
...Jangan lupa like, komen dan amunisinya ya guys 😘😘😘😘😘...
...*********...
Marisa dan Maria pun kini sudah sampai di mansion Marisa, dan sedang beristirahat di kamar Marisa sambil menonton film action favorit Marisa, "Fast And Furious"
Mereka menonton sambil berbincang ringan.
"Mar, lo tau nggak sih rencana apa yang laki lo mau jalanin? Gue kan cuma di kasih tau sama dia aja, kalau dia sebenarnya itu anak orang kaya. Tapi semua hartanya jatuh ke tangan ayah tirinya, jadi dia harus ambil balik semua itu buat menghidupi lo sama anak lo." ujar Marisa panjang lebra, "Dan gue bahkan ngga tau, keluarga mana yang dia maksud itu. Sekaya apa keluarga Johan juga gue nggak tau, dan gue penasaran aja. Apa lo di kasih tau semuanya sama Johan? Atau lo juga cuma di kasih tau lo sama kayak apa yang dia kasih tau ke gue?"
"Ehm... Dia kasih tau gue lebih detail sih Mar."
Mata Marisa berbinar seketika itu juga. Mendengar Maria yang Ternyata tau lebih banyak dari yang dia tau tentang Johan. Marisa yang juga tau kadar kepo tingkat dewa twin durjananya itu pun, akhirnya memilih untuk menceritakan semuanya pada Marisa.
Dia berpikir mungkin saja dengan memberitahu Marisa detailnya, dia dan Kenzo bisa membantu Johan jika dia mengalami kendala dalam rencananya.
"Jadi Johan itu kakaknya Dimas."
"Dimas? Dimas siapa?" Marisa mengernyit. Pasalnya dia tau siapa itu Dimas, padahal mereka baru saja membaha orang itu dalam rencana mereka.
"Dimas yang itu, yang temen enak-enaknya si Raisa, nenek gayung itu. Tepatnya sih si Dimas itu adik tirinya Johan. Jadi dulu itu Johan awalnya nggak tahu, kalau ibunya Johan nikah sama ayahnya pas dia masih kecil. Jadinya dia ngga tau kalau ayahnya itu, ayah tiri. Terus ibunya meninggal karen sakit, dan semenjak itu perlakuan ayah Johan sam dia itu berubah total. apalagi semenjak kedatangan ibu tirinya."
__ADS_1
Marisa mendengarkan Gea bercerita dengan mata melotot. Dia benar-benar belum bisa percaya jika seorang Johan ternyata sangat kaya raya. Siapa juga yang tidak tau keluarga Bruge, pemilik King Jewelry. Keluarga terkaya kedua setelah keluarga Alexander, yang kini sudah menjadi keluarganya.
Bagaimana bisa seorang Johan yang terlihat begitu sederhana selama ini, ternyata adalah miliarder tersembunyi. Dan bahkan kini dia sudah menjadi kakak iparnya. Dia bahkan masih belum bisa percaya, dia memiliki seorang suami yang begitu kaya, lalu memiliki keluarga yang juga kaya meskipun tidak sekaya Kenzo. Dan kini dia juga memiliki kakak ipar yang kaya? Astaga mimpi apa mereka berdua bisa mendapatkan suami yang sangat kaya.
Meskipun begitu mereka tidak pernah memandang suami mereka melalui hartanya. Maria sendiri bahkan tidak keberatan jika dia hidup sederhana seperti sebelumnya. Tapi Johan mengatakan dia harus mengambilnya, bukan hanya demi kehidupan mereka agar lebih baik lagi. Tapi juga karena dia tak ingin hasil jerih payah ibunya, di ambil begitu saja oleh orang yang sudah membuatnya meninggalkan dunia ini. Dia tidak sudi!
"Dia di perlakuin buruk sama keluarganya sendiri, bahkan dia tidur di gudang bukan kamar. Dia sering di kasih makanan sisa sama si ibu tiri, dan ayah yang masih belum dia tau kalau itu ayah tiri juga seolah nggak perduli gitu sama penderitaan dia. Bahkan si Dimas itu juga ikut-ikutan sering ngerjain Johan, dan buat Johan tambah menderita."
Marisa kesal mendengar hal itu. Dia paling tidak suka dengan penindasan. Apalagi penindasan dalam keluarga, sangat menjijikkan! Tapi dia juga masih sulit percaya dengan itu. Pasalnya Johan yang selama ini dia kenal, sangat periang dan suka bercanda dengannya. Dan tanpa orang lain ketahui, ternyata dia pernah punya masalalu yang begitu menyedihkan. Masa lalu yang sangat menyayat hati orang yang mendengarnya.
"Terus?" tanya Marisa, karena Maria berhenti bercerita dan malah menarik nafasnya dalam-dalam.
"Johan denger obrolan ayahnya sama ibu tirinya itu soal ibunya."
"Ibu tirinya itu pengen ayahnya Johan ngusir si Johan dari rumahnya, karena Johan bukan anak kandung Mahesa, ayahnya Dimas. Dan lebih parahnya lagi, mereka membahas soal pembunuhan ibunya Johan dan pengalihan semua aset milik ibunya Johan ke tangan ayah angkatnya."
Mata Marisa membelalak mendengarnya. Bagaimana bisa ibunya Johan yang di vonis meninggal karena penyakit, ternyata adalah korban pembunuh berencana dari ayah angkatnya sendiri dan seorang pelakor jahanam.
Marisa tidak habis pikir, ternyata kisah hidup Johan lebih rumit dari pada sinetron kesayangan ibuk-ibuk di televisi. Penuh dengan bawang yang membuat pendengarnya menangis dan juga penuh dengan gas yang membuat api kamarahan pendengarnya semakin besar.
"Ya ampun gue nggak nyangka cerita hidup laki lo rumit juga ya. Gue jadi kasihan sama dia. Tapi gimana bisa dia seceria itu di depan kita selama ini, sambil nutupin jati dirinya."
__ADS_1
"Entahlah Mar, gue juga nggak tau apa yang musti gue lakuin. Gue pengen bantu Johan, tapi gue aja nggak ngerti apa-apa tentang bisnis. Gue nggak bisa bantu Johan, jadi gue mohon sama lo, kalau Johan butuh bantuan lo harus minta Kenzo buat mau bantuin dia ya, Mar."
"Iya iya, lo tenang aja. Tanpa lo minta juga Kenzo kan udah bilag ke Johan, kalau dia butuh bantuan, laki gue pasti bakal bantuin laki lo."
Maria pun memeluk erat Marisa dan begitu pula sebaliknya. Mereka saling berpelukan untuk saling menguatkan
"Jadi lo juga tau rencana apa yang lagi Johan jalanin sekarang ini?"
"Dia sih bilang kalau tinggal step-steo terakhir aja. Dia udah dalam proses akuisisi perusahaan mendiang ibunya, mungkin sidangnya beberapa hari ke depan."
Marisa pun mencoba membuat Maria tenang. Setidaknya dia percaya dengan kemampuan dsn kepandaian Johan, yang dis rasa bahkan lebih dari cukup untuk membuat apa yang ia inginkan itu tercapai.
Marisa pun mengangguk dan menghapus air mata di pipinya. Meskipun dia juga percaya dengan kemampuan dan persiapan Johan yang matang, dia tetap merasa cemas. Karena jikapun Johan memenangkan sidang dan mendapatkan kembali perusahaan dan semua aset ibunya, ayah angkatnya, Mahesa, pasti tidak akan diam saja.
Dia sangat takut jika Mahesa akan membalas dendam pada Johan, dan mencelakai Johan. Dia sangat takut kalau sampai hal itu benar-benar terjadi pada suaminya. Tapi perkataan Marisa cukup membuatnya lebih tenang saat ini.
...*********...
...Tenang aja Markonah... babang Johanku itu pinter kuat dan tangguh kok.🤠Jadi nggak usah di khawatirin.😘...
...Pantesan Marisa suka banget kebut-kebutan, orang sukanya nonton film fast and furious. 🤣🤣🤣...
__ADS_1
...Lagian ada author yang sudah siapin centong dan panci sebagai senjata buat lawan si Mahesa Arihat alias ayah tiri jahat itu!😤😤😤...