
Ungkapanlah rasa cintamu terlebih dahulu
Untuk di terima atau tidak, takdir akan memberitahukannya padamu.
By : Rosemarry
*****
"Mar, lo denger gue ngomong apa kan? Kenapa lo nggak jawab? Gue butuh jawaban lo mar."
"Apa kalo gue jawab, lo bakal berhenti bahas ini lagi?"
"Tergantung."
"Mati dong..."
"Maksud gue tergantung sama apa jawaban lo, kalau lo terima gue ya gue nggak mungkin lah nembak lo lagi. Tapi kalo lo nolak gue, ya gue bakal terus nanyain ini ke lo besok pagi dan besok pagi lagi dan besok pagi lagi dan besok lagi dan—" Ucap Kevin yang menirukan salah satu perkataan legend dari scene film Spongebob.
"Cukup Kevin, gue nggak bisa jawab lo sekarang."
"Hah? Kenapa? Di gantung itu nggak enak, Marisa..."
"Ya kan gue bukan gantung lo di pohon toge juga, dimana nggak enaknya. Yang jelas gue nggak bisa kasih jawaban ke lo, karena—" Marisa menatap pada Kenzo untuk memberikan kode.
"Karena apa? Kak Kenzo? Please kak Ken, lepasin Marisa buat gue ok?" Kevin beralih menatap Kenzo.
"Aku memang tidak pernah menahannya sejak awal, jadi kalau dia mau ya ambil saja." Jawab Kenzo.
"Kau dengar itu, Marisa? Jadi apa lagi?"
__ADS_1
"Dasar Muktar songong! Lo bukannya bantuin gue malah ikutan mojokin gue!" batin Marisa kesal. "Oke Vin, sekarang gue mau jujur sama lo."
"Ya."
"Gue itu nggak mau punya pacar yang lebih muda dari gue, dan lo itu masih terlalu muda buat gue Kevin... lo ngerti kan? Perbedaan yang nggak bisa di ubah kan? Lagian gue udah punya seseorang yang gue suka." Kilahnya.
"What?!" jerit ketiga pria di dalam ruangan itu bersamaan.
Kevin yang baru saja menyatakan perasaannya, serasa di timpa batu besar dari atas. Sedangkan Kenzo entah kenapa merasa sangat marah, kecewa dan entah apa lagi rasa yang sangat campur aduk dan membingungkan.
"D-dia punya orang yang dia suka? Siapa dia? Apa dia lebih tampan dariku?" batin Kenzo yang entah mengapa semakin merasa kesal.
"Pemirsaaaah, rupanya sang putri tidak memilih pangeran ataupun raja. Mungkinkah sang putri sudah memiliki seorang ksatria berkuda putih di hatinya?" batin Arka yang semakin menantikan kelanjutan drama live di hadapannya itu.
"Siapa dia Marisa?"
"What!" sekali lagi ketiganya di buat terkaget-kaget oleh pengakuan Marisa.
"Aku? Kau menyukaiku, bukannya kau bilang—"
"Aku menyukaimu, Kenzo." Marisa langsung melesak maju ke arah Kenzo dan menginjak kaki Kenzo dengan kode mata yang dia tujukan padanya, "Lagi pula bukannya papamu juga sudah menentukan pernikahan kita? Dan kau sendiri yang bilang, itu tidak bisa di ganggu gugat kan?" sambungnya dengan senyum yang seolah mengancam Kenzo.
"Sakit, Marisa..." bisik Kenzo.
Senyum Marisa seolah tengah berkata, "Kalau kau berani untuk tidak bekerja sama denganku, kakimu ini akan segera hancur!"
"Astaga, senyum joker yang mengerikan...!" batin Arka yang memegangi bulu kuduknya yang sudah meremang ketakutan.
"Kau sudah dengar sendiri Kevin? Aku tidak memaksanya." Jawab Kenzo sambil menahan sakit di kakinya.
__ADS_1
"Aku tidak akan menyerah, Marisa... Meskipun itu kakakku sendiri, aku mau bersaing dengannya." Kevin melangkah pergi dengan kesal.
"Apa kau gila?!"
"Ya, aku gila. Siapa suruh kau main lepas setang begitu saja? Bukannya membantuku, kau malah tidak perduli, bos. Apa kau lupa semua ini berawal dari tugas epic yang kau berikan padaku." Ujar Marisa dengan senyum sinisnya.
"Kenapa aku merasa senang? Apa aku sudah gila?" pikir Kenzo.
"Aku tidak mau tau bos, kau harus mencari solusi untuk semua masalah ini. Kepalaku rasanya sudah mai pecah." Marisa duduk di lantai dengan lesu.
"Itu mudah."
"Hah? Kau sudah menemukan cara, bos? Akhirnya... ada juga ide bagus yang datang."
"Kau ingin terbebas dari Kevin, dan desakan papaku kan? Itu mudah saja, menikah denganku secepatnya dan aku jamin papaku tidak akan mendesakmu menikah lagi. Dan Kevin juga tidak mungkin mengejar kakak iparnya kan?"
"What!!!!!!" rasanya nyawa Marisa tercabut begitu saja mendengar usulan Kenzo yang amat sangat solutip itu.
Dan Arka juga tak kalah kagetnya, dia menatap kedua orang di hadapannya dengan mulut menganga lebar.
"Apa yang aku katakan tadi? Wah fix, sepertinya aku benar-benar menyukai triplek bernyawa ini..." rutuk Kenzo dalam hati.
"Arka? Tadi aku tidak salah dengar kan? Bosmu yang super duper pintar ini, tiba-tiba mengatakan hal bodoh?" tanya Marisa pada Arka.
"Tidak, karena aku juga mendengarnya dengan SANGAT JELAS. Bahkan aku bisa mengulangi kalimatnya tanpa hilang satu kata pun."
"Kau mengataiku bodoh?" Kenzo berjongkok dan mensejajarkan wajahnya dengan Marisa. "Aku mau membuktikan apakah aku benar-benar menyukai gadis ini, jika iya—" Batinnya sambil menatap lekat Marisa.
"K-kau mau apa?"
__ADS_1