
Jangan lupa like dan komennya ๐
...*******...
"Tar, jangan dulu beritahukan hal ini pada ayah. Dan kau tidak perlu tanya kenapa, karena aku yakin kau tau alasannya."
"I know. Aku akan merahasiakannya, dan menutup mulutku dengan rapat tapi dengan satu syarat. Kalau kakak setuju, maka rahasia kakak aman tapi kalau tidak... ehm..."
"Apa syaratnya?" tanya Kenan dengan pasrah.
"Aku mau bertemu dengan calon kakak iparku," ujar Mentari sambil menaik turunkan alisnya, juga tangan yang dia ulurkan pada Kenan.
"Aku belum mulai mendekatinya, dan kau sudah memintaku membawamu? Yang benar saja?" Kenan menghela nafas panjang, dan menatap jengah pada Mentari.
"Tidak harus sekarang. Setidaknya setelah kakak berhasil dengan langkah pertama pendekatan kak Kenan dengan gadis itu, bagaimana? Deal?"
"Baiklah, aku tidak punya pilihan lain." Mentari pun tersenyum penuh kemenangan, saat kakaknya itu menjabat tangannya sebagai tanda kerja sama keduanya.
Setelah pertemuan pertama mereka itu, Kenan terus mencari tau semua informasi yang bisa dia dapatkan dari gadis bernama lengkap, Yurika Agnesia itu.
Setelah mengetahui semua informasi yang dia butuhkan, Kenan pun memberanikan dirinya untuk mulai mendekati gadis cantik itu. Dia sering mengunjungi rumah Yurika, dan dia sangat senang karena Yurika meresponnya dengan baik.
__ADS_1
Dan seperti janjinya pada Mentari, dia pun sering kali membawa Mentari ke rumah Yurika. Mereka pun bahkan terlihat lebih akrab, setelah beberapa kali bertemu. Bahkan Mentari sering pergi ke rumah Yurika tanpa Kenan, dia merasa Yurika adalah kakak perempuan sekaligus teman yang sangat sempurna.
Lama kelamaan, Mentari bahkam menjadi lebih dekat dengan Yurika melebihi kedekatan kakaknya sendiri dengan gadis itu. Hingga akhirnya Kenan melamar Yurika dan membawanya pulang, untuk dia perkenalkan pada orang tuanya.
Tapi siapa sangka, saat dia datang bersama Yurika, sang ayah justru juga mengundang seorang gadis pilihannya. Gadis yang dia pilih sebagai istri Kenan, gadis yang menurutnya pantas mendampingi putranya. Gadis dari kalangan yang sama, dengan keluarga mereka.
Benar sekali, ayah Kenan sudah tau semuanya sejak awal. Dia menaruh pengawal bayangan di sekeliling Kenan, yang terus memantau apapun aktivitas yang Kenan lakukan. Dan kenapa dia hanya diam saja selama ini? Itu karena dia ingin mempermalukan Yurika. Dia ingin Yurika sadar dengan posisinya! Dia ingin Yurika menyadari kalau dirinya sangat jauh dari kriteria yang dia inginkan, sebagai calon menantu.
Yurika sangat sedih dan terpukul akibat hal itu. Ayah Kenan yang sengaja membawa wanita pilihannya, untuk menjadi bahan perbandingan. Tapi untungnya Kenan terus saja membelanya, dia bahkan bertengkar dengan ayahnya demi dirinya.
Jujur saja, Yurika merasa sangat terharu saat itu. Tapi dia juga merasa sangat sedih dan bersalah, saat dia mendengar ucapan ayah Kenan saat itu. Ucapan yang membuat hubungan ayah dan anak di antara mereka seketika hancur berantakan!
"Ayah! Selama ini aku selalu menuruti apapun yang ayah inginkan! Aku mengubur mimpiku sebagai musisi, dan belajar bisnis untuk memenuhi ambisimu! Aku merelakan masa mudaku yang seharusnya kulewati dengan bermain selayaknya anak-anak lain, hanya untuk belajar, belajar dan belajar! Dan untuk kali ini, aku tidak akam lagi menuruti keinginanmu, ayah! Tidak akan!"
"Kenan William! Beraninya kau membentak ayahmu, demi wanita miskin sepertinya!" serunya, "Aku akam memberikan dua pilihan padamu. Turuti keinginanku, dan tinggalkan dia! Atau pergi dari rumah ini, dan akan kuhapus namamu dari keluarga William!"
"Sesuai keinginanmu ayah." Mendengar itu ayah Kenan sempat tersenyum sesaat, tapi benar-benar hanya sesaat. Karena Kenan justru melanjutkan ucapannya, "Aku akan pergi dari keluarga William. Mulai hari ini dan detik ini juga, aku bukan lagi bagian dari keluarga William! Kita pergi Yuri," seru Kenan dengan nada tinggi, dan dia pun segera membawa Yurika pergi dari sana.
Dia pikir semua masalah sudah selesai, karena dia memiliki aset atas namanya sendiri dari hasil kerja kerasnya sendiri untuk biaya hidupnya dan sang istri. Tapi ternyata dia lah yang terlalu naif, ayahnya tak semudah itu melepaskan dirinya. Dia terus mengganggunya dengan melakukan berbagai macam teror, hingga akhirnya Kenan memutuskan untuk melarikan diri dan menggunakan keahliannya untuk membuat data tentang dirinya dan keluarga kecilnya, tak bisa di akses dengan mudah oleh orang lain.
Itu dia lakukan agar ayahnya, tak menemukan keberadaannya dan terus berusaha mengganggunya. Dan rencana itu pun berhasil, hingga dia dan Yurika di karuniai dua orang peri kecil yang cantik. Mereka memberinya nama Maria dan Marisa.
__ADS_1
Sedangkan ayah Kenan akhirnya jatuh sakit, karena menyesali keputusannya. Bahkan sampai akhir hayatnya, dia belum sempat meminta maaf pada Kenan dan Yurika.
Dan Mentari sendiri juga tidak pernah lagi bertemu dengan Kenan ataupun Yurika, yang keberadaannya seperti hilang di telan bumi. Dia benar-benar merindukan kakak dan kakak iparnya itu.
#Flashback off
"J-jadi maksud tante, aku ini keponakan tante?" Marisa bertanya dengan linglung, seolah separuh jiwanya sudah terbang ke alam baka.
"Benar Marisa. Tapi itu tidak mempengaruhi hubunganmu dan Kenzo, karena keluarga kita dan Kenzo bukanlah saudara. Keluarga kita hanya lebih dekat saja, jadi tidak ada alasan untuk menolak pernikahan kalian."
"T-tapi nenekโ"
"Jangan pikirkan itu. Percayalah, Nenek Riana akan menjadi orang yang paling bahagia mengetahui cucunya menikah denganu," ujar Mentari yang membuat Marisa mengernyit.
Orang yang paling bahagia? Yang benar saja... bahkan beberapa hari yang lalu, nenek Riana masih memberikannya setumpuk uang, hanya untuk mengusirnya dari sisi Kenzo.
"Nenek berhutang budi pada ayahmu. Dia sangat menyayangi ayahmu. Lagipula dia menolakmu dengan alasan perbedaan kalian, itu hanya karena dia masih belum bisa melepaskan masa lalunya. Nenek Riana pernah di sakiti oleh orang yang di cintainya, orang yang pernah berjanji akan mencintainya tapi ternyata dia hanya ingin memanfaatkan nenek Riana. Itulah kenapa nenek Riana sangat melarang anak cucunya, memiliki hubungan dengan orang-orang golongan menengah ke bawah.
Marisa pun mengangguk paham. Sekarang dia lega, setidaknya dia akhirnya mengetahui jika nenek Riana bukan membencinya, melainkan hanya untuk melindungi cucunya.
Dan Marisa juga senang, karena ternyata dia masih memiliki keluarga besar. Keluarga besar yang dulu sangat ingin dia miliki. Dia ingin memiliki kakek, nenek, tante, paman, adik sepupu dan keluarga lainnya. Namun ayahnya malah memberitahu dirinya, jika hanya merekalah yang tersisa. Tak ada kerabat lain, hanya ada mereka berempat.
__ADS_1
"Oh iya, dimana kalian tinggal?" tanyanya, "Ehm... maksudku, kau, kakakmu, ayah, dan ibumu. Aku sangat merindukan ayah dan ibumu, aku ingin bertemu dengan mereka lagi."
Deg!