
Cklak!
Dia menatap ke arah pintu dengan raut wajah terkejut, kemudian berusaha bangkit dan duduk.
"Tidak usah duduk, berbaring saja," ujarnya.
"Kenapa kau datang?" tanyanya dengan nada yang terdengar tidak bersahabat.
"Mama yang memintaku datang. Dia bilang kau sakit sejak semalam, dan memintaku untuk menjagamu. Mama bilang dia ada urusan ke luar kota bersama Ayah selama beberapa hari, dan Azka juga sedang ada pekerjaan penting yang tidak bisa dia tinggal. Jadi Mama memintaku untuk menginap dan merawatmu sampai dia pulang," jelas Gea yang panjangnya sudah melebihi panjang antrian raskin.
Arka meraup kasar wajahnya. Bagaimana bisa mamanya malah menyuruh Gea untuk menjaganya? Yang ada dialah yang harus menjaga Gea, bocah ceroboh ini! Benar-benar keputusan yang gila.
Dan apa-apaan itu, kenapa Gea dengan lancarnya memanggil kedua orang tuanya dengan sebutan Mama dan Papa? Apa yang sebenarnya gadis ini pikirkan? Benar-benar membuat Arka semakin pusing. Jika begini caranya, bukannya sembuh, yang ada dia malah akan semakin sakit.
Gea yang sepertinya tidak perduli dengan wajah Arka yang jelas merasa keberatan, dia justru tersenyum manis dan ceria pada Arka.
Dia bahkan mengambil bungkusan yang di bawanya, untuk Arka.
"Aku membelikanmu bubur tadi, ayo makan dulu. Setelah makam kau harus minum obat," ujarnya. Arka baru saja akan memprotes Gea, tapi Gea langsung menyela, "Ini perintah Mama. Dan Mama juga bilang... kalau kau tidak menurut, aku boleh menggunakan caraku untuk membuatmu menurut," sambung Gea sambil nyengir kuda dan memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi itu.
"Memangnya kau bisa memaksaku? Kalau aku bilang aku tidak mau makan, maka tidak ada yang bisa memaksaku!"
Gea menghela nafas panjang. Pantas saja Mentari mengizinkannya untuk menggunakan caranya sendiri, jika Arka tidak menurut. Karena ternyata, Mentari sudah memperkirakan semuanya. Dia tau kalau Arka sangat sulit di atur, apalagi jika dia sedang sakit.
Lalu apa yang bisa Gea lakukan? Bagaimana caranya agar Arka mau makan bubur yang dia bawa? Setelah berpikir cukup lama, Gea akhirnya menemukan sebuah ide.
Gea memasukkan sesuap bubur yang di bawanya, ke dalam mulutnya sendiri.
__ADS_1
"Cih! Kau membawakan makanan untukku, tapi malah kau makan sendi—" mata Arka membulat sempurna seketika itu juga.
Bagaimana tidak? Gea tiba-tiba saja menyatukan bibir mereka, dan menyuapkan bubur itu pada Arka secara paksa, dari mulut ke mulut, dan membuat Arka terpaksa menelannya.
Arka mematung. Dia benar-benar seperti kehilangan jiwanya, dan entah kemana jiwanya itu lari. Hingga dia benar-benar tak bergerak sedikitpun, bahkan dia seperti lupa cara berkedip dan bernafas.
Gea yang merasa sudah berhasil pun, melepaskan tautan bibir mereka dan tersenyum penuh kemenangan. Tampaknya dia sama sekali tidak merasa, bahwa apa yang baru saja dia lakukan itu gila, benar-benar gila!
Dan bisa-bisanya dia masih tersenyum dengan begitu polosnya? Oh tuhan, apa dia ini pura-pura bodoh, atau memang benar-benar bodoh?
Arka menatap tidak percaya pada Gea, setelah kesadarannya kembali. Namun Gea justru mengatakan sesuatu yang membuatnya, semakin menganga tidak percaya.
"Kau lihat? Aku sudah berhasil memaksamu, jadi kau harus makan atau aku akan melakukannya lagi!" ucap Gea dengan entengnya.
What!? melakukan hal itu, lagi? Apa gadis ini gila? Bagaimana bisa dia mengatakan hal sevulgar itu, dengan wajah yang super duper polos seperti ini? Benar-benar menyalahgunakan ekspresi wajah!
Dalam hatinya, Arka berteriak dan meminta, bisakah dia menghilang saja saat ini? Bisakah dia tak usah lagi melihat wajah gadis di hadapannya itu? Bisakah dia lepas dari perasaan campur aduk di hatinya saat ini?
"Ayo makan!" Gea kembali menyendok bubur dan menyodorkannya pada Arka. Namun Arka sepertinya masih terlalu terkejut dengan apa yang Gea lakukan tadi, dan membuatnya tidak merespon sama sekali ucapan Gea. Mulutnya tertutup rapat, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Gea mendesah pasrah. sepertinya dia benar-benar harus menggunakan cara itu, lagi! Dia pun memakan bubur itu dan mendekat pada Arka.
Namun Gea terkejut saat Arka tiba-tiba saja menarik dirinya dan membuat tubuh mereka tak berjarak. Dengan cepat, Arka menyatukan kembali bibir mereka, bahkan dia menekan tengkuk Gea untuk membuat ciuman itu semakin dalam.
Gea yang tidak mahir, alias amatir dalam hal semacam ini pun hanya bisa diam dan membeku. Jangankan membalas ciuman Arka, bahkan bernafas pun dia lupa.
Gea memang tidak pernah berpacaran sejak lahir, alias jomblo sejak lahir seperti sobat karibnya, Marisa. Jadi dia sangat awam dalam hal semacam ini, dan dia benar-benar tak tau apa yang harus dia lakukan?
__ADS_1
Dia memang menyukai laki-laki di hadapannya itu. Tapi membalas ciuman Arka padanya? Itu tidak mungkin, karena dia bahkan tidak tau caranya.
"Bernafaslah!"
Di tempat lain...
Raisa dan Kenzo pun masuk ke dalam sana, dan Raisa dengan cepat mengunci kamar itu dan membuang kuncinya ke tempat sampah. Sedangkan Kenzo langsung berlari menuju ke kamar, setelah dia masuk ke sana.
Dan Raisa pun menyusul masuk ke dalam kamar itu, dan melakukan hal yang sama pada kunci kamar itu dan membuat Kenzo bertanya-tanya apa yang dia lakukan?
"Raisa, di mana Marisa?! Kenapa kau menutup pintunya!?" tanya Kenzo dengan marah, namun Raisa menyadari jika rencananya sudah selangkah lebih dekat saat dia melihat Kenzo seperti kepanasan.
Kenzo yang sepertinya menyadari sesuatu pun, langsung bertanya pada Raisa. Barang apa yang dia masukkan ke dalam air mineral tadi? Dan Raisa pun hanya tersenyum tipis, sebagai jawaban.
Raisa berjalan mendekat pada Kenzo dan mulai menyentuh dada pria itu dengan begitu menggoda. Dia bahkan mulai melepaskan pengait gaunnya, dan membuat bagian atasnya terlihat, karena hanya menyisakan Bra saja.
"Ken... apa kau merasa tidak nyaman? Mau ku bantu?" rayunya pada Kenzo dengan begitu berani.
"Kau!? Apa ini rencanamu!? Dasar wanita murahan! Aku tidak sudi menyentuhmu!" seru Kenzo dengan amarah yang semakin meninggi.
"Ayolah Kenzo... jangan jual mahal lagi. Aku tau kau menginginkanku saat ini, ayo... sentuhlah, dan kau akan merasa lebih baik." Raisa dengan gila menggoda Kenzo, dan Kenzo juga nampak mati-matian menahan sesuatu dalam dirinya.
...********...
...Omo! Omo! Omo! Kenapa malah pada adegan hot-hot pop berjamaah sih...!?🥵😤🥵...
...Eling atuh eling... ...
__ADS_1
...Ini masih pagi, mending ntar malem aja🙊🙈🤣...