
Carla berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke sebuah danau, setelah keluar dari cafe tadi Carla tidak langsung pulang melainkan pergi ke danau ini, pikiran nya sangat kacau sekarang jadi ia ingin menenangkan diri nya.Carla duduk diatas rerumputan ditepi danau, ia memandang kearah danau yang berada dihadapannya tsb. Dulu setiap hari libur dia dan orang tuanya selalu mampir ke danau ini, ibunya adalah orang yang paling bersemangat saat ayah nya mengajak ke danau ini, ibu Carla akan menyiapkan banyak makanan untuk bekal mereka di danau, jika telah sampai di danau ini ayah nya akan mengelar tikar diatas rerumputan ini sedangkan ia dan ibunya akan menyusun semua makanan yang dibawa dan kamipun duduk bersama menikmati makanan sambil diiringi gurau tawa, sungguh sangat menyenangkan sekali.
Sebutir kristal bening berhasil lolos dari mata Carla dengan cepat juga ia menyekanya.
"aku tidak boleh selemah ini ayah dan ibu pasti tidak menyukainya, aku harus kuat aku tidak boleh menyerah untuk hidupku. Ya Allah kuatkan hati ku kuatkan lah diriku agar aku bisa melalui segala cobaan hidup yang kau beri" batinnya sambil menengadahkan kepala menatap langit berwarna jingga karena hari sudah sore.
Hari sudah semakin sore, tapi Carla masih enggan meninggalkan danau ini dia sudah sangat nyaman berada disini, namun tak lama kemudian ia bangkit karena tersadar bahwa ia belum mengerjakan kewajibannya iya Carla lupa kalau ia belum shalat ashar. Carla berlari meninggalkan danau untuk menuju masjid yang berada tidak jauh dari danau tersebut. dulu ia dan orangtua nya juga selalu shalat disana. "Ya Allah maafkan hamba karena telah melalaikan kewajiban hamba" ucap nya sambil berlari, Sesampai nya di mesjid Carla langsung bergegas mengambil wudhu dan segera melaksanakan kewajibannya. Setelah selesai Carla pun bergegas keluar masjid ia duduk di tangga masjid untuk memasang sepatunya namun tanpa sengaja ia mendengar ucapan dari ibu-ibu yang lewat didepan masjid ini.
"siapa wanita itu? penampilan nya seperti preman saja." tanya ibu tsb pada temannya
"entahlah, jangan jangan mau maling dimesjid lagi"ucap temannya.
"duh kalian ini ngomongin orang aja kerjaannya, dia itu cuman numpang sholat disini tadi aku liat dia lari dari arah danau, lagi pula kalian gaboleh menilai seseorang dari penampilannya saja, orang yang terlihat baik belum tentu baik begitupun sebaliknya" ucap ibu ibu yang lainnya.
Carla tersenyum mendengar ucapan ibu-ibu itu. ia bergegas pergi meninggalkan mesjid tersebut , saat melewati ibu-ibu tadi carla pun menyapa nya" permisi bu" ucap nya sambil tersenyum. sedangkan ibu-ibu tersebut hanya tersenyum canggung menatapnya.
-Albert company-
tok tok tok
__ADS_1
Daniel mengetuk pintu ruangan richard ia bergegas masuk tanpa menunggu jawaban dari sang empunya ruangan. ia langsung saja duduk disofa yang terletak tidak jauh dari meja kerja richard.sedangkan richard hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat sekaligus asistennya itu.
"Ada apa?" tanya richard kepada daniel
"gadis itu sudah dipecat dari pekerjaannya" ucap daniel.
"hah secepat itu, bahkan belum satu hari aku memerintahkan mu untuk melakukan itu" ucap richard tidak percaya.
"apa kau pikir aku berbohong? hah yang benar saja" tanya daniel dengan senyum sinisnya.
"ah baiklah aku percaya, aku akan memberi mu bonus karena telah berhasil mengerjakan tugasmu" ucap richard yang lansung disambut dengan senyum sumringah dari wajah sahabat nya itu.
"aku tidak melakukan apapun" ucap daniel jujur, karena memang ia tidak melakukan apapun.sebenarnya ia datang ke cafe tersebut untuk menjalankan rencananya tetapi ternyata ia tidak perlu bersusah payah untuk melakukan nya karena seseorang telah melakukan hal tersebut dan itu sesuai dengan rencananya, wkwkwk benar benar beruntung sekali dirinya.
"lalu?" tanya richard dengan mengerutkan alisnya. Daniel pun menceritakan semua kejadian di cafe tersebut yang membuat richard melongo mendengar ceritanya.
"kalau begitu bonusmu tidak jadi kuberikan, kau kan tidak melakukan apapun" ucap richard setelah daniel menyelesaikan ceritanya.
"hah mana bisa begitu, aku kan sudah berusaha menyusun rencana untuk membuatnya dipecat"keluh daniel
__ADS_1
"ya ya ya baiklah, aku akan tetap memberi mu bonus" ucap richard karena malas berdebat.
"nah gitu donggg, btw apa bonusnya" ucap daniel.ia sudah membayang kan bonus apa yang akan diberikan bos nya itu"apa ia akan memberikan rumah kepadaku, ah atau tidak apartement oh atau mungkin ia akan memberikan salah satu pulau yang ia punya" pikir nya sambil tersenyum senang.
Richard menyeringai menatap sahabatnya ia beranjak dari kursinya dan berjalan menuju kulkas yang ada diruangan nya lalu mengambil sekaleng Coca cola*bukan endorse*.
"ini bonusmu" ucap richard sambil melemparkan Coca cola tersebut pada daniel.
"hah apa apaan" ucap daniel setelah menangkap Coca cola tersebut.
sementara richard sudah beranjak pergi meninggalkan daniel yang masih tercengang diruangan tersebut.
*to be continued*
Carla Wijaya
Richard Albert
__ADS_1