My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 144


__ADS_3

...Jangan lupa like, komen, dan amunisinya ya my bestieee😘😘😘...


...*********...


Keesokan paginya, Marisa dan Maria sudah siap untuk menjalankan rencana mereka. Begitu pula dengan Johan dan Kenzo, yang juga sudah bersiap dengan scene yang Marisa atur untuk mereka jalankan nantinya.


Seperti yang Marisa dengar dari langsung dari mulur Raisa kemarin, ketiga orang lainnya pun menuju ke tempat yang sudah dia atur sebelumnya. Dan Marisa sengaja keluar dari rumahnya dengan mengendarai motor kesayangannya.


Dan benar saja, belum lama dia keluar dari gerbang mansionnya, sudah ada sebuah mobil hitam yang jelas sedang mengikutinya.


"Cih! Dasar bodoh!" gumam Marisa yang langsung menaikkan kecepatan laju kendaraannya, dan mobil itu juga tampak menambah kecepatan kendaraan mereka.


Di tengah jalan, Marisa sengaja membawa motornya ke tempat yang sangat sepi. Dan gilanya, dia justru berhenti dan tampak menunggu orang-orang yang ada di dalam mobil itu keluar dari sana.


"Punya nyali juga lo!" ujar salah seorang dari mereka, saat turun dari mobil.


"Nyali gue bahkan lebih gede daripada badan lo," jawab Marisa dengan santainya.


"Sombong banget nih cewek, tapi bagus juga. Bos cuma suruh kita habisin nih cewek, tapi nggak bilang harus kita apain. Kayanya kita buat main dulu seru nih." Sahut yang lainnya.


"Kalau soal itu harus liat, kalian mampu atau enggak? Jadi jangan banyak ba*cot, sini maju!"


Marisa tampak meregangkan otot-ototnya sebelum memulai aksi salam olahraganya.


Mereka semu tampak marah, dengan kesombongan Marisa. Mereka berfikir kalau mereka pasti akan menang, karena jumlah mereka lebih banyak, dan lagi musuh mereka hanya satu dan itupun seorang gadis.


Mereka meremehkan Marisa dan hanya menyuruh satu orang untuk maju dan menyerang.

__ADS_1


"Lo, maju!" titah salah satu dari mereka, yang tampaknya adalah pemimpinnya.


Tanpa basa-basi, orang yang di tunjuk pun maju dan mulai menyerang Marisa dengan membabi buta.


Marisa bahkan sempat ingin tepok jidat melihat cara bertarung orang ini, yang menurutnya sangat sembarangan.


"Ini yang kalian sebut bertarung? Astaga... ini namanya ngamuk bukan gelud, oke? Sekalian aja gue kasih les private buat kalian semua."


Marisa justru menghina orang-orang itu dengan cara yang begitu epic. Dia hanya terus menghindari pukulan pria di hadapannya itu, tanpa membalas sama sekali. Hingga pria itu nampak kelelahan, dan teman-temannya yang lain merasa sangat marah dan malu di saat yang sama.


Bagaimana bisa mereka malah di permainkan dengan begitu memalukan, oleh gadis yang mereka anggap remeh? Mereka benar-benar merasa terhina dengan kata-kata Marisa yang ingin memberikan mereka les private, dalam hal berkelahi alias baku hantam. Itu benar-benar menghina profesi mereka sebagai preman bayaran.


"Sialan! Lo itu cuma tau ngehindar doang, tapi cara lo ngomong udah setinggi langit! Gue jadi makin penasaran, gimana rasa mulut pedas lo itu, bocah!" serunya pada Marisa.


"Maaf paman, tapi jangan panggil gue anak kecil, bocah atau apapun itu. Karena gue punya nama, nama gue adalah dewi kematian!"


Seketika itu juga jeritan kesakitan terdengar dari pria yang terluka itu, dan pria lainnya juga sempat terlonjak kaget dengan kekuatan Marisa. Bagaimana bisa dia membanting pria yang berat badannya mungkin dua kali dari berat badannya sendiri, dengan begitu mudah? Benar-benar wanita bar-bar yang haqiqi.


"Kenapa? Takut? Kalau begitu, maju saja bersamaan. Jadi kalian bisa lebih punya nyali, dan gue juga sekaligus bisa menghemat waktu gue yang sangat berharga ini. Kalian tau kan? Time is money!" ucap Marisa dengan tangan yang dia silangkan di depan dada, dan senyum devil yang begitu mematikan.


Beberapa pria itu bahkan sempat mundur satu langkah tanpa sadar, dan hal itu membuat pemimpin mereka marah.


"Kalian takut?! Kalau iya, pulanglah dan ganti celana kalian dengan rok! Kalau perlu sekalian saja kalian pakai BH dan lingerie! Dasar pengecut!" Semangat para preman itu pun kembali terbakar, "Ayo serang!"


Tanpa banyak basa basi, preman-preman itu pun segera melancarkan serangan dengan mode solo Vs Squad.🀣


Marisa menghindari satu orang dan menyerang yang lainnya, begitulah cara dia untuk mengimbangi lawan-lawannya. Dan bahkan jika di lihat, Marisa lah yang berada dalam posisi yang unggul.

__ADS_1


Preman-preman itu tampak sangat kewalahan menghadapi Marisa yang bermain solo. Padahal mereka sudah bermain curang dengan menggunakan mode Squad alias keroyokan, tapi mereka masih saja kalah, benar-benar sangat memalukan dunia perpremanan.🀣 Kenapa dunia perpremanan? Karena mereka bukan pesilat, jadi bukan dunia persilatan.🀣


Sang bos preman pun menjadi sangat malu dan marah besar. Dia mengeluarkan sebuah pisau lipat dari dalam jaketnya, dan menyembunyikan benda tajam itu di belakang punggungnya.


Dalam otaknya, tidak masalah jika harus langsung membunuh Marisa di tempat. Asalkan tubuhnya masih hangat, maka mereka masih bisa bermain dengan Marisa, meskipun dia sudah menjadi mayat. Baginya itu tidak masalah. Dan itulah yang ingin dia lakukan saat ini.


Marisa masih sibuk dengan lima orang lainnya, yang masih terus menyerangnya tanpa henti. Untung saja Marisa terlatih secara fisik, sehingga dia mampu bertahan cukup lama menghadapi pengeroyokan ini.


Dan karena tubuhnya yang ramping itu juga membuatnya lebih gesit dalam menghindari serangan. Hal itu menjadi keunggulan dan juga keuntungan bagi Marisa, meskipun dalam situasi genting semacam ini. Marisa yakin seratus persen, dia dapat mengalahkan para preman itu. Lagipula jumlah mereka juga tidak terlalu banyak.


Pukulan demi pukulan terus melayang ke arah Marisa, dan selalu berhasil Marisa hindari. Namun pukulan, tendangan dan sikutan yang Marisa lontarkan, tak pernah luput dari sasarannya.


Saat mereka sudah benar-benar kelelahan, Marisa pun mengeluarkan tendangan dan sikutan pelumpuhnya. Dia menendang dan menyikut tengkuk satu persatu preman itu, dan berhasil membuat mereka pingsan. Hingga kini hanya tinggal dirinya dan si bos preman itu.


"Kenapa lo diem aja? Anak buah lo udah tepar semua. Apa jangan-jangan lo terlalu takut, makanya nggak berani maju?" Marisa dengan sengaja memancing amarah si bos preman itu, dengan mulut mematikannya. Seperti kata pepatah, setajam-tajamnya pedang, masih lebih tajam lidah manusia.


"Sialan! Gue habisin lo!"


Dengan cepat bos preman itu menerjang maju, dan Marisa juga bersiap untuk menghalau serangannya. Namun ternyata bos preman itu mengeluarkan pisaunya saat dia sudah dalam jarak yang begitu dekat dengan Marisa, hingga akhirnya...


Jleb!


...*********...


...Waduh waduh waduh! Udah mainnya solo Vs Squad, tapi masih aja curang! Bener-bener preman lucknut! 😀...


...Itu Marisa kenapa lo tusuk-tusuk? Lo kira dia sate?😈😈😀😀😀😀...

__ADS_1


...Enaknya orang kayak gini di apain nih guys? Di masak pedes, di kecapin atau di panggang?πŸ€£πŸ€”...


__ADS_2