My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 21


__ADS_3

..."Jangan pernah berkata tidak bisa, sebelum kau mau berusaha dan mencoba."...


...By: Rosemarry...


...*****...


..."Kau!?" Raisa menggeram dengan tangan terkepal....


"Apa yang Marisa lakukan? Apa dia sudah gila?!" seru Antonio dalam hati dengan mata yang membulat sempurna.


Deg!


Deg!


Deg!


Kini detak jantung Kenzo tengah berdetak dengan sangat cepat, bak genderang perang yang sedang di tabuh.


Itu karena Marisa kini tengah menempelkan bibir tipis nan menggoda miliknya dengan bibir Kenzo, dan sontak saja hal itu membuat si empunya ternganga kaget.


"O! M! G! Hello...! Apa gue mabok? Kenapa gue liat Marisa nyium Kenzo?!" jerit Arka dalam hatinya sambil menatap kedua pelaku itu dengan mulut menganga.


Dan tidak hanya Kenzo, melainkan seluruh undangan yang hadir pun menatap tidak percaya dengan adegan yang mereka lihat.


Marisa pun mengakhiri ciuman spektakulernya dan kembali berdiri menghadap Raisa, "See? Aku sudah memberikanmu bukti yang konkret dan valid, nona Raisa? Dan kau lihat sendiri kan, Kenzo tidak menolakku!"


"Lo udah bener-bener bikin gue naik darah cewek sialan!!" sarkas Raisa dalam hati, dengan amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun.


Raisa pun berjalan mendekat ke arah Marisa dengan wajah yang sudah merah padam, dan tatapan yang seolah mampu menelan mangsanya bulat-bulat.


"Anjir!! Tuh nenek lampir mukanya kayak joker!" batin Marisa saat melihat senyum devil Raisa.


"Makan nih kue!" seru Raisa dalam hati.


"Aww!!"

__ADS_1


Raisa terjungkal saat berusaha membuat kue yang ada di tanganya itu menjadi maha karya di wajah Marisa, namun siapa sangka kalau rencana liciknya itu di ketahui oleh Marisa dan kembali menjadi senjata makan tuan untuknya.


"Ups! Apa yang kau lakukan nona Raisa? Aku tidak menyuruhmu untuk meminta maaf padaku sampai bersujud seperti itu." Ucapnya, "Kau tidak perlu bersujud seperti ini, nona Raisa. Aku jadi merasa akulah orang jahatnya, atau jangan-jangan kau sengaja membuat ku terlihat sebagai wanita jahat yang tidak punya hati nurani?" Marisa pun berakting dengan apiknya.


"Dasar Bebek Kuning psychopath! Cara dia bikin Raisa gak nempel lagi sama gue bener-bener bar-bar!" rutuk Kenzo dalam hatinya pada Marisa, "Apa dia nggak takut kalau Raisa bakal bales dendam sama dia habis ini!?"


"Astaga! Tadinya gue sempet mikir kalau Marisa itu selucu gambar Tweety di kaosnya, tapi sekarang gue berubah pikiran. Dia lebih mirip sama harimau yang lagi dateng bulan, mengerikan..." gumam Arka.


Arka bergidik melihat sorot mata Marisa yang tenang namun tajam itu. Meskipun dia juga tak bisa memungkiri, kalau saat ini dia juga tengah berusaha menahan tawanya melihat Raisa yang bahkan tak kuasa mengangkat wajahnya.


"Pfftt!! Mamam tuh kue! Siapa suruh lo mau coba-coba bikin maha karya di muka gue yang super duper syantek dan cetar membahana ini pake kue ulang tahun lo! Sekarang jadi senjata makan tuan kan, hahaha..." batin Marisa menahan tawanya yang hampir saja tidak sanggup untuk dia tahan.


Kenzo yang melihat Marisa masih bisa berbicara dengan tenang pun berucap dalam hati, "Dasar bodoh! Bisa-bisanya masih cengar-cengir gitu!" serunya, "Tapi, gue kenapa nggak nolak Marisa? Dan kenapa jantung gue abnormal gini?"


"Anak itu!! Bisa-bisanya dia mempermalukan dirinya sendiri di acara ulang tahunya? Dasar bodoh!" umpatan lirih dari seseorang yang berdiri di sebelah panggung dengan wajah yang sudah memerah.


"Untung tadi sixsence gue lagi mode on, jadi gue tau kalo lo mau coba bikin tuh kue ulang tahun say hay ke muka gue! Jadi gue bisa menghindar tepat waktu deh."


"Shitt!!" Raisa pun segera bangkit dan hendak melayangkan cap lima jarinya pada Marisa, namun baru saja dia mulai mengangkat tanganya tiba-tiba saja...


Sebuah tangan kekar pun mencekal tangan Raisa yang sudah on the way silaturahmi ke wajah cantik Marisa.


Jika saja si pemilik tangan kekar itu tidak sigap menahan tangan Raisa, bisa jadi kini sudah ada maha karya berupa cap lima jari di pipi Marisa.


"Kau?!" seru Raisa sambil menatap nyalang pada si pemilik tangan kekar yang baru saja menggagalkan tabokan mautnya itu.


"Maaf nona Raisa, tapi sepertinya tidak pantas bagi seorang wanita kalangan atas sepertimu untuk bertindak kasar di depan umum seperti ini kan?" ucapnya sambil menatap sinis Raisa, "Bukankah citramu selama ini tidak seburuk ini, nona Raisa? Atau jangan-jangan semua image wanita baikmu selama ini hanyalah topeng semata?" ujarnya sambil melepaskan cengkramannya.


Raisa pun auto gelagapan, mendengar penuturan pria di hadapannya itu. Bak baru saja di sambar petir di siang bolong,nRaisa pun kehilangan kata-kata dan hanya bisa terdiam seribu bahasa.


Kenzo pun terkejut dengan kedatangan pria ini.


"Antonio?! Apa hubunganya hal ini denganmu, belum giliranmu untuk membela wanitaku!" sahut Kenzo yang kemudian berdiri dari duduknya dan menatap lekat pada Antonio.


"Dia wanitamu, tapi dia juga temanku. Lalu apakah salah jika aku membela temanku sendiri? Dan kau sebagai pacarnya justru hanya diam saja saat melihat wanitamu di perlakukan seperti itu!" sindir Antonio sambil menggenggam lengan Marisa dan menatap sinis pada Kenzo.

__ADS_1


"Cih! Lepaskan tangan kotormu darinya!" seru Kenzo sambil memegang lengan Marisa yang satu lagi.


"Wait! Wait! Wait! Situasi macam apa ini? Kenapa, semuanya jadi di luar perkiraan gue gini?!" jerit Marisa dalam hatinya.


Zzzztttt!!!!!


Zzzztttt!!!!!


Kedua pria itu pun saling beradu pandang, hingga seolah ada petir yang tercipta dari tatapan mata keduanya.


"Oh No! No! No! No! Astaga dragon...! Kenapa ini dua musuh bebuyutan malah ketemu di sini sih? Bisa pecah perang dunia ke 100 ini mah!" jerit Arka dalam hati.


Karena dia tahu persis bagaimansma hubungan Kenzo dan Antonio selama ini.


"Kalau aku tidak mau melepaskan Marisa, kau mau apa?" tantangnya.


"Aku peringatkan sekali lagi padamu, Antonio! Lepaskan, Marisa!!" ucap Kenzo yang semakin marah.


"Aku bukan kacungmu yang bisa kau perintah sesuka hatimu, Marisa saja tidak bicara apa-apa." Balasnya.


"Ehm... tuan Antonio, bisakah anda mengalah untuk saat ini? Lihatlah, di sini banyak orang yang melihat kalian." Bujuk Arka yang mendekat pada Kenzo dan Antonio.


"Bukan aku yang memulai perdebatan ini, Arka. Kau tau sendiri sifat temanmu ini bukan?" jawab Antonio.


"Bagaimana dia bisa bicara, kepalanya itu sedang dalam mode hank!" Kenzo pun menarik wajah Marisa dan kemudian...


*****


Hy Hy hy💋


Apa kabar nih guys? Semoga pada sehat semua ya.


Author minta dukungannya terus ya guys, jangan lupa like, comment, dan masukin favorit.💋


..."Dukungan darimu adalah motifasi terbesar untuk diriku" ...

__ADS_1


...By: Rosemarry ...


__ADS_2