My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 12


__ADS_3

..."Jangan sia-siakan kepercayaan seseorang padamu, karena kau tidak akan pernah tau, apa yang akan dia lakukan setelah dia mengetahui pengkhianatanmu." By: Rosemarry...


...******...


"Lama banget sih lo!" seru Maria sambil berjalan ke arah Johan.


"Galak banget sih Mar! Sorry, tadi jalanan mace soalnya ada kecelakaan gitu." Jelas Johan yang membuat Maria pun memakluminya.


"Ooh gitu... Ya udah yuk cabut. Ntar keburu telat lagi kasian yang lain nunggu." Maria membuka pintu mobil dan duduk di kursi penumpang di samping Johan.


Johan pun menyalakan mobilnya dan mulai melaju dengan kecepatan sedang, maklum mobil tua takut nanti sakaratul maut kalau di pakai ngebut-ngebut.


"Oh iya Mar, lo jadi terima tawaran buat jadi brand ambassadornya King Jewelry?" tanya Johan pada Maria sambil melirik sekilas ke arahnya.


"Iya jadi, lo kan tau bayaran yang mereka tawarin itu lumayan gede Jo." Jawab Maria.


Johan menghela nafasnya dengan berat, "Ya udah, tapi lo harus inget Mar jangan deket-deket sama Dimas. Lo tau sendiri kan pewarisnya King Jewelry itu suka main cewek, gue takut aja lo juga kena." Wejangannya pada Maria.


"Iya Jo, lo tenang aja. Lo sendiri kan tahu, gini-gini juga gue bisa bela diri. Jadi lo tenang aja, kalo dia berani macem-macem langsung gue sikat tuh orang! Kalau perlu gue sikatnya pakai sikat wc, biar hilang tuh virus-virus mesum di otaknya!" canda Maria yang membuat Johan ikut tertawa geli mendengarnya.


Maria memang jarang menunjukkan sifat aslinya kecuali di depan Marisa, Johan dan orang-orang yang dekat dengannya.


Dia akan selalu memasang wajah dingin, bicara seperlunya, dan jarang tertawa. Namun saat sudah mengenalnya dengan baik, ya seperti itulah aslinya Maria.


Selama perjalanan, Maria dan Johan pun mengobrol santai dan sesekali terdengar tawa di sela obrolan mereka berdua.


Hingga tida terasa, mereka pun sudah sampai di lokasi pemotretan.


Johan dan Maria pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke studio foto itu beriringan, dan di sana pemotretan sudah berjalan, tapi untungnya memang belum masuk giliran Maria.


"Jo, gue siap-siap dulu ya." Maria dan Johan pun berpisah, Johan menuju ke tempat kerjanya dan Maria menuju ruang makeup.

__ADS_1


Saat ini masih giliran model lain yang melakukan sesi foto, dia adalah Adelia. Wanita cantik dengan tubuh yang... tentunya sangat ok, karena profesinya yang sebagai model itu.


Tapi sayangnya, dia itu sangatlah licik dan tidak pernah menyukai Maria.


Karena menurutnya sejak Maria masuk ke dunia modeling, Maria sudah menggeser posisinya meskipun itu murni karena potensi dan bakat Maria yang besar.


Terlebih Maria itu sangat mudah di atur, dia selalu mentaati aturan yang di berikan oleh atasannya. Tidak seperti kebanyakan model di sana yang suka semaunya sendiri dan susah di atur.


"Ok, good job Del." Ucap sang fotografer pada wanita bernama Adelia itu.


"Thanks Dave." Balasnya sambil berjalan melewati sang fotografer.


"You're welcome."


Adelia pun berjalan menuju ruang kostum, dan tepat di saat yang sama Maria juga berada di sana dan sedang bersiap.


"Cih! Si Anak Emas udah dateng rupanya?" sindirnya yang sangat jelas di tujukan untuk Maria.


"Sis, lo nyium bau-bau gitu nggak sih?" bukanya menanggapi sindiran Adelia secara langsung, dia malah bertanya pada sang fashion stylist, yang bernama Mawar (itu kalo siang) kalo malem namanya jadi Mawardi.🤣🤣🤣


Tapi sayangnya rudal pukgoksongnya di bawah sana menyangkal, dan mengatakan kalau dirinya adalah seorang laki-laki tulen.🤣


"Bau apa tuh honey?" tanyanya dengan manjah lita.


"Bau bangkek!" ucap Maria dengan singkat, padat, jelas, dan penuh penekanan.


"Lo?!" geram Adelia sambil menunjuk Maria.


"Kenapa? Ups sorry! Lo ngerasa kalau lo bau bangkek ya Del, makanya lain kali kalau mau berangkat kerja tuh sikat giginya jangan pake sikat wc ya." Ujar Maria dengan senyum miringnya.


"Sialan!" umpatnya yang kemudian berlalu meninggalkan Maria untuk mengganti bajunya.

__ADS_1


"Lo itu kalo ngomong dikit, tapi nylekit ya say." Mawar pun tertawa sambil menutupi mulutnya dengan telapak tangan.


"Karena gue suka bunuh musuh gue dalam sekali serang!" Maria pun menampilkan senyum devil menghiasi wajahnya.


"Uuu~ good job!" puji si Mawar dengan irama.


"Nah, beres say. Lo udah syantik, bin cakep, beautiful ulala deh pokoknya." Puji Mawar pada Maria setelah melihat hasil karyanya yang nampak pas di tubuh Maria.


"Thanks, lo emang paling the best deh!" Maria pun berjalan menuju tempat pemotretan setelah semua persiapannya mulai dari makeup, gaya rambut, dan kostum sudah selesai.


"Gimana, lo udah siap Mar?" tanya sang fotografer padanya.


"Gue udah ready kok." Maria pun memulai sesi fotonya.


orang-orang yang ada di sana pun berdecak kagum dengan bakat dan kecantikan Maria.


"Maria itu beneran manusia bukan sih? Kok sempurna banget udah cantik berbakat lagi, padahal dia terjun ke dunia modelling kan belum lama." Si asisten makeup artist pun memuji Maria, dia dan sang makeup artist pun ikut menonton sesi pemotretan Maria karena pekerjaan mereka memang sudah selesai.


"Bener banget sih, kalo ada di jual nih ye... yang modelan mah begindang eyke juga mau!" canda sang makeup artist dengan pose tangan ngondeknya yang khas.🙊


Hmm... sebut saja Lia, meskipun dia juga satu bangsa dengan mawar. Jadi jika kalian merasa nama lia ini tidak cocok, maka kalian bisa memanggilnya LIAng kubur! 🤣🤣


"Cih!! Dasar carmuk! Cari muka!" Adelia menatap sinis pada Maria, saat dia baru selesai mengganti baju dan mendengar orang-orang memuji Maria.


Tiba-tiba ada seseorang yang menyahuti gumamannya dari arah belakang, "Lo bilang dia carmuk kan? Lo kan bermuka 2 tuh, kasih gih satu muka lo ke dia biar dia nggak cari muka lagi!"


"Lo?! Lo kenapa selalu aja belain dia sih? Dasar kacung! Di bayar berapa lo sama dia, sampe rela jadi kacungnya?!" sarkasnya pada wanita yang tengah berjalan dengan santai ke arahnya.


"Lo salah! Gue nggak di bayar kok, gue temenan sama Maria itu tulus karena dia itu baiknya real nggak fake kayak lo!" ejeknya balik pada sahabatnya itu, eits maaf ralat! Yang benar adalah MANTAN SAHABAT.


Yup, dia adalah Monica Beferlie. Teman satu profesi Maria, wanita cantik berdarah campuran Belanda-Indonesia yang dulunya adalah teman baik Adelia.

__ADS_1


Namun ada satu kesalahan fatal yang membuat pertemanan mereka hancur berantakan dalam semalam!


"Dan yang terpenting—"


__ADS_2