
..."Berkacalah!!...
..."Berkacalah agar kau tahu apa kekuranganmu dan agar kau tidak terus mencari kekurangan orang lain"...
...By: Rosemarry...
...*****...
Grep!!
"Aku ingin bicara denganmu, Marisa." Ucapnya, "Aku sudah berjanji, jika kita bertemu lagi aku tidak akan pernah melepaskanmu." Batinnya.
"Apa yang ingin anda bicarakan, tuan Antonio? Kita baru bertemu satu kali, jadi kurasa tidak ada hal penting yang perlu kita bicarakan bukan?" tanya Marisa.
Kenzo pun tersenyum miring ke arah Antonio, kala mendengar penuturan Marisa barusan.
"Cih! Dasar tukang ngibul!" batinnya, "Ngakunya aja temennya si Bebek Kuning, rupa-rupanya mereka baru ketemu satu kali?!"
"Kita memang baru bertemu satu kali. Tapi apa kau percaya dengan love at the first sight?" Marisa pun memutar keras otaknya mendengar ucapan Antonio.
"Love at the first sight? Kau tidak mungkin jatuh cinta padaku pada pandangan pertama kan, tuan Antonio?" Marisa berusaha menepis pikiran gila itu dari otaknya sambil tertawa hambar.
"Aku juga tidak tahu kenapa, tapi yang kau katakan memang benar adanya. Aku sudah menyukaimu saat pertama kali melihatmu."
"What!? Are you crazy, Antonio!? Kau tahu Marisa ini pacarku, tapi kau mengatakan hal itu di depan mataku!" Kenzo mencengkram kerah Antonio dan menatapnya dengan nyalang.
__ADS_1
"Why not? Seperti kata pepatah, sebelum janur kuning melengkung selama itulah masih ada kesempatan menikung." Balas Antonio dengan entengnya.
"Shitt!!" Kenzo pun hendak melayangkan bogem mentahnya pada Antonio, namun Marisa dengan cepat menahan tangan Kenzo.
"Don't do it, Kenzo!" seru Marisa.
Kenzo pun tersenyum kecut ke arah Marisa, "Why? Kau ingin membelanya?"
"No! Jangan sakiti tanganmu untuk hal yang tidak masuk akal seperti ini." Marisa berusaha menangkan bosnya itu, "Masih banyak mata dan kamera yang melihat kita di sini, jangan hancurkan reputasimu." Bisiknya tepat di sebelah telinga Kenzo.
"Baiklah, karena pacarku sudah berbicara begitu aku akan melepaskanmu kali ini. Tapi kau harus ingat tidak akan ada lagi lain kali, Antonio!" Kenzo pun berbalik dan hendak meninggalkan medang perang yang sudah di menangkan olehnya itu.
"Kali ini kau menang, Kenzo. Tapi tunggu saja tanggal mainnya, tak akan kubiarkan masa lalu yang membuatku menyesal terulang lagi kali ini!" batinnya.
Kenzo pun menolehkan kepalanya, "Oh iya, Antonio aku lupa satu hal. Sepertinya kau cocok dengan Raisa, kalian sama-sama terobsesi dengan milik orang lain." Imbuhnya dan kemudian kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan gedung itu.
"Eh? Tunggu aku!" Arka pun segera menyusul Kenzo dan Marisa.
"Ya ampun!! Apa yang tuan Antonio lakukan? Semoga saja tuan besar tidak memecatku setelah ini." gumam Denis yang berada tidak jauh dari Antonio.
Setelah mereka keluar dari gedung dan memasuki mobil, pak Tejo pun segera menancap gas kendaraannya meninggalkan kawasan itu.
Suasana di dalam mobil pun kembali sunyi, dan kedua pemeran utama adegan hari ini juga kembali saling diam.
"Canggung banget...! Kenapa gue harus segila itu sih tadi...? Oh my god, kayaknya gue bakal pakai ****** buat nutupin kepala abis ini kalau lagi di deket si Muktar, huftt!!" ucap Marisa dalam hati.
__ADS_1
Dan tidak berbeda jauh pula dengan Kenzo, dia pun juga sama canggungnya dengan Marisa.
"Sial! Kenapa gue bisa semarah tadi sampe nekat nyium si Bebek Kuning coba?!" rutuknya dalam hati, namun dia masih tetap mempertahankan wajah datar dan dinginnya.
"Kenapa kalian berdua jadi saling di—"
"Diam!" seru Kenzo dan Marisa bersamaan memotong perkataan Arka.
"Wow! Sekarang kalian sudah sekompak ini ya?" goda Arka.
"Arka..."
"Hehe... damai." Arka mengangkat dua jarinya sambil nyengir kuda.
Kenzo pun hanya memutar jengah bola matanya dan kembali mengalihkan pandangannya ke arah luar.
Kruyuuuuk...
"Damn! Kenapa perut gue harus dangdutan di saat kayak gini sih?!" rutuk Marisa pada dirinya sendiri dalam hati.
Pak Tejo dan Arka yang mendengar suara perut Marisa yang tengah meraung itu pun berusaha menahan tawa mereka.
"Pak Tejo, mampir ke restoran biasa." Titah Kenzo, "Jangan kegeeran, aku mau ke sana karena aku lapar bukan karena suara perutmu yang seperti geledek itu." Sambung Kenzo yang auto meruntuhkan segala pujian yang sudah Marisa ucapkan tadinya.
"Dasar!!" seru Marisa dalam hati.
__ADS_1
Di sisi lain...
Plak!!