My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 31


__ADS_3

...Bukan sebuah keharusan untuk mengungkapkan semua hal pada dunia...


...Karena sebuah misteri yang tersisa akan menjadi pelengkap kehidupan yang nyata....


...By : Rosemarry...


...*****...


"Maaf tuan-tuan, kurasa pikiran kalian berdua itu sudah piknik ke tempat yang salah. Aku masih cukup waras untuk tidak bermalam di apartemen bosku, yang notabenenya adalah seorang laki-laki." Marisa menarik nafas dalam sebelum melanjutkan khotbahnya, "Maksud dari ucapanku tadi adalah apartemen tuan Kenzo dan temanku itu ada di lantai yang sama, makanya aku bilang kalau tuan Arka sudah menekan tombol lantai yang ku tuku. So, aku tidak perlu menekannya lagi bukan?" Marisa yang melihat kedua pria itu sudah seperti kehilangan roh mereka dari raga pun berusaha meluruskan otak mereka yang sepertinya sedang bengkok.


"O-oh, begitu? Hehe... Maaf nona Marisa otakku ini memang sepertinya sudah harus di update, versinya sudah terlalu kuno." Canda Arka dengan senyum pepsodent yang menampilkan deretan giginya yang putih dan rapi itu.


Sedangkan Kenzo ya... Seperti biasa, tetap stay cool meskipun sebenarnya dia juga malu. Bahkan rasanya dia ingin menggali lubang dan mengubur dirinya sendiri di dalam sana karena sudah berpikir terlalu jauh, hanya karena beberapa patah kata dari Marisa yang sedikit sulit untuk di cerna.


"Jadi kau kenal siapa pemilik apartemen di seberang apartemenku?" Kenzo pun akhirnya ikut angkat bicara karena penasaran.


"Yup, bukan hanya kenal bahkan kami berdua sudah seperti saudara. Ya... meskipun bukan suadara setali puser." Terang Marisa.


"Ooh..." Arka hanya ber ohh ria mendengar penuturan Marisa.


Ting!


Pintu lift pun terbuka dan mereka segera melangkahkan kakinya keluar dari lift, sesampainya di depan pintu apartemen Gea, Marisa pun berpamitan pada Arka dan bosnya itu.

__ADS_1


"Selamat malam tuan-tuan, saya duluan." ucapnya dengan menampilkan senyum manis, yang meskipun tampak sedikit aneh karena di lakukan dengan terpaksa.


"Good night juga nona Marisa." Jawab Arka, karena melihat Kenzo hanya diam dan mengangguk kecil tanpa berniat menjawabnya.


Tit!


Tut!


Tit!


Cklak!


"Yuhuuu! Marisa cantik is back!" seru Marisa yang matanya membulat seketika saat melihat bantal sofa yang sedang terbang melayang, dan otw menyapa wajahnya.


"Lagian lo pake teriak-teriak kayak tarzan, ini rumah bukan hutan Marjan! Bukanya salam yang bener malah bikin ribut." Cibir Gea dengan bibirnya yang manyun.


"Btw... Ini apartemen bukan rumah kali aja lo lupa." Candaan Marisa yang garing, kering bin crispy itu pun mendapat hadiah toyoran maut di dahinya.


"Apaan sih lo, main noyor kepala aja. Gini-gini ini kepala gue di fitrahin woy! Seenak udel bae noyor pala orang, buset dah!" celetuk Marisa kesal.


"Bomat!" ketus Gea.


"A... Sudahlah, gue mau mandi dulu terus berlayar." Marisa berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar Gea.

__ADS_1


"Berlayar? Berlayar kemana, nusakambangan?" guyonan Gea yang hampir membuatnya mendapat hadiah jackpot dari Marisa, jika saja dirinya tidak menghindar dengan sigap saat Marisa melemparkan sandal rumah yang tadi baru akan di pakainya.


"Lo kira gue napi?! Berlayar ke pulau kapuk lah ya kali ke nusa kambangan." Cebik Marisa.


"Udah sana mandi, ketek lo bau asem keburu terkontaminasi nih ruangan sama zat asam dari ketek lo itu!" ujar Gea yang hanya di balas Marisa dengan memutar bola matanya jengah.


Sedangkan Kenzo dan Arka yang sudah berada di dalam apartemen milik Kenzo, kini sedang merebahkan diri mereka di ruang santai sambil menonton televisi.


"Ken... kayaknya kejadian tadi bakalan jadi panjang deh urusannya." Arka teringat lagi soal Raisa yang pastinya akan membalaskan dendamnya pada Marisa di kemudian hari.


"Maybe... tapi yang jelas si Bebek Kuning sudah berhasil membuat Raisa jauh-jauh dariku. Ya... meskipun dengan caranya yang sedikit bar-bar. Jadi sesuai kesepakatan, berikan dia bonus yang sudah ku janjikan padanya."


"Ok, tapi sepertinya mulai sekarang Marisa harus ekstra hati-hati." Arka menghela nafasnya.


"Ku rasa harusnya Raisa lah yang harus berhati-hati dan lebih baik lagi jika dia tidak mencoba mencari masalah dengan Marisa, kau juga sudah lihat sendiri kan bagaimana kemampuannya menjatuhkan lawan dengan ucapan? Dan jika dengan cara baku hantam pun, tidak mungkin Raisa menang dari si Bebek Kuning itu." Ujar Kenzo yang entah sadar atau tidak jika dirinya itu kini tengah memuji Marisa.


"Kau benar... tapi tetap saja Marisa harus berhati-hati, kau tahu sendiri kan seberapa liciknya ulet keket itu? Tapi ya semoga saja seperti yang kau bilang."


Baru saja Kenzo akan memejamkan matanya, dia pun di kejutkan dengan suara telefon miliknya yang bergetar di atas meja.


Drtt!!


Drtt!!

__ADS_1


Drtt!!


__ADS_2