
..."Ingatlah, tidak ada yang namanya sebuah kebetulan. Karena sejatinya semua itu sudah di tentukan, bahkan sebelum kita di ciptakan."...
...By: Rosemarry...
...******...
Ckit!!
"Astaga!" pekik Arka saat jidatnya sukses mencium dashbord mobil itu karena dia memang tidak mengenakan seatbeltnya.
Dan akibatnya ya seperti sekarang ini, saat sang sopir mengerem mobil itu secara mendadak, jidatnya lah yang menjadi korban.
"Aduh! Benjol sudah jidatku yang cetar membahana ini!" rengeknya sembari mengusap-usap jidatnya yang sudah nampak ada benjolan kecil di sana.
"Maaf tuan Arka, tadi ada kucing yang tiba-tiba melintas di tengah jalan jadi saya terpaksa mengerem mobilnya mendadak. Maafkan saya tuan Arka, tuan Ken..."
Pak Tejo pun tidak melanjutkan ucapannya, saat menengok ke jok belakang. Matanya membelalak kaget dengan mulut yang menganga lebar.
"Pak Tejo, ada apa pak? Kenapa bapak buka mulut sebesar itu, nanti ada lalat silaturahmi loh pak." Gurau Arka saat memperhatikan sang sopir yang justru terbengong, saat menatap ke arah jok belakang.
"I-Itu tuan Arka. Tu-tuan Kenzo dan Nona Marisa, mereka..." Jawabnya terbata-bata sambil menunjuk ke arah jok belakang.
Pak tejo menunjuknya agar Arka ikit menoleh dan melihat juga apa yang saat ini tengah di lihatnya, dan membuatnya gagap seperti itu.
"Apaan sih pak? Kenapa ngomongnya putus nyambung kayak kisah cinta anak remaja gitu sih pak?"
Arka pun akhirnya ikut menolehkan kepalanya ke belakang, dan benar saja Arka pun ikutan terbengong dengan mulut yang juga menganga lebar.
Kini Arka dan pak Tejo malah terbengong berjamaah dengan pose yang sama, dan keterkejutan yang sama.
Apa yang mereka lihat, mungkin itu yang membuat kalian penasaran bukan?
Posisi Marisa kini berada di atas tubuh Kenzo dengan bibir mereka yang saling bersentuhan, karena tadi Kenzo dan Marisa sedang saling memandang dengan kekesalan masing-masing.
Alhasil ya seperti inilah yang terjadi, bibir kedua insan berbeda jenis kelamin itu pun, saling bersilaturahmi dan membuat keduanya membelalakkan matanya antara bingung sekaligus syok.
__ADS_1
Masih dengan keadaan melongo, Arka pun merogoh saku jasnya dan mengambil ponselnya.
Dengan segera, dia pun membuka fitur kamera dan memotret adegan langka itu.
Ckrek!
"Astaga mati aku!" gumam Arka yang baru ingat kalau lampu flash dan suara kameranya masih hidup.
Hal itu pun sukses membuat si kedua objek yang baru saja dia foto itu tersadar, dari otak mereka yang hank mendadak, dan menoleh ke arahnya.
Kenzo menatap Arka dengan tatapan nyalang bak siap menelannya hidup-hidup, dan Arka pun hanya bisa nyengir kuda sembari memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku jasnya.
"Arka Leonard! Apa kau sudah bosan menjadi asistenku, hah?! Kayaknya posisi OB di kantor masih ada yang kosong, apa kau mau..." ancam Kenzo yang tak sempat selesai karena Arka buru-buru menyelanya.
"Tidak bos terimakasih, ku rasa aku belum terbiasa untuk memegang sapu dan alat pel!" sahut Arka sambil memamerkan senyum pepsodentnya pada Kenzo.
Sedangkan Marisa kini sedang sibuk dengan pikirannya sendiri yang sedang traveling, jauh ke luar angkasa sana akibat insiden barusan, "Ciuman gue, ciuman pertama gue lenyap sudah!"
Marisa merasa kini pipinya sudah terasa sangat panas, namun dia justru teringat dengan bibir lembut milik Kenzo yang baru saja dia cium itu.
Dan di pundak kiri Marisa juga muncul Marisa kecil dengan sayap dan tanduk devilnya, "Nggak apa-apa Marisa, itu namanya rejeki nomplok."
Marisa kecil itupun tersenyum mesum sebelum melanjutkan ucapannya
"Lo barusan ciuman sama cogan, belum tentu kan nanti pacar atau suami lo seganteng dia. Bisa saja dia berperut buncit, botak, dan matic alias tidak bergigi!" ujarnya.
"Hey! Hey! Hey! Apa-apaan itu, aku ini tidak sejelek itu sampai-sampai harus mendapatkan pacar atau suami yang buncit, botak, plus matic ok?!"
Marisa bersungut mendengar penuturan Marisa kecil dengan sayap dan tanduk devilnya itu.
"Hehe, sorry Marisa tapi gue benar kan? Kebetulan yang indah kayak gitu, belum tentu terjadi dua kali seumur hidup." Dia pun menatap Marisa sambil menaikturunkan alisnya.
"Heh lo, setan kredit! Jangan pengaruhin Marisa gue dengan otak mesum lo itu!" seru Marisa kecil dengan sayap dan tongkat angelnya.
"Apaan sih lo biji wijen! Main nyamber aja kayak bensin!"
__ADS_1
"Stooooop!" seru Marisa yang ternyata tidak lagi dalam hati, melainkan secara langsung yang auto membuat ketiga orang yang ada di dalam mobil itu menatap bingung padanya.
"Bye Marisa..." ucap kedua Marisa kecil itu sambil mengacungkan dua jarinya, tanda damai dan kemudian langsung menghilang begitu saja.
"Eh hehe, maaf tadi aku cuma sedang latihan drama." Marisa pun hnya nyengir kuda.
Namun alasan yang dia utarakan itu ,justru membuat ketiga orang itu semakin bingung.
Mereka hanya mengedipkan matanya dan saling memandang satu sama lain tanpa memberi komentar apapun.
"Ehm... Apa kita nggak mau lanjutin perjalanan kita lagi, bukannya tadi anda bilang kalau kita sudah hampir telat ya?" tanya Marisa dengan hati-hati.
"Oh my God! Kau benar nona Marisa, pak Tejo ayo jalan kita sudah hampir telat!" seru Arka sambil menatap ke arah jam tanganya.
Sepanjang perjalanan, Marisa dan Kenzo hanya terdiam tanpa sepatah kata pun.
Hanya suara Arka yang terus meminta pak Tejo untuk memacu mobilnya lebih cepat.
Di sisi lain, di saat yang sama...
"Iish! Kenzo mana sih?! Nggak mungkin kan dia nggak dateng?" gumamnya sambil mondar-mandir seperti setrikaan
Dan hal itu membuat ke dua temanya yang sedang duduk di sofa itu menatapnya dengan jengah, karena sudah sedari tadi dia terus seperti itu.
"Lo tenang dulu dong, duduk aja dulu. Gue yakin bentar lagi Kenzo pasti bakalan dateng kok, jadi lo jangan mondar-mandir terus kayak pengawas ujian gitu deh."
Dia pun menghentikan langkahnya dan menatap nyalang pada temannya itu.
"Apa lo bilang?! Lo nyuruh gue buat tenang, sedangkan calon suami masa depan gue aja belum dateng sampai sekarang?! 5 menit lagi acara udah mau di mulai Della!" geramnya pada gadis bernama Della itu.
Ya, dia adalah Raisa Brigitha Wilson, nona muda keluarga Wilson sekaligus penggemar berat Kenzo.
Wanita yang selalu saja menempel pada Kenzo, dan membuat pria itu merasa risih setiap berada di dekatnya.
Dan lebih parahnya lagi, Raisa ini adalah tipe-tipe penyerang. Dia tidak pernah duduk diam saat melihat ada kesempatan untuknya bisa lebih dekat dengan Kenzo.
__ADS_1
"What!?"