
..."Satu hal yang perlu kalian ingat! Cintai diri kalian sendiri lebih dulu sebelum kalian mencoba untuk mencintai orang lain."...
...By: Rosemarry...
...******...
"Aw! Aw! Aw! Sakit..." Kevin pun menjerit sambil memegangi telinganya yang saat ini tengah di jewer oleh Kenzo.
Kenzo bertanya dengan menampilkan senyum devil di wajahnya, "Enak? Mau lagi?"
"Nggak makasih! Aku sudah kenyang nggak perlu nambah lagi!" Kevin pun memonyongkan bibirnya, "Lagian enak aja bilang bekas sunat gue belum kering! Rudal Balistik gue ini tuh udah siap tempur tau!"
"Heh biji kecambah! Fokus dulu sama kuliahmu! Jangan macam-macam sebelum kau lulus kuliah, atau aku akan mengirimmu ke hutan Amazon!" ancam Kenzo.
"No kak! Terimakasih banyak atas tawarannya, tapi ku rasa... aku belum siap untuk bertamu ke sarang Anaconda, dan say hallo sama Anaconda, Mamaconda, Bapaconda, dan anggota keluarga conda lainnya."
Kevin pun menjawab asal ancaman kakaknya, sambil nyengir kuda dan mengacungkan dua jari tangannya membentuk tanda piss.
"Tidur! Sekali lagi kau bicara, akan ku asuransikan mulutmu itu. Aku ngantuk!" Kenzo pun memutar tubuhnya membelakangi Kevin.
"Lagian siapa juga yang menyuruhmu tidur di kamarku? Sudah menjajah teritori orang masih saja protes!" gerutu Kevin yang tak lagi di gubris oleh Kenzo.
Namun bukannya tidur, Kenzo justru terbayang-bayang dengan sosok Marisa. Gadis yang sudah membuat moodnya hancur, dengan kesengklekannya itu.
"Jadi si Bebek Kuning itu namanya Marisa? Nggak cocok banget itu nama sama kelakuan bar-barnya itu!" batin Kenzo yang tanpa sadar menaikkan sedikit sudut bibirnya, "Baru kali ini gue nemuin cewek yang berani ngatain gue Muktar, terus nyumpahin gue nikah sama nenek lampir pula? apa-apaan coba itu, dasar Bebek Kuning!"
"Hachiu!"
"Kenapa gue mendadak bersin? Padahal gue lagi nggak pilek, apa ada yang ngatain gue di belakang gue?" gumam Marisa saat tiba-tiba saja bersin, "Ah bodo amat lah, mending gue tidur lagi. Besok kan gue masih harus bangun pagi buat interview."
Marisa pun kembali menarik selimutnya dan memejamkan mata, untuk bersiap menyelam ke lautan mimpi indahnya.
"Huh! Capek banget..." Maria yang baru saja sampai di depan rumahnya, terlihat sedang meregangkan tubuhnya yang terasa remuk redam.
"Jadwal hari ini bener-bener bikin tulang-tulang gue kayak baru di presto, lembek nggak bertenaga!"
__ADS_1
Cklek!
Maria pun membuka pintu rumahnya, melepas sepatunya dan masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai.
Maria menuju ke dapur untuk makan.
Saat membuka tudung saji, di sana sudah ada makanan yang Marisa siapkan untuknya.
Sebelum menikmati makan malamnya yang sudah lewat dari jamnya itu, dia memutuskan untuk mandi lebih dulu.
Setelah selesai mandi, Maria pun beranjak menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Cklak!
"Ya ampun nih bocah! Kenapa tidur lo berantakan gini sih?" gumam Maria saat baru saja membuka pintu kamarnya dan melihat Marisa yang tidur seperti babi.
Benar-benar tidak elegan sama sekali, kepalanya bahkan sudah berada di bawah dan justru kakinya yang kini sedang nangkring cantik dengan nyamannya di atas bantal.
Maria pun berjalan mendekati Marisa, kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh adik tercintanya itu.
"Kenyang." Maria mengelus perutnya yang sudah tak lagi keroncongan, dangdutan, dan konser rock itu.
Maria pun beranjak ke kamarnya, karena pulau kapuknya sudah melambai-lambai minta di huni.
Karena lelah Maria pun ikut berbaring di samping Marisa dan tidak lama kemudian, dia sudah terlelap dan menyusul Marisa yang sudah lebih dulu berkelana ke alam mimpi.
...*****...
Kring...
Kring...
Kring...
Maria menggoncang-goncangkan tubuh kembarannya, "Woy Marjan, bangun lo!"
__ADS_1
"Hoaaam... Ada apa sih Markonah, berisik banget! Gue tuh masih ngantuk tau!" seru Marisa tanpa membuka matanya yang terasa masih lengket dan berat.
"What! Lo nyalahin gue?! Harusnya tuh gue yang nanya ke lo, kenapa set jam weker sepagi ini?! Mana lo tetep aja nggak bangun lagi!" Maria pun mematikan jam weker itu dengan kesal.
Pasalnya ini sudah ke 3 kalinya jam itu berbunyi, dan mengganggu tidurnya. Namun si pelaku yang mengatur jam weker itu, tak kunjung terbangun dari tidurnya.
"Sial! Gue lupa, gue ada interview kerja hari ini Markonah, untung lo bangunin gue! Thanks ya, muach! muach! muach!" Marisa pun mencium pipi Maria kanan kiri.
Kemudian dengan terburu-buru, dia berlari masuk ke kamar mandi setelah menyambar handuk miliknya.
"Hah? Interview kerja?" Maria lupa, kalau Marisa sudah mengatakan hal itu padanya kemarin sore.
Karena masih mengantuk, kemudian dia pun hanya menggedikkan bahunya malas dan kembali bersiap melanjutkan tidur cantiknya.
Tak lama berselang, Marisa pun sudah selesai dengan mandi kilatnya. Kini dia sedang mengobrak-abrik seisi lemari miliknya, namun tak ada satu pun baju yang cocok untuk dia pakai hari ini.
Secara... seorang Marisa yang tomboi itu, hanya punya kaos, celana jeans, hoodie, dan juga baju-baju santai saja. Karena dia memang tak suka memakai baju formal atau semacamnya, apalagi dress.
"Aduh, kampret! Gue lupa kalau gue kan nggak punya baju kerja!" Marisa meraup kasar wajahnya, dan ketika itu pula, bola matanya menangkap ke arah lemari baju milik Maria.
"Hehe... pucuk di cinta baju kerja pun tiba, si Markonah pasti punya baju yang cocok buat gue!" Marisa berjalan mengendap-endap agar si empunya lemari pakaian yang akan dia jajah itu, tak terbangun dari tidur cantiknya.
Alhasil, lemari pakaian milik Maria yang awalnya amat sangat rapi itu berubah menjadi berantakan dan tidak beraturan akibat ulah Marisa, si biang rusuh.
Setelah menemukan satu setelan yang pas, Marisa pun segera memakainya tanpa membenahi kembali hasil kekacauan yang dia ciptakan.
Kemudian dia mematut dirinya di depan cermin dan mengenakan riasan tipis-tipis, karena dia memang jarang bahkan hampir tidak pernah mau mengenakan make up jika tidak ada event penting atau semacamnya.
"Aigoo! Ternyata pake riasan tipis aja bikin gue makin cantik gini, udah mirip sama angelina jolie belum nih?!" gumamnya di depan cermin, dengan kepercayaan dirinya yang melampaui batas wajar itu.
Mungkin dulu saat antri pembagian kepercayaan diri, si Marisa ini ada di antrian paling belakang. Hingga membuatnya mendapatkan lebih dari yang seharusnya, karena dapat bonus sisa hasil usaha.🤣🤣
Marisa pun melangkah keluar dari kamarnya, dan menunggu kedatangan Ogantisnya. Yup! Ogantis, ojek ganteng dan gratis yang sudah berjanji padanya semalam kalau dia akan menjemputnya hari ini.
Marisa pun menunggu sambil duduk di kursi dan memainkan ponselnya.
__ADS_1
Brooommm...