My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 150


__ADS_3

...Jangan lupa like, komen dan amunisinya ya bestieku tercintaaah💋💋😉...


...********...


Beberapa puluh menit kemudian, mobil Marisa sudah sampai di pelataran mansion milik Mentari. kedua twin somplak itu pun turun dengan menenteng buah tangan di tangan mereka.


Marisa menekan bel yang ada di depan pintu utama rumah itu, dan tak lama kemudian pintu pun terbuka dan merek bertiga tampak terkejut dan saling melihat satu sama lain.


"Gea?" seru Marisa dan Marisa bersamaan sambil menunjuk ke arah Gea yang mematung di ambang pintu.


"Eh kalian, ayo masuk." Gea mengajak twin somplak itu masuk, seolah-olah dialah tuan rumahnya.


Mereka pun duduk di ruang tamu rumah itu. Dan Marisa pun langsung mencecar Gea dengan berbagai macam pertanyaan yang sudah hilir mudik di otaknya sejak tadi, tepatnya sejak dia melihat Gea yang membuka pintu rumah keluarga besar William.


Namun baru saja Marisa akan buka mulut, Maria justru sudah menyalipnya dan mengajukan pertanyaan pada Gea lebih dulu.


"Lo ngapain Ge di sini?" tanya Maria yang membuat Marisa kembali menutup mulutnya yang sudah menganga dan baru akan mengeluarkan suara. Dia beralih menatap Gea, pasalnya hal yang ingin dia tanyakan pertama kali sudah di tanyakan oleh Maria.


"Gue jagain Arka," jawab Gea dengan salah tingkah, dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa canggung untuk menjelaskan pada twin somplak itu.


Marisa yang sudah tau dari awal jika Gea menyukai Arka pun mengehela nafas panjang, sedangkan Maria yang belum mengetahui hal itu hanya mengangguk dan mencoba mengerti.


"Gue tau lo suka sama Arka, Ge... tapi kenapa harus lo yang jagain Arka, kan ada tante Mentari."


"Mama sama Papa lagi keluar kota, ada urusan bisnis," jawab Gea dengan cengiran khasnya.


"Mama? Papa? Roman-romannya udah dapet restu aja nih, otw jadi sepupu gue dong lo?" sahut Maria tiba-tiba.


"Ehm... restunya sih udah dapet, tapi cowoknya yang belum." Gea terkekeh setelah mengatakan hal itu. Namun dia berhenti tertawa dan memasang wajah bodoh, saat mengingat perkataan Marisa. Sepupu? Kenapa sepupu? Apa hubungannya jika dia menikah dengan Arka dengan menjadi sepupu twin somplak itu? Apa maksudnya ini, apa aku kelewatan hal penting?

__ADS_1


Berbagai macam pertanyaan hilir mudik di kepala Gea, dan itu terlihat sangat jelas dari raut wajahnya. Marisa yang seolah mengerti isi kepala sahabatnya itu pun, segera menjelaskan.


"Arka itu sepupu gue. Dan tante Mentari alias calon mertua lo itu, tante gue. Dia adik dari almarhum bokap gue."


Gea melotot menatap twin somplak, tak lupa dengan mulutnya yang menganga lebar seolah menunggu lalat datang dan bertamu.


Bagaimana bisa Arka menjadi sepupu twin somplak ini, dan sejak kapan ayahnya twin somplak punya adik lalu sebenarnya apa yang terjadi. Gea benar-benar tidak bisa mencerna banyaknya informasi baru yang dia dengar hari ini, dia masih terus menghubungkan segala teka-teki di otaknya. Menyusun kepingan puzzle yang terasa sulit di satukan. Marisa tidak menjelaskan semuanya dari awal, bagaimana di bisa percaya jika ayah twin somplak yang selama ini dia tau itu tidak punya sanak keluarga, tiba-tiba saja menjadi kakak dari calon mertuanya.


Akhirnya mau tidak mau, Marisa menjelaskan semuanya dari awal dengan cara di rangkum agar bisa dia ceritakan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya.🤣


Akhirnya Gea pun mengerti juga dengan semua yang terjadi, meski masih ada keterkejutan yang dia rasakan saat ini.


"Mana tu bocah?"


"Di kamarnya, ayok."


Twin somplak pun mengikuti Gea ke lantai atas, menuju ke kamar Arka.


"Aku kan sudah menyuruhmu istirahat! Kenapa malah main ponsel?! Dasar bandel!" dia menjewer telinga Arka seperti anak kecil, yang tentu saja membuat twin somplak tak mampu menahan tawa mereka.


"Bocil songong, lepaskan telingaku! Ini sakit dan memalukan!" seru Arka sambil berusaha melepaskan jeweran maut di telinganya.


"Mama sudah bilang padaku—"


"Kau bisa melakukannya dengan caramu, jika dia tidak menurut!" sahut Arka yang seolah sampai hafal, dengan kata-kata yang sejak semalam terus keluar dari mulut Gea, "Aku sudah bosan mendengar kalimat itu, dasar bocil songong!"


"Tapi aku tidak perduli. Aku sudah mendapatkan otoritas penuh dari calon mertuaku!" ujar Gea yang kemudian menjulurkan lidahnya pada Arka.


Melihat hal itu, Arka justru kembali teringat dengan adegan setengah panas mereka semalam. Benar-benar hanya setengah panas, karena setelah satu kali ciuman mereka semalam, semuanya kembali seperti semula. Dia salah tingkah saat otaknya memikirkan hal yang iya-iya, saat melihat Gea menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


From author : Mungkin maksud lo yang enggak-enggak kan babang Arka? Tapi karena enak, makanya jadi yang iya-iya.🤣🤣


twin somplak yang menyadari keanehan Arka, seolah sudah menebak ada sesuatu yang terjadi pada dua manusia di hadapan mereka itu.


"Ehm, Gea... sejak kapan kau di sini, tadi pagi?"


Mata Arka membelalak saat mendengar Marisa bertanya seperti itu pada Gea, terlebih dengan lirikan Marisa yang jelas tertuju padanya. Dalam hatinya, Arka terus berdoa agar Gea tak mengatakan jika dia semalam menginap di rumahnya.


"Semalam. Mama memintaku menjaga Arka sampai dia sembuh atau sampai dia pulang."


Marisa yang seolah sudah menemukan kaitan dari wajah Arka yang bersemu merah, dan jawaban yang Gea berikan pun tersenyum jahil menatap Arka.


Sedangkan Arka sendiri merutuku kepolosan Gea yang tidak menyadari maksud tersembunyi di balik pertanyaan Marisa padanya, yang jelas sekali sedang berusaha menggali informasi atau lebih tepatnya gosip hangat hari ini.


"Apa semalam di macam-macam denganmu?" Bukan Marisa, melainkan Maria yang menanyakan hal itu pada Gea. Dan sontak saja hal itu membuat Arka semakin membulatkan matanya, menatap kedua sepupu lucknutnya itu. Namun dia tidak lagi berharap, jika Gea bisa menjawabnya dengan benar. Dia sudah tau jika Gea sangat polos atau mungkin bodoh, jadi dia pasti akan mengatakan yang sebenarnya pada twin somplak itu.


"Tidak," jawab Gea yang membuat Arka terkejut sekaligus senang. Namun kesenangan sesaat itu memudar, kala Gea melanjutkan ucapannya, "Hanya satu macam. Dia menciumku, tidak ada yang lainnya. Jadi hanya satu macam kan? Bukan macam-macam."


"Pffft... bwahahaha..." Tawa tiba-tiba saja menggelegar memenuhi kamar itu. Siapa lagi pelakunya kalau bukan twin somplak.


Mereka tertawa sampai perut mereka terasa sakit.


Sedangkan Arka hanya bisa maraup kasar wajahnya, dan merutuki Gea dalam hatinya.


Ingin sekali rasanya dia menenggelamkan atau mengubur dirinya sendiri saat ini.


"Sial!"


...*******...

__ADS_1


...Bener Gea, kamu nggak salah kok.🤭🤭🤭...


...Babang Arka emang cuman cium doang, jadi cuma satu macem, bukan macem-macem. 🤣🤣🤣🤣🤣...


__ADS_2