
...Di dalam diriku ada 3 sifat yang berbeda...
...Sifat malaikat, sifat binatang dan sifat iblis!...
...Jadi kau bertemu dengan diriku yang mana, itu semua tergantung pada sikapmu!...
...By : Rosemarry...
...*****...
Grep!
"Aaah!" Teriaknya saat merasakan tangannya yang tiba-tiba di tarik dari belakang, hingga kakinya yang baru saja menaiki 2 anak tangga itu pun limbung.
Suara teriakan itu sontak menyita atensi para pengunjung lain si tempat makan itu, semua mata tertuju ke arah 3 orang itu.
Kenzo menariknya wanita itu menuju ke parkiran, dia tak ingin aksi ya ini akan menjadi trending topik besok pagi.
"Hey! Siapa kau?!" tanya si pria pada Kenzo sambil menyusulnya sampai ke parkiran.
Grep!
Pria itu menahan tangan Kenzo dengan amarah yang sudah membuncah.
"Apa kai tuli!? Aku bertanya padamu, siapa kau! Kenapa-napa kau seenaknya membawa dia pergi!?"
"Siapa aku? Bukankah harusnya aku yang bertanya padamu, siapa kau?"
"Mar, siapa dia?" tanya pria yang tak lain adalah Johan.
"Aku tidak tau siapa dia, Jo. Hey kau, cepat lepaskan aku!" bentaknya pada Kenzo.
"kau...! Kau berani membentakku?! Bukankah aku sudah katakan padamu, jangan terlalu dekat dengan pria lain atau kau akan tau akibatnya." Geram Kenzo yang semakin mencengkram erat lengan Maria.
__ADS_1
"Hah? Apa yang kau bicarakan, aku bahkan tidak mengenalmu."
"Kau dengar itu? Dia tidak mengenalmu, jadi tolong cepat kau lepaskan dia!" Johan sudah mulai mengepalkan erat-erat kedua tangannya seolah sudah siap melayangkan bogem mentahnya pada Kenzo.
"Tidak mengenalku? Apa kau mau bermain sandiwara di depanku, Marisa? Baiklah aku akan menemanimu main sampai kau puas!" batinnya.
"Hey! Cepat lepaskan aku!"
"Sayang... Aku tau kau marah padaku, tapi kau tidak harus mencari pria lain untuk pelarian kan? Bahkan kau sampai tega bilang kalau kau tidak mengenalku? Baru tadi pagi kita bermesraan, dan sekarang kau melakukan ini hanya karena masalah kecil?" ucap Kenzo dengan sangat menjiwai, jika saja dia seorang aktor maka sudah pasti dia akan mendapatkan penghargaan artis top.
"What!?" seru Maria dan Johan bersamaan.
"Apa pria ini pasien rumah sakit jiwa yang kabur?" batin Maria, "Aku sedari pagi bekerja, dan bagaimana bisa aku bermesraan dengannya?"
"Sayang, kau kenapa? Apa kau tidak mau memaafkanku? Aku hanya melupakan hari anniversary kita, tidak bisakah kau memaafkan kesalahanku ini?"
Johan menatap Maria seolah meminta penjelasan, sedangkan sudah banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka dengan berbagai macam gunjingan.
"Maaf tuan, kurasa anda salah orang. Jadi sekarang tolong lepaskan tanganku!"
"Tidak, aku tidak akan melepaskanmu!"
Bugh!
Johan yang sudah tidak tahan lagi dengan situasi di hadapannya, tanpa pikir panjang langsung melayangkan bogem mentahnya pada Kenzo.
"Johan cukup! Sepertinya aku tahu masalahnya!" seru Maria, namun Kenzo yang tidak terima pun membalas pukulan yang Johan berikan padanya.
Bugh!
"Cukup!" seru seorang wanita yang tengah berlari ke arah mereka. "Hentikan! Jangan berkelahi lagi!"
"Hah? Dia?" Kenzo menatap wanita yang menghentikan dia dan wanita di hadapannya secara bergantian. "Kau?" tunjuknya pada wanita di hadapannya.
__ADS_1
"Kita masuk dan akan ku jelaskan semuanya." sahut Marisa yang sudah berada di hadapan Kenzo.
"Tapi dia?"
"Akan ku jelaskan sambil makan, kalian tidak mau jadi tontonan di sii kan?"
"Baiklah."
Mereka berlima pun berjalan masuk ke tempat makan itu, "Kau harus memberiku penjelasan yang memuaskan, Marisa. Atau akan ku cincang dan ku rebus kau jadi sup daging manusia!" ancam Maria pada Kembarannya itu.
"Haish... baiklah, aku akan menjelaskannya dengan seksama dan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya."
"Sebenarnya apa yang semua ini?" batin Kenzo bingung.
Setelah semua orang duduk di satu meja dan memesan makanan, Marisa pun mulai bicara.
"Maria... kenalkan, dia ini bosku. Dan bos, kenalkan dia adalah Maria tanpa S dan dia adalah saudara kembarku."
"Ke-kembar? Jadi kau punya saudara kembar?"
"Ehm... seperi yang kau lihat, bos. Bukankah muka kita ini seperti fotocopyan? Aku dan dia hanya beda umur 5 menit."
"Jadi dia bosmu? Tapi kenapa dia memanggilku sayang, bisa kau jelaskan?" tanya Maria dengan tatapan tajam ke arah Marisa.
"Hah? Sayang? Bos? Kau memanggilnya sayang?" bukannya menjawab pertanyaan Maria, dia justru melempar pertanyaan itu pada Kenzo.
"Ehm... Aku hanya salah mengira dia itu kau, dan aku sudah katakan padamu untuk tidak dekat-dekat dengan pria lain kan? Karena ku kira dia itu kau, maka aku melakukannya."
"Hah? Tapi kau kan hanya bosnya, kenapa kau begitu posesif?"
"Kalau ini biar aku yang jelaskan." Kenzo baru saja akan mengatakan soal rencana pernikahan yang di atur oleh papanya itu, namun Marisa langsung menginjak kaki Kenzo di bawah meja.
"Aww!"
__ADS_1