
Kita memasuki zona aman guysπ€ Yang belum bisa pegang kuping kanan pakai tangan kiri dari atas kepala juga boleh baca.π€£
Jangan lupa dukungannya ya...ππ
Cap jempol dan ungkapan isi hatimu melalui kata-kata di kolom komentar adalah semangatku.π€π€£
Love you Everybody. ππ€Έπ€Έπ€Έ
Sedangkan di sisi lain, Riana sedang memandang ke taman samping rumahnya.
"Dimana kau berada Kenan? Aku sudah mencarimu begitu lama," gumamnya.
Dari arah belakang, datanglah seorang pelayan yang menghampirinya.
"Maaf nyonya besar, ada tamu di depan," ucapnya sambil menunduk hormat.
"Siapa? Katakan saja aku sedang tidak mau menerima tamu."
"Nyonya Mentari, nyonya besar. Kalau begitu akan saya katakan pada Nyonya Mentari untuk datang lagi di lain waktu," baru saja pelayan itu akan beranjak pergi, Riana pun menghentikannya.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku akan menemuinya." Riana meraih tongkatnya dan berjalan perlahan ke ruang tamu, untuk menemui Mentari. Ya, dia ibunya Arka dan Azka.
"Nenek, aku datang mengunjungimu. Bagaimana keadaan nenek?" tanya Mentari saat Riana datang. Dia pun segera membantu Riana untuk duduk.
"Seperti biasa, aku baik-baik saja. Hanya saja, aku teringat dengan Kenan."
"Hhh..." Mentari mengehela nafas panjang mendengar penuturan Riana.
Sudah berpuluh-puluh tahun, kakaknya, Kenan William meninggalkan rumah besar keluarga William. Lebih tepatnya, setelah dia menikah dengan seorang wanita dari kalangan bawah yang membuat mendiang ayah mereka Harvey William marah besar. Itulah kenapa Kenan memilih meninggalkan rumahnya dan semua kekayaan yang seharusnya menjadi miliknya, karena dia lebih memilih hidup bersama istri tercintanya.
"Kenapa nenek mengingat kakak lagi?" tanya Mentari.
"Karena Kenzo melakukan hal yang sama, seperti apa yang kakakmu lakukan sebelum dia pergi dari rumah."
"Dia menyukai seorang wanita biasa, dan bahkan mereka sudah menikah tanpa memberitahuku lebih dulu." Riana mendesah pasrah mengingat apa yang sudah Gio katakan padanya, beberapa hari lalu.
Apalagi saat Gio kembali mengingatkannya tentang wanita itu. Kalian mungkin bertanya, siapa wanita itu, bukan? Dia adalah mantan pacar Gio. Dulu Riana menghinanya dengan sangat kasar, dan melemparkan setumpuk uang dengan nilai yang tidak sedikit. Untuk apa? Hanya untuk menyuruh wanita itu menjauhi Gio, karena dia sudah menjodohkan Gio dengan Stella.
Gio awalnya percaya, jika mantan pacarnya pergi karena dia lebih memilih pria lain, hingga akhirnya dia menuruti keinginan Riana untuk menikahi Stella. Tapi pada akhirnya Gio tau, mantan pacarnya yang bernama Alexa itu tidaklah memiliki pria lain, melainkan di kirim ke luar negeri secara paksa oleh neneknya. Dan yang lebih membuatnya marah adalah, Alexa akhirnya meninggal karena penyakitnya. Dia tak ingin berobat, karena dia merasa hidupnya tidak berarti saat itu.
__ADS_1
Itulah alasan kenapa Riana tak lagi menentang hubungan Kenzo dan Marisa, meskipun jauh di dalam lubuk hatinya dia masih tidak rela. Tapi dia benar-benar tidak ingin, jika Kenzo akan melakukan hal yang sama seperti Kenan. Keluarga William sudah banyak membatunya di masa sulit, dan Kenanlah orang yang paling berjasa untuknya. Itulah kenapa dia sangat menyayangi Kenan, seperti dia menyayangi anaknya sendiri.
"Nenek ku mohon, jangan ulangi lagi kesalahan ayah saat itu. Jangan buat Kenzo juga nekat melakukan hal yang sama dengan apa yang kakak lakukan. Dan nenek tahu sendiri kan? Bahkan sekarang kita tak tau, dimana kakak berada."
"Hhh..." Riana menghela nafas pasrah, "Kau benar, tapi aku masih tidak rela. Aku tidak mau Kenzo merasakan hal yang sama sepertiku dulu. Hanya di manfaatkan oleh seseorang dengan embel-embel cinta," ujarnya sambil kembali kenangan lama.
#Flashbak On
"Sampai kapan kau akan menyembunyikan hubungan kita, sayang?" tanya wanita itu dengan manja, sembari memainkan jari-jari nakalnya di dada kekasihnya itu.
"Sabarlah sayang, tidak lama lagi aku akan segera menikahi Riana. Aku hanya perlu mengalihkan seluruh harta keluarganya atas namaku, setelah itu aku akan menceraikannya dan menikahimu. Jadi kita tidak perlu lagi hidup susah, dengan uang Riana." Pria itu tertawa setelah menyelesaikan kata-katanya. Namun tanpa dia sadari, Riana mendengar semuanya juga melihat apa yang sudah kedua pasangan laknat itu lakukan sejak tadi. Dia sangat ingin pergi dan melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu sedari tadi, tapi hatinya sedang tidak bersahabat dengan otaknya.
Otaknya menyuruh dia segera pergi, namun hatinya menyuruh Riana untuk mendengarkan apa yang kedua makhluk astral itu bicarakan. Dan alhasil, dia mendapatkan pukulan telak kedua di hatinya. Sakit, sangat sakit.
Setelah mendengar kalimat terakhir dari pria yang dia sebut sebagai calon suami itu, Riana pun pulang dan mengatakan semuanya pada sang ayah. Lalu memintanya untuk membatalkan acara pernikahan yang seminggu lagi akan di adakan.
Sang ayah pun marah besar. Dan tanpa basa-basi, dia memerintahkan anak buahnya untuk membuang pria tidak tau diri itu ke pulau terpencil yang di penuhi dengan binatang buas. Dia di turunkan dari helikopter dalam keadaan pingsan. Setelah itu, tak pernah ada lagi nama pria itu di dunia ini.
Ayah Riana tak membatalkan acara pernikahan itu, melainkan mencari pengganti untuk menjadi suami Riana.
__ADS_1
#Flashbak Off
Hal itu lah yang mendasari, kenapa Riana melarang hubungan Gio dan Alexa, juga hubungan Kenzo dan Marisa. Dia tak pernah merendahkan orang kalangan bawah, tapi dia hanya tak ingin kejadian yang menimpanya dulu akan kembali terjadi dan menimpa anak cucunya.