My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 55


__ADS_3

...Tidak semua apa yang kai lihat adalah kenyataannya...


...Jadi jangan pernah menilai sesuatu sebelum kau mengetahui kebenarannya....


...By : Rosemarry...


...*****...


"Dih, lebay!" cibir Marisa lirih sambil mengalihkan pandangannya. "Kau belum menjawab pertanyaanku, pak bos Kenzo yang terhormat."


"Pertanyaan yang mana?"


"Kenapa kau tadi hanya diam saja, bukannya membantuku menolak pernikahan ini...?!"


"Kau juga sudah lihat sendiri kan? Titah dari paduka raja tidak bisa di ganggu gugat, jika tadi aku ikut tawar-menawar seperti ibu-ibu di pasar sudah bisa di pastikan. Waktu 1bulan yang sudah di pangkas jadi 2 minggu itu akan di pangkas lagi jadi 1 hari, apa itu yang kau inginkan?" tanya Kenzo balik.


"Hah... benar juga. Eh tunggu! Ternyata kau juga bisa bicara panjang lebar seperti rumus fisika seperti itu, wah... wah... aku baru mengetahuinya." Cibirnya.


"Cih!"


"Haish...! Sekarang apa yang harus kita lakukan?"


"Kita? Kau sendiri saja, karena aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa di bawah pengawasan papaku."


"Tidak bisa begitu Ferguso! Enak saja kau main angkat setang, bos? Ini semua terjadi karena kau, dan kau melimpahkan semua tugas mengurus masalah yang di buat olehmu?! Wah... daebak...! Aku benar-benar sudah masuk lubang buaya kali ini." Ujar Marisa dengan senyum sinisnya pada Kenzo.


"Terserah kau saja, aku lelah." Kenzo pun beranjak meninggalkan Marisa sendiri di sana.


Marisa pun hanya duduk sambil memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


"Loh? Marisa? Kok kamu di sini sendirian, Kenzonya mana?"


"Eh tante? Bo–Kenzo bilang dia lelah, tante." Jawab Marisa sambil memamerkan deretan giginya.


"Ya udah yuk tante anterin ke kamar kamu."


"Eh? Ehm... tan, kayaknya Marisa nggak bisa nginep di sini deh takut nanti kakaknya Marisa nyariin."


"Gitu? Terus gimana dong, ini kan udah malem."


"Gak apa-apa kok tan."

__ADS_1


"Tunggu bentar."


Stella pun pergi ke kamar Kenzo dan menyuruhnya untuk mengantar Marisa pulang.


Tok...


Tok...


Tok...


Cklak!


"Eh mama? Ada apa ma?"


"Anterin Marisa pulang gih, udah malem kasian dia pulang sendirian."


"Males ma, lagian dia bisa jaga diri kok."


"Ya udah kalo kamu nggak mau, biar mama suruh Kevin aja yang anter."


"Iya! Iya! Kenzo anterin."


"Good boy." Stella menepuk-nepuk punggung Kenzo pelan.


"Eh! Eh! Eh! Apa-apaan ini bos, tanganku kok di tarik-tarik. Emang tanganku tambang lomba tujuh belasan?!" sungutnya.


Kenzo tidak menjawab, bahkan dia tampak acuh dengan omelan Marisa.


"Masuk."


"Loh? Aku kan bawa motor sendiri, bos."


"Masuk!"


"Dasar pemaksa!" batinnya.


"Bukan aku yang ingin mengantarmu, tapi mama yang yang memintaku jadi jangan berfikiran yang aneh-aneh."


"Siapa juga yang berfikiran aneh?" gumam Marisa.


Singkat cerita, kini Marisa sudah berada di kamarnya bersama Maria yang tadi sudah tidur saat dia sampai di rumah.

__ADS_1


Marisa gelisah sepanjang malam memikirkan nasibnya ke depan, sampai tidak terasa dia pun terlelap dalam tidurnya.


Pagi harinya, Marisa bangun seperti biasa untuk berangkat kerja.


Baru saja dia keluar rumah untuk dan baru akan memesan ojek, ternyata si Tama sudah ada di depan rumahnya.


"Loh, Tama kok bisa di sini?" gumam Marisa menghampiri motor kesayangannya itu, "Apa Kenzo yang anterin si Tama balik?" Marisa menggedikkan bahunya acuh, kemudian menaikinya untuk pergi ke perusahaan.


Sedangkan Maria sudah lebih dulu berangkat bersama Johan tadi, karena Maria harus pergi ke King Jewelry untuk urusan pekerjaan hari ini.


Namun sialnya, di tengah jalan si Tama ngambek dan minta di bawa ke bengkel. Membuat Marisa bersungut kesal.


"Kenapa lo pake ngambek segala sih? Tumbenan banget!" keluh Marisa sambil mendorong motornya untuk mencari bengkel terdekat.


"Loh, itu Marisa kan?" seorang pria tampan yang duduk di jok belakang mobil mewah itu pun tampak menatap Marisa dengan lekat, "Den, berhenti."


"Ngapain nih mobil berhenti di depan gue?" batin Marisa.


Pintu mobil pun terbuka dan menampilkan sosok pria yang Marisa kenal.


"Antonio? Mau apa dia?" gumamnya.


"Pagi, Marisa..." sapanya, "Motornya kenapa?"


"Ngambek." Jawab Marisa singkat.


Di sisi lain, Kenzo juga sedang dalam perjalanan ke kantornya.


"Arka, bagaimana persiapan perjalanan bisnis kita ke hawaii?"


"Semuanya sudah ok."


"Siapkan satu tiket tambahan."


"Tiket tambahan? Untuk siapa?"


"Tentu saja untuk Marisa, aku kan butuh bodyguard selama masa genting ini."


"Ooh... ok."


Kenzo menengok ke luar dari kaca mobilnya dan dia pun melihat sesuatu yang membuatnya menautkan alisnya.

__ADS_1


"Itu?! Beraninya dia!" gumam Kenzo lirih dengan tangan terkepal dan rahangnya yang sudah mengeras.


__ADS_2