My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 67


__ADS_3

...Di saat perjuangan dan kasih sayang sudah tidak lagi di hargai, di saat itu juga kata selamat tinggal akan menjadi yang terbaik untuk di ucapkan....


...By : Rosemarry...


...*****...


"Aarrghhh...! Kenapa dia tadi bisa bertindak segila itu?!" Kenzo mengacak rambutnya dengan frustasi. "Seharusnya dia menghindar bukan malah menarikku dan berbicara di telingaku! Untung saja aku masih bisa menahannya, kalau tidak... bisa kupastikan kau akan ku makan saat ini juga!"


Kenzo meraih telefon di atas meja kerjanya dan menghubungi Arka.


"Arka, kirimkan uang bonus untuk Marisa."


"Uang bonus? Uang bonus untuk sebuah ciuman?! Yang benar saja, kalau dengan seperti itu bisa dapat bonus aku juga mau. Cium aku sebanyak apapun yang kau mau, asal bonusnya sesuai." Seloroh Arka yang sengaja menggoda Kenzo.


"Apa kau sangat ingin segera bertamu ke hutan Amazon, Arka?"


"Hehe, just kidding Kenzo. Memangnya urusanmu dan Marisa sudah selesai, kenapa sudah meneleponku?"


"Bisakah kau tidak banyak bertanya seperti petugas sensus? Cukup lakukan apa yang ku minta, dan setelah itu kau bisa diam."


"Astaga Kenโ€”"


Tut...


Tut...


Tut...


"Damn! Teman nggak ada akhlak! Giliran udah dapet cewek temen di buang kayak permen karet, habis manis sepah di buang." Umpat Arka sambil menendangi layar ponselnya.


Ting!


Marisa merogoh sakunya dan mengeluarkan benda pipih miliknya, "Wow akhirnya...! Bisa makam sepuasnya nanti malem." Dia pun menelepon Maria.


"Ada apa? Tumbenan telfon gue?"


"Gue mau ajakin lo makan sepuasnya nanti malem, mau nggak?"

__ADS_1


"Widih... abis ketiban durian runtuh lo?"


"Hehe... gue baru dapet bonus dari bos gue, jadi gue mau traktir lo. Oh iya, sekalian ajak si Johan aja."


"Boleh tuh, mau makan dimana?"


"Di warung makan akhirat maknyus."


"Ok siap."


Setelah itu Marisa pun mematikan ponselnya.


"Dia telfon siapa, apa seorang pria? Dan... makan malam, apa itu kencan?" batin Kenzo mendengar pembicaraan Marisa dari balik pintu.


Tadinya dia mau keluar dari ruangannya, tapi dia urungkan kala mendengar Marisa tengah menelepon seseorang.


"Astaga...! Tadi gue lupa bilang ke Maria kalo gue harus jemput Gea dulu." Batin Marisa yang kemudian mengetikkan sebuah pesan untuk Maria, dan memintanya untuk menunggu di tempat makan itu lebih dulu.


Sedangkan Kenzo juga mengetikkan sebuah pesan lewat ponselnya.


Ting!


Meskipun bingung, Arka tetap memberitahukan lokasi tempat makan itu pada Kenzo.


Akhirnya jam pulang kerja pun tiba, dan seperti biasa... Marisa mengantar Kenzo ulang lebih dulu dan setelah itu barulah dia pulang untuk menjemput Gea.


"Gea..." Marisa masuk ke dalam rumah dan mencari Gea yang ternyata sedang asyik menonton televisi sambil ngemil syantik. "Astoge... ini bocah bener-bener dah, ngemil mulu kerjaannya." Gumamnya sambil geleng-geleng kepala.


Gea yang mendengar suara langkah kaki mendekat pun menolehkan kepalanya, "Eh lo udah pulang Mar, hehe... maaf ya cemilan lo di kulkas gue abisin." Gea memamerkan deretan giginya.


"Haha hehe haha hehe nggak sekalian itu sama kulkas-kulkasnya lo cemilin?" celetuk Marisa.


"Ya enggak lah! Lo kira gue pemain debus, yang hobinya garotin besi?!" jawab Gea dengan bibir manyunnya.


"Udah buruan ganti baju!"


"Ganti baju? Emang kita mau kemana?"

__ADS_1


"Makan, emang lo nggak laper?"


"Makan? Skuy lah, gue ganti baju dulu." Gea pun segera berlari ke kamar untuk berganti pakaian, dan begitu juga Marisa.


Sedangkan kini Kenzo tengah duduk manis di mobilnya.


"Ini kita mau kemana, tuan?" tanya Pak tejo.


"Ke jalan Xx pak, rumah makan akhirat maknyus."


"Baik tuan."


"Marisa, awal aja kalau sampai kau berani bertemu dengan seorang pria! Kau akan tau apa akibatnya!" batin Kenzo.


Kenzo menatap ke arah melalui jendela mobilnya, namun lagi-lagi dia melihat pemandangan yang menyakitkan mata.


Di dalam sebuah mobil yang menyalip mobilnya, tampak seorang pria dan wanita yang tengah mengobrol sambil bercanda tawa ria bersama.


"Pria itu lagi!?" Tangan Kenzo mengepal erat dengan giginya yang sudah bergemelatuk menahan kesal, "Pak Tejo, terus ikuti mobil itu."


"Eh? Kita tidak jadi ke rumah makan itu, tuan?"


"Ikuti saja pak, mobil itu juga sepertinya menuju ke sana."


"Oh, baik tuan."


Akhirnya pak Tejo pun sengaja terus berada di belakang mobil itu.


"Lihat apa yang akan ku lakukan padamu setelah ini, bebek nakal!" batinnya.


Setelah beberapa menit mengikuti mobil itu, akhirnya mobil yang Kenzo ikuti pun berbelok ke sebuah rumah makan. Setelah mobil terparkir rapi, pria yang berada di dalam mobil itu pun keluar dan membukakan pintu untuk wanita di sebelahnya.


"Sial! Sebenarnya apa hubungan mereka?!" geramnya dalam hati.


Kenzo pun turun dari mobilnya dan menyusul kedua orang itu dengan langkah cepat.


Grep!

__ADS_1


__ADS_2