My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 155


__ADS_3

...Jangan lupa like, komen dan amunisinya ya guys......


...Kita memasuki zona 21+ ya guys😘😘😘...


...Bocil di harap menepi dulu sebentar yaa.🤣🤣...


...******...


Di sisi lain, Kara dan Ando sedang duduk berdua, dengan minuman jahat di depan mereka. Bukan hanya satu atau dua botol, melainkan satu kardus penuh.


"Rasanya nikmat juga minum dengan cara seperti ini." ucap Ando setelah menghabiskan minumannya itu.


"Benarkah? Baiklah markicob, mari kita coba." Seru Kara sambil menyodorkan botolnya ke depan untuk mengajak Ando bersulang. Setelah itu mereka pun menenggak minuman yang ada di botol itu hingga habis.


Mereka pun tertawa setelah semua minuman mereka habiskan dengan cara minum absurd itu. Mereka seolah melepas beban berat yang mengganjal selama beberapa hari ini. Mereka berdua benar-benar menikmati waktu bersantai mereka, dengan minum dan bercanda ria.


Setelah satu kardus penuh minuman beralkohol itu hanya tersisa setengahnya, Ando pun menggendong tubuh Kara ke dalam kamar. Tidak perlu di tanya untuk apa, pastinya mereka punya rencana utuk olahraga malam, sebagai pasangan pengantin baru yang lagi anget-angetnya.


Benar, Kemarin keduanya sudah mendaftarkan pernikahan mereka, dan resmi menjadi sepasang suami istri.


Mereka berdua minum karena merasa jika olah raga malam di saat kondisi mereka yang seperti ini, pasti akan sangat menyenangkan. Dan itu bisa membuat mereka yang sebenarnya masih canggung, menjadi lebih bebas berekspresi. Jadi ayo kita intip ke kamar Ando dan Kara ya guys🤭🤭.


"Pria mesum," Panggil Kara sambil melingkarkan tangannya di leher Ando.


"Jangan memanggilku seperti itu. Sebut namaku, atau panggil aku suamiku, atau sayang juga tidak masalah." ujar Ando dengan suara sexynya, "Mau berapa ronde malam ini?" Tanya Ando dengan nada menggoda sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher Kara dan menciumi serta menghirup aroma wangi dari tubuh istrinya itu.


"Terserah kau saja sayang, berapa kali pun kau mau aku akan menemanimu." ucap Kara dengan suara yang sudah tidak karuan, karena efek minuman beralkohol yang dia minum.


"Baiklah. Jangan salahkan aku jika kau tidak bisa bangun dari ranjang ini, besok pagi Karamel."

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita lakukan." Kara pun mencium bibir sexy Ando, dan Ando juga tak mau melewatkan momen ini dan langsung mengambil alih permainan.


Dia pun mulai menyambar bibir Kara. Lidah Ando mengobrak-abrik rongga mulut Kara, membuat Kara harus berusaha mengimbangi permainan Ando.


Ando menggendong Kara seperti koala. Kara melingkarkan kakinya di pinggang Ando dan mereka pun menuju ke ranjang, tanpa memisahkan tautan bibir meeeka.


Ando duduk di tepian ranjang dan membuat Kara berada dalam pangkuannya. Dan karena Kara tengah memakai pakaian dinas malamnya, dia pun langsung bisa merasakan senjata Ando yang sudah tegang di dalam celana pendek yang Ando pakai saat ini.


Dengan sengaja, Kara menggesek-gesekkan pantatnya dan membuat pusaka Ando semakin meronta dan meminta untuk segera di keluarkan dari sarangnya.


Mereka berdua pun masih saling meng*hisap, melu*mat dan bertukar saliva. Sesekali desa*han manja Kara dan ******* sexy Ando terdengar saat inti mereka saling bergesekan di bawah sana.


"Ahh... you drive me crazy, baby!" Racau Ando saat merasakan Ando junior yang semakin mendesak untuk keluar dari dalam celananya.


Ando pun melepaskan satu persatu pakaian yang melekat di tubuh indah Kara, dan membuat kara juga melakukan hal yang sama. Dia menanggalkan satu persatu pakaian yang Ando kenakan, hingga mereka berdua sama-sama polos tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka saat ini.


Kara turun dari pangkuan Ando, kemudian berjongkok di hadapan pusaka keramat yang sudah seperti rudal pukgoksong siap luncur itu.


Kara melirik sekilas pada Ando, kemudian mulai dengan mengecup ujung rudal itu. menji*latinya, dan kemudian memasukkan benda besar itu ke dalam mulutnya dengan gerakan yang membuat Ando semakin terbakar oleh gai*rahnya.


Ando terus meracau sambil memejamkan matanya, menikmati setiap servis yang Kara berikan pada rudalnya. Kara mempraktikkan apa yang sering dia lihat, di blue film yang sering dia tonton.


Suara-suara laknat Ando terdengar sangat sexy di telinga Kara, membuat dia semakin bersemangat memanjakan batang pusaka suaminya itu.


Kara pun semakin mempercepat gerakannya dan membuat Ando semakin merem melek menikmati sensasi luar biasa itu. Hingga Ando pun menghentikan kegiatan Kara, dan mengangkat tubuh Kara lalu membaringkannya di atas ranjang.


Setelah itu dia pun ikut naik ke atas ranjang, dan memposisikan dirinya di atas tubuh Kara. Seluruh tubuh mereka saling menempel dan memberikan sensasi hangat yang menjalar di seluruh tubuh mereka. Ando pun kembali menikmati bibir Kara, kemudian turun ke leher dan membuat kiss mark yang sangat banyak disana, membuat Kara menggeliat gelo dengan sexynya.


"Ahhh... Ando..."

__ADS_1


"Yes. Call my name, baby." Ucap Ando sambil terus menciumi leher Kara, membuat tanda kepemilikan di sana sini.


Hingga akhirnya kecupannya mendarat pada benda kenyal milik Kara. Tangannya yang satu tak mau menganggur begitu saja, dia meremas benda kenyal yang satunya.


"Ando..." racauan Kara semakin sering terdengar, dan membuat Ando semakin bersemangat mempermainkan seluruh tubuh istrinya itu.


Tangannya kini berpindah ke gua lembab Kara. Perlahan Ando mulai menggesekkan jarinya di luar lembah basah nan rimbun itu, membuat Kara menge*rang nikmat. Kemudian mulai memainkan biji kacang milik Kara membuatnya semakin menggila.


"Aku sudah tidak tahan lagi..." Rengek Kara, namun bukan Ando namanya jika tak membuat Kara kelabakan lebih dulu. Dia pun mulai memasukkan satu jarinya ke dalam inti Kara dan membuat Kara semakin gila.


Ando mulai mengobrak-abrik gua itu dengan jari jemari lihainya, sambil tak henti mulutnya terus bermain di kedua bukit indah Kara yang sudah nampak seperti macan betina dengan totol-totol di sana sini itu.


Ando pun melihat Kara sepertinya akan mencapai puncaknya, dia pun menambahkan satu jari lagi dan menggerakkannya dengan cepat dan semakin cepat. Membuat Kara mengge*linjang hebat menikmati sensasi luar biasa itu.


"Aku mau keluar..." Desa*han panjang Kara pun terdengar di barengi dengan lahar panas yang mengalir keluar.


Tak cukup sampai di situ, Ando pun kembali menyerang Kara. Dia menurunkan ciumannya sampai ke pangkal paha Kara dan menji*lati lalu meng*hisap dan membuat tanda kepemilikan di kedua paha Kara, di perut di pinggang, seolah tak ingin melewatkan satu inci pun bagian tubuh sang istri.


"Kau membuatku gila. Ayolah..." Desa*han Kara yang di barengi rengekan yang meminta Ando agar segera memasuki dirinya.


Namun Ando tak lantas menuruti permintaan istirnya itu.


...********...


...Uhhh vanas🥵🥵🥵 Gerah nggak guys🤔🤔🤔...


...Di rumh author nggak ada ac, nggak ada kipas angin 😭😭😭 Mana ac alami juga lagi off 🤣🤣...


...Lanjuuuut yukkk berpanas-panas ria🤣🤭🤭🤭...

__ADS_1


__ADS_2