
...Sebuah petualangan akan mengajarimu cara baru untuk memandang arti kehidupan....
...By : Rosemarry...
...*****...
"What!!" seru Arka yang terkejut.
"Kenapa? Apa ada yang aneh?" tanya Kenzo yang bingung, kenapa justru Arka yang kaget dengan usulannya tadi.
"Bagaimana aku tidak kaget? Kau mengkhawatirkan keselamatan bodyguardmu sendiri, bukannya itu hal yang aneh? Bukannya nona Marisa memang bertugas melindungi anda, jadi sudah pasti nona Marisa itu jago berkelahi? Jadi apa yang kau takutkan, pak bos yang terhormat? Bagaimana bisa anda berusaha mengajari seekor ikan berenang." Jelas Arka dengan panjang lebar, sepanjang gerbong kereta api.
"Astaga! Arka benar, kenapa aku harus mengkhawatirkan Marisa yang notabenenya adalah seorang bodyguard." Batin Kenzo yang merutuki kebodohannya.
"Pftt!!" Marisa pun berusaha tetap menahan tawanya, meskipun itu agak sulit.
Kenzo menatap ke arah Marisa, yang membuat Marisa langsung kembali memalingkan wajahnya menghadap ke jendela.
"Kau benar mau pulang sendirian?" tanya Kenzo memastikan.
"Aku ikut anda ke apartemen saja, bos." Jawab Marisa tanpa ragu yang membuat ketiga orang pria di dalam mobil itu kaget setengah mati, sampai-sampai pak Tejo menginjak remnya dengan mendadak.
Duk!!
__ADS_1
"Aww!! Shh!! Sakit... pak Tejo anda itu kenapa suka sekali membuat jidatku yang cetar membahana badai ini benjol? Sekarang lihat, ada dua benjolan di jidatku." Keluh Arka mengelus-elus dahinya yang kembali mencium dasbor mobil itu hingga membuat dahinya kembali benjol.
"Hehe... maaf tuan Arka. Tapi itu terlihat lebih baik, setidaknya jadi tidak berat sebelah kan? Soalnya di kanan kiri sudah ada benjolannya." Jawab pak Tejo dengan gurauan yang membuat Arka mendengus.
Sedangkan Kenzo tengah menatap lekat Marisa yang kini telapak tanganya sudah berada di depan dahi Kenzo, dan sukses mencegah dahinya mengikuti jejak Arka yang membuat dua benjolan eksotis di sana.
"Ekhem! Terimakasih." Ucapnya sambil memperbaiki posisi duduknya, dan Marisa pun hanya mengangguk sebagai jawaban.
"What?! Aku tidak salah dengan kan? Kenzo baru saja bilang, terimakasih?!" batin Arka.
Pasalnya Kenzo tidak pernah mengatakan itu pada orang lain, apalagi hanya karena hal kecil semacam itu.
"Sepertinya nona Marisa ini adalah calon pawang yang tepat untuk tuan Kenzo." Pikir pak Tejo yang tidak beda jauh dari pemikiran Arka saat ini.
"Nona Marisa, maaf... Tadi kau bilang mau ikut pulang ke apartemen? Apa maksudmu, kau mau menginap di apartemen Kenzo?" tanya Arka dengan hati-hati, sedangkan Kenzo hanya diam saja.
"Ooh... itu? Maksudku aku juga mau ke apartemen itu, karena temanku tinggal di sana juga. Dan tadi aku memang kebetulan sedang main ke tempatnya, tapi siapa sangka bos juga ternyata tinggal di sana." Jelas Marisa.
"Astaga, jadi itu maksudnya? Ku kira anda... ehm... jadi anda mau menginap di apartemen teman anda begitu nona?" tanya Arka lagi.
"Yup, aku mau menginap di sana saja. Dia sedang galau karena habis nonton drakor, jadi dia butuh teman curhat." Jelas Marisa.
Akhirnya mereka bertiga pun mengerti maksud Marisa sebenarnya, dan tidak lagi berprasangka yang aneh-aneh pada wanita itu.
__ADS_1
"Hampir saja aku tadi berfikir yang tidak-tidak soal nona Marisa." Lega Arka dalam hatinya.
Selama perjalanan pun suasana di dalam mobil itu amat sangat hening, dan tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka.
Hingga tanpa terasa, mobil yang pak Tejo kemudikan sudah berhenti di depan gedung apartemen Kenzo, mereka bertiga pun turun dari mobil dan melenggang masuk ke gedung itu.
Saat mereka tiba di depan pintu lift, kebetulan lift sedang kosong dan mereka bisa masuk tanpa menunggu lama.
Arka pun menekan tombol menuju lantai apartemen Kenzo berada, sedangkan Marisa hanya diam saja dan membuat Arka bingung.
"Ee... Nona Marisa? Apa kau tidak mau menekan tombol lantai yang ingin kau tuju?" tanya Arka pada Marisa.
"Bukankah kau sudah menekannya untukku?" balas Marisa yang membuat Arka semakin bingung saja.
"Aku tidak menekankan nomor lantai tujuanmu, karena aku tidak tau lantai mana yang kau tuju." Arka tidak mengerti maksud Marisa.
"Maksudku, kau sudah menekan tombolnya. Tujuan kita di lantai yang sama." Jawab Marisa sambil tersenyum manis.
"What!? Lantai yang sama?!" seru Arka yang otak dan mungkin ruhnya sudah traveling hingga ke ujung pelangi, sambil menonton para bidadari yang sedang mandi.
"Apa yang Bebek Kuning ini bilang? Apa dia benar-benar ingin bermalam di apartemenku malam ini?" batin Kenzo yang otaknya ikut-ikutan oleng karena ucapan Marisa yang sungguh membagongkan itu.
Karena di lantai itu hanya ada 2 apartemen, yaitu milik Kenzo dan satu lagi, Kenzo tidak tau siapa pemiliknya.
__ADS_1
Tapi yang jelas, dia tahu kalau pemilik apartemen itu bukan orang dari kalangan bawah, karena itu adalah apartemen mewah dan dia mengira kemungkinan Marisa untuk mengenal pemilik itu hanya 0,001%.