My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 161


__ADS_3

...Jangan lupa like, komen dan amunisinya ya guys😘...


...***********...


"Apa?" Johan memicingkan matanya. Bagaimana bisa Mahesa mengatakan hal itu? Apa dia berencana menghancurkan perusahaan ini karena tidak bisa mendapatkannya? Dia gila! Benar-benar gila!


"Para investor akan menarik dana mereka, jika CEO dari perusahaan ini di ganti. Jika anda tidak percaya, anda bisa hubungi mereka. Tapi kurasa, ketidakhadiran mereka sudah cukup membuktikan segalanya bukan?" ucapnya dengan percaya diri.


Johan benar-benar merasa bodoh. Bagaimana bisa dia tidak memikirkan kemungkinan ini?


Mahesa melirik pada Revan yang kini berdirinya di samping Johan dengan senyum devil di wajahnya, seolah mengatakan jika tetap dialah yang akan menjadi pemenang terakhir dari pertempuran ini.


Revan juga terlihat sangat terkejut, pasalnya rencana Mahesa itu luput dari pemantauannya. Dia benar-benar tidak tau jika Mahesa merencanakan hal seperti itu, dengan sangat rapi.


Dimas yang mendengar hal itu, juga sangat senang bukan main. Dia benar-benar memuji kecerdasan sang ayah dalam mencari jalan keluar dari masalah ini.


Tapi sayangnya harapan yang bahkan belum sempat mereka mulai, justru sudah harus hancur saat pintu ruangan rapat tiba-tiba saja terbuka dan menampakkan sosok Marisa dalam balutan pakaian formalnya.


Maria membelalakkan matanya, melihat adiknya dengan penampilan seperti itu. Dia benar-benar terlihat seperti wanita karir yang memancarkan aura seorang pemimpin, bahkan hanya dengan tatapan mata dan cara berjalannya.


"Siapa kau?! Bagaimana bisa orang liar, tiba-tiba masuk ke sini!?" seru Dimas dengan sarkastik.


"Apa begitu cara tuan Mahesa mendidik anak anda?" Bahkan kini Maria semakin membelalakkan matanya, saat mendengar cara dan gaya bicara sang adik yang benar-benar tidak seperti seorang Marisa Agatha William yang dia kenal.


"Mohon maaf semuanya. Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri, nama saya Marisa agatha William. Saya perwakilan dari tuan Kenzo Alexander yang berhalangan hadir ini. Saya ingin memberitahukan bahwa kami akan menjadi investor di King Jewelry, selain itu beberapa mitra bisnis kami juga akan menjadi investor di perusahaan ini setelah tuan Johan mengakuisisi perusahaan ini." Jelas Marisa yang membuat semua orang di ruangan itu ternganga tidak percaya.


Bagaimana bisa pemilik dari salah satu perusahaan besar di negara itu, akan membantu Johan? Terlebih lagi, saat beberapa orang pria masuk ke dalam ruangan itu. Dan tanpa mereka memperkenalkan diri, sebagian besar peserta rapat sudah tau siapa merek. Mereka semua adalah CEO dari beberapa perusahaan besar, yang sangat berpengaruh di negara ini

__ADS_1


"Jadi tuan Mahesa. Meskipun jika para investor lama mencabut dana mereka, King Jewelry tidak akan terpengaruh. Jadi tidak ada alasan untuk menolak tuan Johan menduduki posisi CEO di perusahaan ini, bukan? Terlebih beliaulah yang sekarang menjadi pemegang saham tertinggi di perusahaan ini," ujar Marisa yang membuat Johan dan Maria kaget setengah mati, tapi di saat yang sam jug merasa lega.


Marisa melirik pada twin somplaknya dan juga kakak iparnya itu, kemudian mengedipkan matanya, seolah melakukan komunikasi telepati dengan Maria.


"Gimana penampilan gue? Keren kan?" batin Marisa.


"Sumpah lo keren banget Marisa... lo bener-benet jadi penyelamat gue hari ini, thanks!" batin Maria sambil mengacungkan jempol pada Marisa tanpa di lihat oleh orang lain.


Mahesa dan Dimas tampak melongo tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar dari Marisa, namun mereka sudah tidak bisa mengelak lagi.


Hingga akhirnya Johan mulai buka suara lagi, "Selain itu, saya punya pengumuman penting yang harus anda semua tau. Surat wasiat yang ibu saya tulis, yang berisi jika dia menyerahkan semuanya pada ayah tiri saya, Mahesa, itu palsu."


"Bohong! Itu tidak benar!"


"Katakan semuanya pada pihak yang berwajib. Kau dan istrimu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kalian."


Sedangkan sang istri, sudah lebih dulu di bawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan.


Meskipun yang hadir di ruangan rapat itu, tidak tau hak yang sebenarnya terjadi, tapi mereka sudah bisa menilai siapa yang harus mereka pilih dan dukung saat ini.


Rapat pun berakhir dengan hasil yang sangat memuaskan. Dan kini hanya tersisa tiga orang di ruangan itu.


Marisa menghempaskan bokongnya di kursi, dan menghela nafas panjang.


"Hhhh... lelah sekali berakting seperti ini...! Baju ini sangat tidak nyaman!" umpatnya sambil melepas sepatu high heelsnya dan mengurut-urut tungkainya yang terasa sakit, karena ternyata ada luka lecet di sana.


Maria pun terkekeh melihat adiknya itu kembali ke wujud aslinya, "Nyesel gue tadi sempet tersepona sama lo. Tadinya lo udah kayak wanita karir profesional, tapi nyatanya masih aja kek gini kalo nggak lagi akting," ejeknya.

__ADS_1


"Apa kau yang memberitahu Marisa soal masalah hari ini, Maria?" tanya Johan yang membuat Maria mengalihkan pandangannya pada Johan, dan dia pun mengangguk kecil.


"Terimakasih banyak. Jika bukan karenamu, aku tidak tau harus apa. Karena jika tadi Marisa tidak datang, aku tidak akan mungkin memenjarakan Mahesa."


Maria pun memeluk Johan dengan erat.


"Ekhem! Gue bukan bay gon, One Push Va pe, ataupun So fel! Jadi tolong kalo ingin bermesraan jangan lakukan di depanku, apalagi saat aku hanya sendiri seperti ini." sela Marisa yang membuat kedua sejoli itu mengurai pelukan mereka.


Maria dan Johan pun terkekeh, namun saat Maria menanyakan dimana Kenzo, Marisa pun baru ingat jika suaminya itu sedang sakit dan di rawat inap.


Kenzo mengalami masalah pencernaan. Karena dia sering kali lupa makan siang, jika sudah berkutat dengan komputernya. Hingga membuatnya jatuh sakit seperti ini.


Tadi pagi dokter mengatakan kalau Kenzo baik-baik saja, namun dia harus di rawat inap selama seharian, dan setelah itu baru akan di beritahu apakah Kenzo sudah boleh pulang atau belum.


Awalnya Kenzo sendiri lah yang akan datang ke perusahaan Johan untuk membantunya, tapi karena dia yang tiba-tiba saja sakit, akhirnya Marisa lah yang menggantikannya.


Dan untungnya semua tetap berjalan lancar dan sesuai perkiraan awal, dan apa yang seharusnya menjadi milik Johan sudah kembali padanya. Termasuk rumah yang dulu dia tempati dan beberapa aset lainnya, yang setelah kasus Mahesa selesai di tangani sudah pasti juga akan kembali pandanya.


"Ken, Mar, makasih buat bantuan kalian. Aku tidak tu harus bilang apa lagi, jadi kalau kalian butuh bantuan apapun bilang saja. Kalau aku sanggup maka akan ku lakukan," ujar Johan.


"Ok, gue punya satu tugas buat lo."


...*********...


...Akhirnya masalah si babang Johan kelar juga.😉...


...Back to rich🤣...

__ADS_1


__ADS_2