My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 112


__ADS_3

"Woy! Ngapain lo bengong, beb? Ntar Kesambet baru tau rasa lo!" selorohnya. Namun saat dia melihat penampilan Marisa yang dia kira Maria, mata Monica pun terbelalak kaget, "Tunggu! Lo kok tumben pake baju ginian, bukan gaya lo banget tau nggak—" ucapnya yang terpotong oleh suara Marisa.


"Sebelum lo ngoceh lebih banyak lagi, dan bikin pala gue makin cenat cenut. Gue kasih tau dulu sama lo, ok?"


Monica pun mengangguk pelan.


"Pertama, gue bukan Maria. Nama gue Marisa. Kedua, gue saudara kembarnya Maria. Dan yang ketiga, gue emang suka pake baju kayak gini, style gue sama Maria emang beda jadi jangan di samain, ok?"


Monica pun mengangguk lagi tanpa menjawab, hingga akhirnya dia melongo saat baru ngeh dengan jawaban Marisa.


"OMG! Jadi kalian kembar?!" serunya excited.


Marisa pun mengangguk.


"You're twin?!"


"Yup!"


"Omo! Ikut gue!" Monica langsung menarik Marisa, dan mengajaknya masuk ke dalam gedung itu.


Namun sesampainya di dalam gedung itu, dia tak melihat sosok yang dia cari. Siapa? Tentu saja, Adelia.


"Sial! Ternyata si tuti konde belum nongol ya? Padahal tadinya gue mau bikin dia mati kesel!" ucap Monica yang di dengar jelas oleh Marisa.

__ADS_1


"Tuti konde?" beonya dengan alis bertaut.


"Y, tuti konde. Dia itu musuh besar gue sama Maria di sini. Orangnya itu ngeselin... banget. Makanya gue mau bikin dia kaget, pas dia tau kalau dua Maria. Saingannya bakal nambah satu lagi!" ujarnya dengan menggebu-gebu.


"Cih! Kalo dia ketemu gue, yang ada dia bakal babak belur. Gue sama Marisa itu beda cara buat ngatasin orang-orang macem itu. Maria suka pake mulut pedesnya, sedangkan gue lebih suka pake tangan."


"Justru itu lebih bagus lagi," ucap Monica sambil terkekeh, "Attention please...! Liat nih, siapa yang gue bawa?" seru Monica dengan suara toa masjidnya.


"Wait! Kenapa ada dua Maria...!?" seru Mawar dengan histeris plus dengan wajah alaynya, yang kini menatap Marisa dan Maria bergantian.


"Ya jelas lah ada dua, mereka kan emang kembar," sahut Lia, alias Ali.


"Lia!? Lo tau mereka kembar?" tanyanya, kemudian dia beralih menatap Marisa yang sedang duduk sambil menikmati cemilannya, "Kok lo nggak ngasih tau sih Mar...? Lo cuma kasih tau Ali doang!" gerutu Monica.


"Wait!" Marisa berjalan mendekati Lia, kemudian dia memegang wajah Ali dan mengamatinya dengan lekat, "Lo Alia—"


Marisa pun langsung memutar tangan Ali dengan entengnya, kemudian membanting tubuh Ali ke lantai.


Brak!


Semua orang nampak tercengang melihatnya. Sedangkan Maria yang sudah terbiasa melihatnya, hanya bersikap acuh.


"Awh, shitt!! Lo gila ya Mar!?" seru Ali spontan, hingga dia lupa menggunakan suara aslinya saat bicara.

__ADS_1


"Suara itu lagi?" gumam Monica.


"Sial! Gue jadi kelepasan ngomong pake suara asli, lagi...!" rutuk Ali dalam hatinya.


Sedangkan semua orang tampak semakin tercengang, kala mendengar suara pria yang terdengar begitu sexy di telinga para wanita.


"Lagian lo ngapain pake nutup mulut gue pake tangan lo, hah?! Itu tangan buat cebok, yang lo pake buat nutup mulut gue, sialan!" umpat Marisa, "Lagian lo ngapain pake ginian coba?" tanyanya.


"Ekhem, Mar. Lo kesini buat anterin sarapan gue kan? Ya udah siniin, gue udah laper tau!" sahut Maria yang mencoba mengalihkan perhatian, "Semuanya, kenalin. Dia adek gue namanya Marisa. Sebelum kalian minta dia buat masuk ke dunia modeling, gue kasih tau dulu sama kalian. Adek gue paling nggak suka sama fashion," sambungnya kala melihat fotografer yang tadinya sudah hampir buka suara.


Dia sangat tau, apa yang fotografer itu ingin katakan. Karena itulah, dia mendahuluinya dan membuat sang fotografer hanya bisa menghela nafas kecewa.


"Yup! Lo emang paling pengertian, my twin. Nih sarapan buat lo," Marisa menyodorkan kotak bekal yang dia bawa, pada Maria, "Btw, mana tuh orang?" tanyanya kemudian.


"Tuh, dia dalam sana," Maria menunjuk ke ruangan yang tidak jauh dari pintu masuk, dengan dagunya.


"Ok. Lo makan dulu, gue mau kesana."


Maria pun mengangguk, dan mulai menyantap sarapannya.


"Semuanya, balik kerja!" seru fotografer itu, karena semua orang malah terfokus pada twin menggemparkan itu.


Dan mendapati kesempatan untuk kabur, Ali pun segera bergegas masuk ke ruangannya, "Sialan...! Si Marisa bener-bener hampir aja bikin penyamaran gue jadi Kebongkar! Itu anak beneran suka banget bikin gue sengsara, heran!" umpatnya.

__ADS_1


"Penyamaran apa?" sahut seseorang dari arah belakang.


Sontak saja, hal itu membuat Ali terkejut dan bingung bukan kepalang. Pasalnya dia tau pasti, siapa pemilik suara itu.


__ADS_2