My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 20


__ADS_3

..."Jangan remehkan seorang pendiam, karena sesungguhnya mereka itu mengerikan. Berhati-hatilah jika dia sudah marah dia bisa saja membunuhmu hanya dengan satu langkah!"...


...By: Rosemarry...


...******...


"What?! Apa yang kau lakukan? Aku menyuruhmu untuk membuat Raisa menjauh dariku malam ini, bukan menyuruhmu untuk menggantikan dia menempel padaku seperti ini!" Kenzo bertanya pada Marisa dengan berbisik. Karena dia tidak mungkin memarahi Marisa di depan para tamu, sedangkan Marisa adalah pasangannya di pesta itu.


"Sstt!! Bukankah anda mau membuat si ulet keket ini menjauh? Jika iya, maka sebaiknya anda diam dan lihat saja bagaimana caraku menghempas jauh si ulet keket ini." Marisa juga menjawab pertanyaan Kenzo dengan berbisik.


Semua orang di sana pun menatap kaget pada Marisa dan Kenzo, pasalnya Kenzo terkenal sebagai seorang pria yang anti dengan wanita.


Bahkan dia saja tidak suka di sentuh oleh sembarang wanita, dan para tamu undangan sudah cukup terkejut dengan Marisa yang datang sambil menggandeng lengan Kenzo.


Dan kini keterkejutan mereka menjadi berlipat ganda, dengan melihat Marisa yang tengah duduk manis di pangkuan Kenzo. Dan Kenzo sendiri pun tidak tampak menolak apa yang tengah Marisa lakukan saat ini.


"Ok, kita lihat bagaimana caramu membuat dia menjauh dariku!" Kenzo akhirnya membiarkan saja Marisa duduk di pangkuannya.


"Kau!?" geram Raisa menatap nyalang pada Marisa.


"Ada apa nona Raisa? Kenapa anda melihat saya dengan tatapan seperti itu?" tanya Marisa dengan wajah tanpa dosanya, dan bahkan dia tengah tersenyum pada Raisa.


"Dasar wanita ular sialan!! Beraninya dia duduk di pangkuan Kenzo gue!! Bahkan gue aja belum pernah ngelakuin hal itu!" batinnya.


Boro-boro duduk di pangkuannya, bahkan memegang tangan Kenzo pun sangat sulit untuk Raisa.


Kenzo selalu marah padanya setiap kali dia melakukan hal itu, tapi sekarang apa? Kenzo justru diam saja saat marisa melakukan hal itu.


"Tidak ada, aku hanya ingin memberikan kue ini pada KENZOKU!" jawab Raisa yang sengaja menekankan kata Kenzoku, dan menatap Marisa sambil tersenyum sinis.


"Maaf nona, kau tadi bilang apa? Kenzoku? Apa kau tidak salah bicara nona, atau mungkin aku yang salah dengar?" Marisa pun menautkan alisnya

__ADS_1


"Kau baru saja menyebut pacarku dengan sebutan 'Kenzoku', apa sekarang pencuri sudah mulai bertindak secara terang-terangan? Mungkinkah penjara kekurangan narapidana?" Marisa menyindir Raisa dengan tetap menampilkan wajah polos tanpa dosa, yang semakin membuat amarah Raisa naik sampai ke ubun-ubun.


"Kau!?" Raisa pun menunjuk ke arah Marisa dengan wajah geram.


"Kenapa? apakah yang aku katakan barusan itu salah? Aku hanya bertanya, apa penjara kekurangan narapidana sehingga para PENCURI mulai mencuri secara terang-terangan!" Marisa menekankan kata Pencuri untuk membuat Raisa semakin kesal.


Bisikan demi bisikan para tamu pun mulai terdengar bersahutan, mereka membicarakan Raisa yang memang terlihat hendak mencuri atau merebut pacar orang lain di depan umum.


"Ternyata nona Raisa itu tidak sebaik yang di beritakan ya?"


"Kukira gelas eh ternyata kompor, kukira mbaknya berkelas eh ternyata pelakor!" celetuk para kaum ibu-ibu rumpi yang ikutan membicarakan Raisa.


"Bener banget jeng! Pelakor jaman now emang udah canggih ya, nggak lagi main di belakang tapi langsung di sleding dari depan."


"Hm! Ember... Secara kan pelakornya... Pelakor kelas kakap!"


"Sialan! Cuma gara-gara satu kata dari si cewek ular itu, reputasi yang gue bangun susah payah selama ini hancur gitu aja?!" geramnya dalam hati.


Raisa pun merasa panas hati saat mendengar berbagai pembicaraan tidak menyenangkan tentang dirinya, hanya karena ucapan Marisa yang cuma beberapa patah kata itu.


"Oh maaf nona, aku bahkan tidak tahu kalau Kenzo itu adalah pacarmu." Raisa menatap sinis pada Marisa.


"Secara kita semua tahu, Kenzo itu tidak pernah terlibat skandal percintaan. Jadi aku bahkan tidak pernah tahu kalau ada sosok dirimu di hidup Kenzo."


"Dan aku juga yakin, para tamu undangan di sini tidak ada yang mengenalmu, nona..."


Raisa sengaja menjeda ucapannya, untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang mengenal Marisa.


"Marisa, namaku Marisa. Sekarang kita sudah saling kenal kan, nona Raisa."


Marisa pun mengambil gelas anggur yang ada di atas meja, di depannya dan memainkan gelas itu sambil menatap Raisa.

__ADS_1


"Dan biar ku beritahu padamu, nona. Kita semua tahu setan dan malaikat itu ada bukan? Hanya saja mereka memang tidak ingin menampakkan diri mereka sembarangan." Marisa pun berdiri dari pangkuan Kenzo dan melanjutkan ucapannya, "So, bukan berarti yang tidak menampakkan dirinya itu tidak ada kan nona Raisa?"


Raisa pun hanya bisa terdiam sambil mengepalkan tangannya mendengarkan Marisa yang terus bicara.


"Cih! Mau coba-coba main trik sama gue?! I'm so sorry, lo cari lawan yang salah, Ferguso!" decih Marisa dalam hatinya.


Marisa berjalan perlahan mendekati Raisa.


"Justru kau nona Raisa, kau mengklaim pacarku sebagai milikmu. Sedangkan seperti yang kau katakan tadi, Kenzoku ini tidak pernah dekat dengan wanita manapun kecuali AKU!"


Marisa pun menekankan kata 'Aku' agar Raisa sadar, Kenzo sudah menjadi milik orang lain.


Bak senjata makan tuan, tujuan Raisa yang awalnya membuat Marisa malu justru berbalik dan membuat dirinya lah yang di permalukan oleh Marisa.


"Sialan! Pintar banget sih ni cabe ngebalikin omongan gue!" Geramnya dalam hati sembari mengepalkan erat-erat tanganya dan menatap kesal pada Marisa.


"Tapi nona Marisa, Kenzo saja tidak mengatakan kalau dirinya adalah pacarmu. Dan kau mengklaim dia sebagai pacarmu, apa ini semacam Hubungan sepihak?" Raisa pun mencoba menahan emosinya, dan kembali membalas perkataan Marisa.


"Sepertinya jika belum ada bukti konkret, kau belum menganggap hubungan kami sah ya, nona Raisa. So, biarkan aku berikan bukti untukmu. Bukti yang valid!"


Marisa yang kepalang kesal karena Raisa yang tak juga berhenti mencari masalah pun, memikirkan ide gila di otak mininya itu.


"Lo liat itu kan Del? Kayaknya si Cumi dapet lawan yang berat deh kali ini." Stevy tersenyum licik menatap ke arah Marisa dan Raisa.


"Bener banget Stev, biar tau rasa tuh si Cumi. Baru kali ini kan ada orang yang berani gituin dia!"


"Yup! Tuh cewek bener-bener bisa bikin si Cumi kesel, tapi dia tetep keliatan elegan." Stevy pun memuji cara Marisa menaklukkan kesombongan Raisa.


Marisa pun berjalan perlahan dan mendekat kembali pada Kenzo, kemudian kembali mendudukkan dirinya di pangkuan Kenzo.


Namun hal mengejutkannya bukanlah itu, tapi apa yang Marisa lakukan selanjutnya.

__ADS_1


"Kau!!"


__ADS_2