My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 24


__ADS_3

..."Selama masih ada nafas di tubuhmu, jangan sekali-kali menyerah menjalani hidupmu. ...


...Selama masih ada detak pada jantungmu, jangan pernah sekali-kali menyia-nyiakan kehidupan yang tuhan berikan untukmu."...


...By : Rosemarry...


...******...


Plak!!


Dia menatap dengan terkejut pada pria di hadapannya yang baru saja melayangkan tamparan keras di pipinya yang putih itu, hingga meninggalkan sebuah bekas kemerahan di sana.


Namun dia hanya bisa terdiam tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun, bahkan sebatas pertanyaan 'kenapa kau menamparku' pun terasa sangat sulit untuk keluar dari mulutnya.


"Dasar anak tidak berguna! Anak tidak tau di untung! Apa kau bodoh!? Bagaimana bisa kau mempermalukan diri di acara ulang tahunmu sendiri hah!?" seru si pria yang tak lain adalah ayah Raisa.


Namun Raisa hanya diam dan tak berani menjawab pertanyaan sang ayah, lidahnya seolah kelu dan tak kuasa mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya sudah berada di ujung lidahnya.

__ADS_1


Raisa hanya menunduk sambil memegangi pipinya yang sudah memerah karena bekas tamparan ayahnya tadi. Sejujurnya dia sangat terkejut, bahkan sangat-sangat terkejut karena selama ini ayahnya itu selalu baik padanya.


Namun kini dia bisa semarah itu sampai tega menampar dirinya, tapi Raisa juga tak berani bicara apalagi membantah tudingan ayahnya yang mengatainya bodoh.


"Kau itu wanita kalangan atas, sedari kecil kau di didik dengan etika! Tapi kau bahkan bisa dipermalukan oleh seorang rakyat jelata!?" dia mengusap kasar wajahnya, mengingat semua pembicaraan buruk para tamu tentang kelakuan anaknya yang sangat memalukan dan rendahan tadi.


"Apa kau tau, semua ini akan berimbas pada bisnis ayah!? Mereka akan berfikir ulang untuk kerjasama mereka dengan perusahaan ayah, hanya karena kau yang terlalu impulsif dan menghancurkan citra baik yang sudah susah payah ayah bangun untuk keluarga kita selama ini!" dia mengacak rambutnya dengan frustasi.


"Ma-maaf ayah, Raisa tidak berfikir sampai ke sana. Raisa hanya cemburu melihat wanita itu dekat dengan Kenzo ayah. Dan Raisa juga tidak menyangka, kalau wanita itu sangat pandai dalam berkata-kata." Jawab Raisa pada akhirnya, namun dia tetap tak berani menatap wajah ayahnya dan tetap berbicara sambil tertunduk takut.


Setelah mengatakan hal itu, Wilson pun melangkah pergi meninggalkan Raisa dengan amarah yang masih meninggi. Namun baru beberapa langkah dia berjalan, dia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


"Ayah harus mengurus para tamu lebih dulu. Dan kau... lebih baik kau pulang saja, dari pada kau hanya membuatku bertambah malu di sini!" ucapnya sebelum benar-benar meninggalkan Raisa di sana sendirian


"Ba-baik ayah." Jawab Raisa tergagap.


Raisa pun baru bisa bernafas lega, setelah punggung ayahnya tak lagi dapat dia lihat.

__ADS_1


"Sialan! Ini semua gara-gara tuh cewek resek! Awas aja ya, gue bakal cari tau siapa lo dan gue bakal balas lo buat penghinaan yang lo kasih ke gue hari ini!" gerutunya sambil bertekad untuk mencari tahu siapa Marisa dan membalasnya.


"Damn! Tuh duo cabe kemana sih?! Kenapa mereka berdua belum kesini juga!" Raisa pun semakin kesal karena setelah sekian menit mendengar ceramah dari ayahnya, yang bahkan sampai menghadiahinya cap lima jari kedua antek-anteknya itu tak juga datang menyusulnya.


Raisa pun menyambar ponsel yang dia letakkan di atas meja dan segera menghubungi kedua antek-anteknya.


Sedangkan yang tengah di carinya itu kini malah tengah sibuk menikmati makanan yang di sediakan, sambil membahas rencana mereka selanjutnya.


Mereka memang tak berniat menyusul Raisa keatas, karena mereka yakin setelah Raisa di marahi oleh ayahnya dia pasti akan melampiaskan kekesalannya pada mereka berdua.


Namun sialnya, hp Della bergetar dan mereka sudah dapat menebak siapa yang menelfon dan apa tujuannya.


Drtt!!


Drtt!!


Drtt!!

__ADS_1


__ADS_2