurutnya. Membuatnya on fire dan kemudian di tinggalkan begitu saja, dengan senjata yang masih siap siaga?
Kepala Kenzo rasanya pusing gara-gara merasakan kepala bawahnya yang juga berdenyut minta di tidurkan.
Kenzo akhirnya berjalan ke keluar dari kamarnya dan masuk ke kamar sebelah untuk menuntaskannya, dengan bersolo karir.
Lain halnya dengan Marisa dan Kenzo yang menyapa pagi haru mereka dengan kejahilan Marisa pada Kenzo, lain juga Gea dan Arka yang menyambut pagi hari mereka dengan perkelahian anak TK.
Sejak kemarin, Gea terus saja menjahili Arka dan membuat Arka kesal setengah mati. Tapi anehnya dia tak ingin Gea pergi. Entah itu karena dia tak ingin sendirian atau memang karena dia tak ingin Gea pergi.
Begitu pula dengan Maria dan Johan yang kini sudah berada di sebuah hotel dengan pemandangan yang langsung mengarah ke perbukitan yang sangat indah.
Semalam Johan menjemput Maria, namun bukan mengajaknya pulang melainkan mengajaknya berlibur sekaligus honey moon. Namun karena kondisi Maria yang tengah berbadan dua, Johan tidak serta merta menghabiskan waktu mereka di atas ranjang. Dia lebih memilih untuk mengajak Maria jalan-jalan, seperti pagi ini dia akan mengajak Maria ke sebuah tempat wisata yang menjadi favorit di tempat itu.
Mereka akan pergi ke sebuah air terjun yang menjadi icon di sana.
"Sayang... apa kau sudah siap?" tanya Johan saat dirinya masuk ke dalam kamar dengan membawa kantong plastik berisi makanan untuk sarapan mereka hari ini.
"Ehm, aku sudah siap." Jawabnya sambil berjalan menghampiri Johan yang duduk di sofa setelah meletakkan kantor plastik yang di bawanya, "Kau beli apa?" tanyanya.
__ADS_1
"Bubur ayam."
Maria pun membuka bungkusan itu, dan ternyata benar itu adalah bubur ayam, salah satu makanan kesukaannya. Mereka pun sarapan bersama sebelum berangkat ke tempat tujuan mereka hari ini.
Tak berselang lama, keduanya sudah selesai mengisi perut mereka. Dan kini mereka sudah berada di dalam mobil, untuk kemudian melaju ke tempat tujuan.
Sesampainya di sana, Johan menggendong Maria di punggungnya. Dia tak ingin wanitanya itu kelelahan, karena itulah dia memilih tempat ini. Selain akses jalannya mudah, dia juga tak perlu berjalan terlalu jauh dari tempat dia memarkirkan mobilnya.
"Aku senang bisa memiliki suami yang sangat sayang padaku, dan juga tampan." Maria mencubit pipi Johan, kemudian tertawa.
Begitu pun dengan Johan. Dia beruntung mendapatkan Maria, yang tak pernah menganggapnya karena harta. Wanita yang sudah menemani hari-harinyanya yang selalu terasa berat baginya.
Tapi dengan kehadiran Maria, semua beban hidupnya itu terasa lebih ringan. Dan keinginannya untuk segera menyelesaikan masalahnya, lalu mengumumkan pernikahannya Dengan Maria di depan publik.
Dia ingin memberikan Maria pernikahan yang dia impikan, pernikahan ala-ala negeri dongeng. Dia sangat berharap jika tidak akan ada halangan apapun dalam rencananya mengambil alih lagi, perusahaan mendiang ibunya.
Mereka pun akhirnya sampai di depan air terjun yang cukup tinggi, dan terlihat sangat cantik.
"Waaah... sangat indah, Johan turunkan aku. Ayo kita main air di sana," ajaknya pada Johan.
Dia pun hanya bisa menurut dan menurunkan Maria, lakumengikuti wanitanya itu menuju ke air terjun. Maria berjalan dengan hati yang sangat senang.
Di sana masih terlihat sepi. Hanya beberapa pengeunjung yang nampak sedang berswa foto, bermain air, dan ada juga pasangan muda-mudi yang tengah menikmati masa-masa pacaran.
Mata Marisa berbinar melihat ke arah air terjun yang Indah itu. Dia duduk di pinggir, di sebuah bebatuan dan menceburkan kakinya ke dalam air.
...*******...
...Wah bener-bener nih penganten baru, pada healing nggak ngajak-ngajak author.π€...
...Nggak tau apa kepala author udah ngebul gini buat bantuin kalian jadi penganten.π€...
__ADS_1
...π€£π€£π€£...