My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 142


__ADS_3

...Hay Hay Hay🥳...


...Jangan lupa tinggalin like, komen, dan amunisinya ya guys🥰...


...Lanjuuut🥳...


...**********...


Meskipun dia sudah cukup lama mengenal Marisa dan Maria, tapi di saat keduanya diam seperti ini, dia sama sekali tak bisa mengetahui yang mana Marisa dan yang mana Maria.


Kenzo pun terkekeh geli. Memang benar, tak ada yang perawakan yang bisa membuat mereka menemukan perbedaan keduanya. Kalau keduanya sedang terjaga, maka bisa di lihat dengan jelas yang mana Marisa dan Maria dari sikap dan cara bicara mereka, atau juga dari cra berpakaian mereka.


Tapi saat Kenzo menyingkap selimut itu, keduanya sudah mengenakan piyama tidur yang bahkan piyama mereka sama. Apalagi jika bukan gambar tweety, favorit Marisa.


"Astaga... Benar-benar merepotkan," gumam Kenzo yang akhirnya akan menggunakan jurus andalannya.


"Lalu bagaimana?"


Kenzo pun membisikkan sesuatu ke telinga keduanya, secara bergantian. Johan nampak bingung dengan apa yang Kenzo lakukan, akhirnya dia mengerti saat salah satu dari kedua wanita itu mengigau dalam tidurnya.


"Paha ayamku... jangan ambil paha ayamku!"


"Nah, yang itu istrimu dan yang ini milikku."


Kenzo terkekeh sambil menaik turunkan alisnya, melihat kebingungan di wajah Johan. Dia memang sengaja menggunakan cara ini, karena ini adalah cara paling mudah untuk mencari yang mana yang adalah istrinya. Karena tidak mungkin untuk Kenzo membuka baju keduanya hanya untuk mengetahui siapa Marisa bukan? Yang ada dia akan di hajar habis-habisan oleh Marisa dan juga Johan.🤣


Johan benar-benar tidak habis pikir dengan cara yang Kenzo gunakan, dan hal apa yang Kenzo bisikkan tadi? Tapi sepertinya cara itu memang benar-benar efektif, terbukti dari Kenzo yang langsung tau yang mana Marisa.


Johan pun menggendong tubuh Maria dan membawanya ke kamar yang berada tepat di sebelah kamar Marisa dan Kenzo, dia membaringkan Maria dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.


Sedangkan Kenzo mencium puncak kepala Marisa sambil bergumam, "Dasar tukang makan."

__ADS_1


Dia pun berjalan menuju lemari pakaiannya, dan mengambil satu set pakaian baru, untuk dia berikan pada Johan.


Kenzo mengetuk pintu kamar Johan, dan memberikan baju itu pada kakak iparnya saat pintu terbuka. Namun Johan menolaknya, karena ternyata dia selalu membawa baju ganti di dalam mobilnya. Alhasil Kenzo pun membawa kembali baju itu untuk dia pakai sendiri.


Kenzo mengguyur tubuhnya dengan air hangat dari shower untuk sekedar merilekskan dirinya, tapi tiba-tiba saja pintu kamar mandi itu terbuka, karena Kenzo memang tak menguncinya.


"Hoaamm... apa aku lupa mematikan kran air?" gumam Marisa yang masih terus berjalan ke arah kran air, tanpa menyadari jika suaminya ada di sana, dan sedang memandanginya sambil terkekeh kecil.


Marisa mengucek-ucek matanya, saat melihat kran air tidak hidup, tapi suara airnya masih ada. Dengan mata setengah tertutup, Marisa berjalan ke arah bathub untuk mematikan showernya. Tapi sebuah tangan kekar, tiba-tiba memluknya dari belakang.


Refleks, dia memukulkan tangannya ke belakang, untung saja Kenzo sudah memperkirakannya. Kenzo menahan tangan Marisa dan menciumnya lembut.


Marisa membelalakkan matanya, saat melihat wajah suaminya, yang kini di tenggelamkan pemiliknya di ceruk lehernya.


"Astaga...! Kenapa kau mengagetkanku? Ku kira aku lupa mematikan kran air, ternyata kau sedang mandi!" sungutnya.


Namun Marisa justru menegang saat bibir dan lidah Kenzo mulai bermain dan mengerjai lehernya. Sepertinya Marisa sudah benar-benar kecanduan dengan sentuhan suaminya, sehingga dengan mudah dia terlena dan mengikuti alur permainan Kenzo.


Hingga akhirnya malam panas kedua insan itu pun berlalu. Dan kini Marisa sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berempat. Benar, berempat. Semalam setelah olahraga nikmat mereka selesai, Marisa baru ingat untuk menanyakan di mana keberadaan Maria. Kenzo memberitahunya jika Maria dan Johan menginap di rumah mereka, jadilah sekarang Marisa memasak untuk empat orang. Sebenarnya ada pembantu rumah tangga yang bertugas untuk bersih-bersih dan memasak, meskipun ART itu tak menginap. Karena Kenzo ingin bisa lebih leluasa mengeksplor setiap sudut rumahnya, untuk bercinta. Singkatnya, agar tak ada yang mengganggu.🙈


Tapi hari ini Marisa sengaja memasak sendiri, karena sudah lama dia tak memasak untuk Maria.


Saat Marisa sedang sibuk dengan pisau dan sayuran di hadapannya, tiba-tiba saja Kenzo memeluk mesra pinggangnya dari belakang.


"Pagi istriku..." sapanya sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher Marisa.


"Jangan cari masalah. Kalau kau kebablasan, bisa-bisa kau telat berangkat kerja." Marisa mencubit paha Kenzo dan membuat Kenzo melepaskan pelukannya.


Kenzo cemberut dan duduk di kursi yang ada di dekat Marisa, melihat istri tercintanya itu menyiapkan masakan dengan lihainya.


Sebenarnya Kenzo masih tidak menyangka, seorang Marisa yang terlihat sangat tomboi ini ternyata begitu pandai dalam hal memasak. Dan begitu pula sebaliknya, Maria yang terlihat lebih feminim, ternyata tidak bisa memasak sama sekali.

__ADS_1


"Ekhem! Romantis banget sih kalian," sahut seseorang dari arah belakang.


Marisa pun mencibir dengan bibir manyunnya .


"Kayak lo enggak, aja!"


Maria hanya terkekeh menanggapi candaan adiknya itu. Johan juga sudah siap dengan setelan kerjanya, dan ini kali pertama Marisa melihat Johan dengan setelan formal seperti ini.


Marisa sempat mengejek Johan, yang biasanya hanya memakai pakaian biasa, bukan jas dan dasi semacam ini. Johan hanya terkekeh mendengar ejekan Marisa. Tapi jika saja Marisa tau, kalau sebelum dia mengenal Marisa dan Maria, dia selalu berpakaian seperti ini, mungkin Marisa akan terkejut.


Marisa pun ingat dengan rencananya. Dia berencana untuk memberitahu Kenzo dan Johan, meminta bantuan sekaligus persetujuan dari mereka berdua. Karena bagaimanapun, bantuan kedua orang itu sangat di perlukan untuk mensukseskan rencana somplak yang akan dia jalankan itu.


Beberapa menit kemudian, Marisa pun sudah menyelesaikan masakannya. Kenzo membantunya membawa masakan itu ke meja makan. Tadinya Maria yang ingin membantu, tapi Marisa melarangnya dan menyuruhnya untuk duduk saja. Jadilah Kenzo yang akhirnya membantu dia menata rapi semua menu sarapan pagi mereka.


Mereka pun makan dengan hikmat. Namun Maria sesekali berbicara untuk memuji masakan adiknya itu. Dia benar-benar merindukan masakan Marisa, hingga membuatnya nambah sampai 3 kali.


Marisa bahkan sampai dibuat menganga dengan nafsu makan Maria yang meningkat drastis. Dalam hatinya dia bertanya-tanya, apakah dia juga akan serakus itu jika dia hamil nantinya?


Akhirnya mereka pun menyelesaikan sarapan mereka. Dan Marisa pun bersiap mengatakan hal yang dia inginkan.


"Aku dan Maria punya sebuah rencana. Tapi aku butuh bantuanmu dan juga Johan, apakah boleh?"


"Rencana apa?"


...*********...


...Apakah Kenzo dan Johan akan melarang Marisa dan Maria menjalankan rencana mereka yang pastinya somplak itu, atau mereka justru akan mendukung dan membantu istri mereka melaksanakan rencana itu?...


...Entahlah, mungkin hanya author dan tuhan yang tau🤣🤣🤣...


...Makanya jangan lupa kasih like, komen, dan amunisinya biar di kasih tau sama author.🤭🤭...

__ADS_1


__ADS_2