
...Kesempatan tidak datang dengan sendirinya...
...Jadi ciptakanlah sendiri kesempatan itu...
...Jika kau menginginkannya....
...By : Rosemarry...
...*****...
Di tempat lain...
"Ok good job guys, thanks ya buat kerja keras kalian hari ini...!" serunya pada semua kru yang bertugas untuk sesi pemotretan hari ini.
"Mar, bayaran lo udah gue transfer ya. Nanti kalo ada job lagi, gue minta lo siap ya? Soalnya susah nyari model yang kayak lo gini, cantik, berbakat dan yang paling penting lo nggak kayak model-model lain yang susah buat di atur." Pintanya pada Maria yang tengah duduk sambil meminum jusnya.
"Siap, kalo ada kerjaan lain lo calling gue aja, gue pasti kosongin jadwal kok buat lo An kaya sama siapa aja lo." Maria menampilkan cengiran khasnya, yang hanya dia perlihatkan pada beberapa orang saja.
"Hillih! Kemaren-kemaren aja susah banget gue buat minta lo jadi model gue anjir! Lo tolak mulu!" ujarnya sambil memonyongkan bibirnya.
__ADS_1
"Ya kan itu karena gue nggak tau kalo itu elo... lagian yang ngehubungin gue kan asisten lo bukan lo nya sendiri." Maria terkekeh saat melihat temannya itu dengan bibirnya yang monyong.
Maria, Andrew dan Marisa dulu bersekolah di sekolah yang sama saat SMA. Dan selama tiga tahun itu, kebetulan mereka selalu berada di kelas yang sama juga.
Ya... mereka dulu biasa di sebut dengan trio somplak, tentu saja tidak lain karena kekonyolan mereka di sekolah. Dan mereka juga adalah contoh-contoh murid yang tidak patut di tiru!
Bagaimana tidak...
Yang pertama... mereka adalah murid yang sangat rajin, rajin membolos.🙂
Yang kedua... mereka adalah murid yang sangat pintar, pintar mencari alasan untuk bolos mapel.🙂
Dan yang ketiga... mereka adalah murid yang sangat kreatif, kreatif dalam ide dan cara mengerjai para guru.🙂
"Ya iya juga sih, tapi gue juga tau kalo akhir-akhir ini lo lagi sibuk banget. Jadi gue maklum sih kalo susah buat nyari jadwal kosong lo."
"Nah itu lo tau." Kekeh Maria.
"Lagian kenapa tuh kembaran lo yang rese itu nggak lo ajak ikut masuk dunia modeling aja sih? Kan bisa gitu, lagian muka kalian kan kayak foto copyan jadi nggak ada masalah dong sama muka dan body juga dia ok."
__ADS_1
"Ya elah, lo kaya nggak tau aja tuh anak gimana? Lo kan tau dia itu tomboynya parah, mana mau dia masuk dunia model." Ujar Maria, "Tapi dia udah dapet kerjaan juga sih katanya." Sambung Maria kemudian.
"Kerja apa tuh anak?"
Maria pun berfikir sejenak, "Katanya sih masih kayak kerjaan lamanya dia, jadi bodyguard. Tapi bukan buat artis, katanya bosnya itu CEO perusahaan ternama gitu." Maria pun kembali menenggak jusnya untuk sekedar membasahi kerongkongannya.
Andrew pun menggelengkan kepalanya, "Astaga jadi tuh bocah masih aja suka sama yang berbau-bau bela diri?"
"Yup, masih seperti dia yang dulu nggak ada yang berubah sejak dulu sampe sekarang. Dia suka bikin cowok yang lagi deket sama gue ilfill karena suka ngira dia itu gue." Maria pun terkekeh saat mengingat beberapa pria brengsek yang sempat berniat mendekatinya, namun langsung kabur karena ilfill plus takut saat Marisa berpura-pura menjadi dirinya untuk menguji mereka.
"Tapi dia cuma nguji mereka sih, dan ternyata emang bener kebanyakan dari mereka itu cowok-cowok brengsek gitu. So, gue biarin aja dia lakuin itu itung-itung gue jadi punya Bodyguard yang mau di bayar pakai nasi sama lauk doang." Jelasnya yang di akhiri dengan tawa.
"Gue jadi kangen sama dia, kangen sama tingkah konyol bin absurdnya si Marjan, kapan-kapan lah kita adain reunian kuy sama temen-temen lain." Ajaknya.
"Sip! Bisa di atur sih itu mah." Marisa mengacungkan jempolnya pada Andrew.
Andrew pun berpamitan pada Maria, "Ok deh kalo gitu gue pergi dulu ya, gue mau ada acara abis ini, bye Mar!" dia melangkah pergi sambil melambaikan tangannya, karena crewnya juga sudah selesai membereskan semua peralatan dan siap untuk pulang.
Drtt!!
__ADS_1
Drtt!!
Drtt!!