My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 28


__ADS_3

...Jangan pernah merasa bahwa dirimu yang paling tidak beruntung...


...Karena di luar sana masih banyak banyak orang yang lebih sengsara, lebih menderita, dan lebih nelangsa...


...Jadi jaga dan syukuri apa yang kau miliki saat ini...


...Karena belum tentu kau masih bisa menikmatinya lagi nanti....


...By : Rosemarry...


...*****...


Drtt!!


Drtt!!


Drtt!!


...๐Ÿ“žTwin durjana's calling...


Saat melihat tulisan itu di layar ponselnya, Marisa pun segera menekan tombol hijau di layar ponselnya itu itu.

__ADS_1


"Halo." sapa Maria.


"Ada apa Markonah? Tumben lo nelfonin gue?" tanya Marisa pada kembarannya itu.


"Gue cuma mau nanya, lo udah balik belum? Kalo udah lo masak gih laper gue, kalo belum ya gue mau makan di luar sama Johan aja gitu." Ucap Maria sambil nyengir kuda.


"Udah gue duga, lo kalo nelfon gue pasti ada maunya. Gue nggak balik hari ini, gue mau nginep di apartemennya Gea. Kalo lo mau, lo kesana aja dari pada lo di rumah sendirian kan?" Marisa pun mengatakan niatnya untuk menginap di apartemen Gea.


"Lo aja deh! Gue mau tidur di rumah mumpung gak ada lo, jadi nggak ada yang ngorok dan gangguin gue tidur!" tolaknya yang tak lupa sambil melempar ejekan pada kembarannya itu.


"Sialan lo, enak aja ngatain gue ngorok, yang ada lo yang suka ngoroknya kayak babi anjir!" Marisa pun memanyunkan bibirnya, dia bahkan lupa kalau saat ini dirinya masih ada di dalam mobil sang bos.


Dan tentu saja obrolannya bersama Maria itu di dengar oleh Arka dan pak Tejo yang mendengar kan dengan seksama obrolan Marisa, sambil menaham tawa mereka. Sedangkan Kenzo masih memejamkan matanya, namun sebenarnya dia juga mendengarkan obrolan Marisa dan sudut bibirnya pun sedikit terangkat tanpa dia sadari.


"Serah deh! Ya udah kalo gitu gue matiin, bye!" Belum juga Marisa sempat menjawabnya, Maria sudah menekan tombol merah itu.


"Dasar Markonah minus akhlak!" umpat Marisa memandangi layar ponselnya dengan kesal.


Namun sedetik kemudian dia mematung, karena...


Marisa merasakan beban berat di pundaknya dan saat dia menolehkan kepalanya, Marisa pun auto membelalakkan matanya kaget karena kepala Kenzo sudah nagkring cantik di pundaknya.

__ADS_1


Namun saat Marisa hendak menyingkirkan kepala Kenzo yang bersandar padanya, Arka yang melihat hal itu pun langsung menoleh ke belakang dan meminta Marisa berhenti.


"Nona Marisa, tolong jangan bangunkan dia. Dia sudah lelah bekerja seharian, jadi biarkan dia meminjam pundakmu lagian sebentar lagi kita sampai di di tempat tujuan kita." Pinta Arka pada Marisa.


"Hish... baiklah-baiklah, asal dia tidak menggambar peta indonesia saja di bahuku." Celetuk Marisa yang auto membuat Arka dan pak Tejo menahan tawa mereka, meskipun memang sudah sejak tadi mereka berdua menahan senyum saat mendengar Marisa mengobrol dengan orang di seberang telefon tadi.


"Bos, aku hanya bisa membantumu sampai di sini." batin Arka yang memang berusaha menciptakan moment itu, karena bagaimanapun bosnya itu sudah terlalu lama menyendiri alias jones jomblo ngenes.


Sepanjang perjalanan pun mereka lewati dalam diam, hingga Marisa pun mengantuk dan akhirnya tertidur sambil bersandar di kepala Kenzo yang sudah dalam PW alias posisi wueenak di bahunya.๐Ÿคฃ


Tanpa terasa, mobil yang mereka tumpangi kini telah berhenti di sebuah restoran mewah, dengan nama Forever Love terpampang di depan gedung itu.


Saat pak Tejo menginjak rem mobilnya untuk menghentikan laju kendaraannya, Arka yang menengok ke belakang untuk membangunkan bosnya pun langsung menaruh telunjuknya di depan mulut sebagai isyarat pada pak Tejo untuk diam.


Dengan segera Arka mengambil ponselnya yang sudah dalam keadaan kritis, karena baterainya yang hanya tersisa 2% saja.


"Untung masih koma nih hp, belum titik alias is dead! Jadi bisa ambil foto dulu deh, hehe..." Arka pun terkekeh dan kemudian tersenyum dengan mencurigakan, "Moment langka."


Cekrek!!


Kenzo yang mendengar bunyi kamera ponsel pun auto membuka matanya, dan Arka dengan segera mengantongi kembali ponsel miliknya.

__ADS_1


"Dasar Arka bodoh!! Tadi lampu flash, sekarang suara kameranya yang lupa kau matikan!! Please tuhan... jangan biarkan Kenzo mengirimku ke hutan Amazon...! Aku belum siap bertegur sapa dengan Anaconda dan seluruh keluarga besarnya..." Batin Arka yang berusaha bersikap senormal mungkin, namun senyum ala iklan close upnya itu justru membuatnya tampak mencurigakan.


"Arka..."


__ADS_2