
..."Tuhan menciptakan manusia dengan hati dan jantung. Maka jangan menjadi tidak berperasaan seperti pohon pisang, karena mereka hanya memiliki jantung tanpa ada hati yang melengkapinya."...
...By: Rosemarry...
...*****...
"Bagaimana dia bisa bicara, kepalanya itu sedang dalam mode hank!" Kenzo pun menarik wajah Marisa dan kemudian mencium bibir tipis nan sexy itu.
Semua mata yang tengah menikmati pertunjukan gratis itu pun melongo tidak percaya, seorang Kenzo Alexander yang terkenal anti wanita dan bahkan membuatnya sempat di gosipkan sebagai seorang gay.
Namun saat ini, di depan mata mereka, dia justru tengah mencium seorang gadis di depan mata semua orang yang ada di ruangan itu.
"Wow! Ini moment langka, harus di abadikan!"
Ckrak!
Ckrek!
"Pertunjukan tidak terduga!"
"Apa itu benar-benar tuan Kenzo Alexander yang itu? Tolong cubit aku, kurasa aku sedang bermimpi."
Dan masih banyak lagi tanggapan demi tanggapan para tamu undangan yang ada di sana.
Sedangkan saat ini kedua pemeran utama itu tengah saling pandang satu sama lain dengan penuh arti.
"Sialan! Kenapa aku jadi berinisiatif mencium si Bebek Kuning!? Kenapa aku marah saat Antonio menyentuhnya!?" rutuk Kenzo dalam hati.
Deg!
Deg!
Deg!
Deg!
__ADS_1
Debaran jantung keduanya, kini tenga berdetak dengan sangat cepat. Seolah sedang memainkan musik DJ di dalam sana.
"Jantung gue! Oh no...! Apa gue kena penyakit mematikan? Kenapa jantung gue jadi goyang disko begini!?" jerit Marisa dalam hati yang merasakan jantungnya seolah berusaha melompat keluar dari dalam tubuhnya.
Mereka pun segera mengakhiri adegan yang membuat para johan alias jomblo kasihan menangis di buatnya.
"Grey! Tutup rapat mulut semua undangan yang hadir hari ini. Jangan sampai berita ini menjadi trending besok, bungkam juga seluruh awak media yang hadir!" titahnya dengan nada yang tak bisa di bantah.
"Baik, tuan." Pria bernama Grey itu pun mengiyakan perintah tuannya, yang tidak lain adalah ayahnya Raisa.
"Kenzo! Bagaimana bisa kau melakukan ini padaku?!" seru Raisa.
"Aku?" kenzo menunjuk pada dirinya sendiri, "Apa yang kulakukan padamu? Aku hanya mencium pacarku, apa itu salah?" sambungnya dengan wajah acuh.
Bak penggalan kalimat di film yang oernah booming, "Apa yang kamu lakukan ke saya itu, jahat!" ai mata pun mengalir dari sudut mata Raisa.
"Aku harus membawa anak sialan itu pergi, kalau tidak reputasiku akan semakin hancur karena tindakan bodohnya!" umpat pria yang tengah menatap nyalang ke arah Raisa berdiri dengan wajah dan bajunya yang sudah kotor terkena noda kue.
Pria itu pun melangkah mendekati Raisa, untuk segera membawa gadis itu mengakhiri kekonyolan yang dia buat di acaranya sendiri, kekonyolan yang membuat dirinya sendiri malu dan image yang sudah dia bangun dan jaga selama ini pun ikut hancur seketika itu juga.
Grep!!
"Pa... Papa?" Raisa nampak kaget menyadari siapa pemilik tangan yang membuatnya kesakitan itu, bahkan rasa sakit di pergelangan tanganya kini seolah sirna dan berganti dengan rasa takut yang melandanya.
"Ikut papa, cepat!" titahnya dengan suara pelan namun tak menghilangkan hawa intimidasi dalam kata-katanya.
"Ta... Tapi pa?" Raisa pun menatap kembali ke arah Kenzo dan Marisa, berharap papanya mengerti dan bersedia membantunya membalas wanita yang sudah mempermalukan dan membuatnya naik pitam itu.
"Sekarang, Raisa!" kini mata pria yang tak lain adalah Mahendra Wilson alias papa dari Raisa itu, sudah menyiratkan gurat kemarahan yang mampu membuat Raisa bungkam dan tak sanggup meneruskan ucapanya.
Raisa pun akhirnya hanya bisa menuruti ucapan papanya itu, dan pasrah dengan tanganya yang di tarik kasar oleh sang papa.
"Yaah... si Cumi udah udah di jemput sama bokapnya, gak seru lagi deh." Gumam Della, "Tapi gue gak nyangka ternyata tuh cewek kenal sama Antonio juga."
Namun tanpa Della sadari, raut wajah Stevy sudah berubah menjadi merah padam.
__ADS_1
Karena tak mendapat tanggapan dari Stevy, Della pun menoleh pada temannya itu. "Stev lo kok diem a—" Kalimat Della pun terhenti kala ia mengingat sesuatu, "Stev, lo— gak apa-apa kan?" tanyanya dengan hati-hati.
"Menurut lo?!"
Della baru ingat kalau temanya si Stevy itu sudah menyukai Antonio sedari dulu, namun sayangnya cintanya itu hanya berbalas angin alias bertepuk sebelah tangan.
"Ehm... Stev, lo tenang dulu ya. Jangan sampai lo bertindak gegabah kayak si Cumi, lo udah liat sendiri kan tuh cewek bukan lawan yang enteng. Kalau lo gegabah bisa-bisa lo juga bakal nanggung malu kayak si Cumi." Della pun menasihati Stevy.
Stevy pun mengangguk setuju, karena dia masih bisa berfikir jernih untuk tidak melakukan hal bodoh seperti yang baru saja Raisa lakukan. Yang pada akhirnya berimbas buruk pada imagenya sendiri yang hancur berantakan hanya dalam hitungan menit.
"Makasih lo udah ingetin gue Del, tadi gue emang sempet khilaf mau ngejambak tuh cewek. Dia kan udah sama si Kenzo, tapi kenapa Antonio dia embat juga!"
"Gue punya ide, lo mau denger ide gue nggak Stev?" Della pun mendapatkan sebuah ide yang menurutnya cukup brilian.
"Ogah! Lo kan suka ngaco kalo ngasih ide, bisa-bisa gue apes lagi kayak yang udah-udah gara-gara ide dari lo." Tolak Stevy yang sudah sangat sering mengikuti ide Della, namun 9 dari 10 ide karya Della selalu saja gatot.
"Ish! Makanya dengerin dulu baru komen, kalo lo nggak setuju ya nggak usah di lakuin gampang kan?" cebik Della dengan 'Bimolinya' alias bibir monyong lima senti yang bentuknya sudah seperti pantat ayam.
"Ya udah sini kasih tau gue, tapi awas aja ya kalo ide lo bego kayak biasanya!?" Stevy pun akhirnya mau mendengarkan ide dari Della.
"Jadi gini Stev—" Della membisikkan sesuatu ke telinga Stevy, dan beberapa saat kemudian senyum devil pun terbit di wajah Stevy.
"Tumben ide lo mantul." Puji Stevy.
"Iya dong, siapa dulu... Della gitu loh!" balas Della dengan menyombongkan dirinya.
"Hillih! Baru juga ini ide lo yang bagus, biasanya? ZONK!" ejek Stevy.
"Hehe..." kekeh Della sambil nyengir kuda dan memamerkan dua jarinya sebagai tanda damai.
"Haha hehe haha hehe, pamer gigi lo? Ntar kering tuh gigi baru tau rasa lo." Gurau Stevy.
"Jika sudah tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan, aku pergi dulu. Aku dan pacarku ini masih ada urusan lain. Selamat tinggal, Antonio." Kenzo berbalik sambil tersenyum mengejek pada Antonio.
Grep!!
__ADS_1