
...Jangan lupa like, komen dan amunisinya ya guys🥰💋😘...
...**********...
"Itu karena kau menghancurkan hidupku! Kau wanita ja*lang!" seru Raisa. Namun tiba-tiba saja, Raisa tertawaan seperti orang gila, "Hahaha... kau sudah mati, Kenzo milikku!"
Dan seketika itu lampu pun menyala, tapi Raisa masih tampak meringkuk dengan memeluk kdua lututnya. Tubuhnya juga masih gemetaran, tapi tawa gilanya itu tak kunjung berhenti.
"Apa dia gila karena ketakutan?"
"Entahlah."
Siapa? Tentu saja Marisa dan juga Maria, yang masih mengenakan kostum mbak kunti mereka. Setelah itu Marisa pun memanggil Kenzo untuk datang.
Kenzo yang tadinya bersembunyi di tempat Marisa bersembunyi sebelumnya pun, segera keluar dan menghampiri ketiga wanita yang ada di sana.
"Dia kenapa?"
"Hahaha... Kenzo milikku! Marisa sudah mati! Ja*lang itu sudah mati! Aku sudah membunuhnya! Hahaha... tidak ada yang bisa mengalahkanku!" Raisa terus berteriak. Dia bahkan mengacak-acak rambutnya sendiri, sambil terus mengeluarkan tawa yang terdengar aneh.
Mereka bertiga pun akhirnya menyimpulkan jika Raisa sudah tidak waras alias gila. Mereka pun segera menelepon pihak berwajib untuk datang ke tempat itu, dan mengurus Raisa.
Tak berselang lama, beberapa polisi pun datang dan menanyakan detail kejadiannya.
Marisa menjelaskan, jika Raisa melakukan percobaan pembunuhan padanya. Dia juga memberikan bukti yang dia punya pada pihak berwajib, dan tak lupa dia juga mengatakan jika dia sudah menangkap para kaki tangan Raisa. Dan dengan semua bukti juga saksi yang ada, Raisa pun segera di amankan.
Namun Raisa masih terus berteriak dengan keras, dan hal itu membuat bukti yang Marisa berikan menjadi semakin kuat. Pasalnya Raisa terus saja mengoceh jika dia sudah membunuh Marisa, dan akan merebut kembali Kenzo darinya.
__ADS_1
Kenzo juga menghubungi bawahannya untuk membawa para preman itu ke kantor polisi. Akhirnya para preman itu di antarkan ke kantor polisi dalam keadaan lemas, dan bukan hanya satu atau dua orang, tapi semuanya tampak lemas tak berdaya dan tidak bertenaga. Bagaimana tidak lemas, jika mereka bermain pedang-pedangan selama hampir 2 jam lamanya, karena ulah Marisa.
Memang bukan penyiksaan berdarah, tapi itu adalah penyiksaan berkeringat yang begitu memalukan. Jika mereka semua sudah sadar, mereka pasti akan muntah jika mengingat apa yang sudah mereka semua lakukan.
Melakukan hubungan yang tidak seharusnya, dan dengan orang yang tidak seharusnya. Terlebih lagi bagi mereka yang pada dasarnya adalah pria normal, melakukan hal seperti itu pasti sangat menjijikkan, meskipun mereka melakukannya dalam keadaan tidak sadar dengan apa yang mereka perbuat.
Kenzo yang mendengar kabar dari pas anak buahnya, jika para preman itu masih dalam keadaan belum sadar sepenuhnya pun menatap pada Marisa dengan tatapan yang sulit di artikan.
Marisa yang melihat tatapan Kenzo padanya yang seolah meminta penjelasan pun, berpura-pura tidak tau apa-apa.
"Kenapa? Apa ada yang aneh dariku? Kenapa menatapku seperti itu?" tanyanya, "Oh aku tau, pasti karena kostumku yang sangat wow ini kan?" bangganya sambil menaik turunkan alisnya.
"Tidak usah pura-pura bodoh.Aku mengenalmu Marisa, sangat mengenalmu. Katakan padaku, apa yang kau lakukan pada mereka sampai anak buahku bilang, mereka semua tepar dan kehabisan tenaga!" Kenzo tetap menuntut penjelasan pada istrinya, "Dalam rencana awal, tidak ada hal ini kan, Marisa?"
Marisa menghela nafas pasrah. Memang benar, Kenzo bukanlah orang yang mudah di bohongi.
"Obat? Obat apa?" tanya Kenzo dan Maria bersamaan.
"Ramuan cinta," ucapnya sambil nyengir kuda.
"Gila lo! Lo kasih mereka obat perang*sang, dan buat mereka main pedang-pedangan?!" seru Marisa tidak percaya, namun dia juga menahan tawanya. Karena dia justru membayangkan saat-saat para preman itu, bermain dengan sesama jenis dengan begitu brutal.
"Pedang-pedangan?" beo Kenzo.
"Ya. Aku memberi mereka semua obat itu, dan menaruh mereka dalam satu ruangan. Ya... you know lah apa yang selanjutnya terjadi..." jelas Marisa.
"Astaga! Sebenarnya siapa gadis yang kunikahi ini...? Kenapa dia sangat mengerikan dan sadis dengan cara yang berbeda." Batin Kenzo menatap Marisa dengan mulut menganga.
__ADS_1
Marisa dan Marisa hanya terkekeh geli, saat gambaran-gambaran adegan hot-hot pop yang pastinya sangat keren itu. Bahkan mereka sempat berpikir, sayang sekali mereka tidak bisa melihatnya secara langsung. Jika mereka menyaksikan secara langsung sambil minum kopi dan makan pisang goreng pastinya akan sangat seru bukan? Anggap saja sedang menyaksikan film B*L 🤣 Betapa gilanya otak kedua wanita itu.
Tapi Kenzo berbeda, dia sama sekali tidak menganggap hal itu lucu, bahkan justru hal itu terdengar mengerikan untuknya. Dia bahkan sampai bergidik ngeri, saat tanpa permisi, otaknya justru membayangkan hal itu.
Dengan hasil akhir yang sebenarnya tidak terduga itu, membuat mereka harus berimprovisasi dengan rencana awal mereka yang ingin menjatuhkan Raisa dan Dimas bersamaan. Kenzo pun menelepon Johan untuk memberitahu hal itu, dan Johan juga sepertinya sudah memiliki rencana lain yang bisa dia lakukan pun menyuruh mereka untuk pulang saja.
"Tolong bawa kakak iparmu pulang, dia butuh istirahat. Dan jangan pikirkan tentang masalah ini, aku sudah punya rencana lain."
"Baiklah, jika kau butuh bantuanku telepon saja."
Dia sendiri yang akan mengurus masalah Dimas, karena dia sudah punya rencana yang bagus.
Sambungan telepon pun terputus, dan mereka bertiga memutuskan untuk pulang ke rumah Kenzo. Tapi Kenzo tidak bisa ikut, karena dia harus kembali ke kantor. Urusannya selama beberapa hari belakangan, membuat pekerjaannya menumpuk dan harus segera dia selesaikan. Apalagi hari ini Arka meneleponnya, dan bilang jika dia sakit dan tidak bisa masuk kerja. Alhasil dia harus mengurus semuanya sendirian.
"Jadi Arka sakit? Kalau begitu aku dan Marisa mau ke sana saja, bagaimana pun dia itu sepupu kami, jadi setidaknya kami harus menjenguknya."
Kenzo pun mengangguk sebagai jawaban, dan dia juga menitipkan pesan untuk Arka pada istrinya itu, kalau dia akan ke sana juga tapi mungkin malam hari setelah pekerjaannya selesai.
Marisa pun mengangguk patuh, dan mereka pun pergi dari tempat itu ke mereka masing-masing. Kenzo ke kantornya dan si kembar durjana itu menuju ke rumah Arka. Namun tak lupa mereka mampir ke pusat perbelanjaan, karena tidak mungkin bagi mereka untuk ujug-ujug datang ke rumah Arka dengan baju mbak kunti seperti itu, bukan?
Mereka membeli baju dan juga buah tangan untuk mereka berikan pada Arka. Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah keluarga besar William, yang belum pernah mereka masuki. Karena saat mereka mengantar Mentari beberapa hari lalu, mereka juga tidak mampir dan langsung pulang.
...*********...
...Nahloh jadi gila beneran kan? Siapa suruh pas waras tingkah lo kayak orang gila. Makanya sekarang jadi beneran.🤣...
...Gimana bestie, mau pada jengukin Raisa di RSJ nggak nih?🤣...
__ADS_1