
...Attention!!...
...Di dunia ini penuh dengan orang-orang baik...
...Tapi jika kamu belum menemukannya, maka cukup dengan menjadi salah satunya....
...By : Rosemarry...
...*****...
Drtt!!
Drtt!!
Drtt!!
Kenzo meraih ponselnya dengan malas, dan saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya dia pun menghela nafas dengan jengah dan meletakkan kembali ponselnya.
Setelah Kenzo meletakkan kembali ponselnya yang sudah dia silent itu, kemudian dia pun memejamkan matanya agar bisa segera berkelana ke alam mimpi.
Malam yang terasa sangat panjang itu pun berlalu dengan damai, suara binatang malam terdengar sesekali bersahutan menghiasi sunyinya malam itu.
Hingga tanpa terasa, sang surya pun mulai menyapa dan bertukar peran dengan sang rembulan yang sudah harus kembali ke peraduan.
Kring!!
Kring!!
Kring!!
"Hoaam!" Marisa pun segera mematikan alarm milik Gea yang dia set semalam, kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
Byur!!
__ADS_1
"Arrggh! Sialan, dingin banget...!" keluh Marisa saat air dingin itu menyapa kulit tubuhnya.
Kenapa dia memilih mandi menggunakan air dingin? Jawabannya, dia terpaksa melakukan itu agar matanya mau terbuka dan tidak lagi mengantuk. Dia tidak ingin terlambat di hari pertamanya bekerja, karena dia harus pulang ke rumahnya lebih dulu untuk mengambil baju ganti sebelum berangkat kerja.
Setelah selesai mandi, Marisa pun terpaksa memakai kembali pakaian miliknya kemarin.
"Ge! Gue pulang duluan ya, bye!" pamitnya sambil melenggang meninggalkan kamar Gea.
"Ehmm..." jawab Gea dengan sebuah gumaman malas, karena memang masih belum waktunya bagi Gea untuk bangun. m
Masih ada waktu sekitar satu jam lagi untuk dia bisa melanjutkan tidur cantiknya.
Marisa pun memesan ojek online, dan untungnya masih ada ojek yang mau menerima orderannya.
Tak berapa lama ojek yang Marisa pesan pun datang, "Dengan mbak Marisa?" tanyanya.
"Iya pak." Jawab Marisa sambil menerima helm yang di sodorkan padanya.
"Sesuai aplikasi ya mbak?"
"Bapak kok jam segini masih terima orderan sih pak?" tanya Marisa memecahkan keheningan yang tercipta itu.
"Ya... mau gimana lagi mbak, kebutuhan banyak anak juga lagi sakit butuh banyak biaya." Suara lelah, letih, dan sedih pun terdengar jelas dari jawaban si mang ojol.
"Owalah gitu..." Marisa pun manggut-manggut.
Beberapa menit kemudian, mereka sudah memasuki halaman rumah Marisa. Setelah sang driver menghentikan laju motornya, Marisa pun turun dan memberikan uang ongkosnya pada sang driver dan sedikit tips.
"Ini pak, nggak banyak sih... tapi semoga bermanfaat buat bapak." Ucapnya sambil nyengir kuda.
"Makasih banyak mbak..." Balasnya dengan wajah haru dan Marisa pun hanya mengangguk kemudian berlalu masuk ke dalam rumahnya setelah mengembalikan helm yang di pakainya.
"Masyaallah...! Banyak banget si mbaknya ngasih!" gumam sang driver saat melihat 5 lembar uang seratus ribuan di tangannya.
__ADS_1
Mungkin bagi mereka yang berpunya, nominal itu tidaklah berarti. Namun bagi sebagian orang, nominal itu sudah sangat berarti.
Marisa pun langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan, dan setelahnya baru berganti baju menggunakan seragam bodyguardnya yang lama.
Maria pun juga sudah bangun dan bersiap untuk berangkat bekerja. Setelah selesai sarapan Marisa pun berangkat lebih dulu dari Maria.
"Marjan, nih kunci motor lo!" ucapnya.
"Lah? Udah beres rupanya? Jadi kemarin si Bronis kesini nganterin motor gue?" Marisa menerima kunci motor itu.
"Bukan si Bronisnya sih, tapi kayaknya orang suruhan dia gitu badannya gede kaya hulk." Canda Maria sambil terkekeh.
"Badannya warna ijo juga nggak?" balas Marisa sambil terkekeh.
"Badan gede, ijo, pake kolor. Bukan hulk yang ada jadi kolor ijo." Celetuk Maria.
"hahaha..." Marisa pun tertawa renyah, "ya udah gue berangkat duluan ya, bye!" pamit Marisa yang kemudian mengeluarkan motornya dari garasi dan mengemudikannya menuju ke apartemen Kenzo, karena dia harus mengawal Kenzo dari apartemen sampai ke perusahaan
Dengan helm full face warna hitam dan motor kesayangan, Tama. Marisa melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yang belum terlalu ramai, karena memang masih belum jam macet.
Karena melaju dengan kecepatan tinggi, tak butuh waktu lama untuk Marisa sampai di apartemen Kenzo.
Ting! Tong!
Cklak!
Arka membukakan pintu untuk Marisa dan menyuruhnya masuk dulu.
"Masuklah dulu, nona Marisa. Bos masih bersiap."
"Ehm,"
Setelah masuk ke dalam apartemen itu, Marisa pun menscan setiap sudut ruangan di sana.
__ADS_1
Dia masih harus menunggu Kenzo selesai bersiap. Marisa diminta menunggu di ruang tamu apartemen itu, namun tiba-tiba saja...
Prang!!