My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 53


__ADS_3

...Jika kamu bisa bermimpi kamu pasti juga bisa mencapainya...


...Jadi jangan pernah berhenti untuk mencoba untuk mewujudkannya...


...Karena keberhasilan itu nyata dan tergantung pada seberapa besar usaha kita untuk membuatnya menjadi nyata....


...By : Rosemarry...


...*****...


"Tunggu! Bukannya, Kevin bilang dia mau jalan sama pacarnya? Tapi sekarang kenapa Marisa jadi pacarnya Kenzo?" pikir Stella, dia pun menoleh dan melihat raut wajah Kevin yang begitu tidak sedap di pandang, "Vin..." panggilnya lirih pada Kevin.


"Kevin mau ke kamar ma, ngantuk." Kevin pun berdiri dan meninggalkan ruangan yang membuatnya panas, panas luar dalam!


"Haish... ada apa sebenarnya? Marisa ini pacarnya Kevin atau Kenzo?" pikir Stella sambil menatap ke arah Marisa yang masih menundukkan kepalanya.


Stella pun berdiri dan beranjak dari duduknya.


"Mama mau kemana?" tanya Gio.


"Mama mau nyamperin Kevin bentar pa."


"Ooh... ya udah."


"Mati gue! Mati gue! Mati gue...! Kenapa gue main setuju aja sih tadi? Kalo suasananya tengang gini, bisa-bisa mati berdiri nih gue...!" umpatnya dalam hati.


"Siapa nama kamu."


Deg!


"Ma-Marisa pak."


"Marisa?" pikir Gio, "Panggil om aja."


"I-iya om."


"Udah berapa lama kami pacaran sama anak saya?.

__ADS_1


"Satu minggu."


"Satu bulan."


Jawab Kenzo dan Marisa bersamaan namun dengan jawaban yang berbeda.


"Mana yang bener?"


"Satu bulan."


"Satu minggu."


Gio menautkan alisnya menatap Kenzo dan Marisa bergantian.


"Maksudnya, kita deket udah sebulan ini pah. Tapi kita emang baru pacaran seminggu yang lalu." Sahut Kenzo menjelaskan.


"Ooh..."


"Shitt!! Kenapa muka bokapnya si Muktar lebih datar lagi dari muka anaknya yang udah datar sih?"


"Papah pasti nggak akan percaya." Pikir Kenzo.


Tok...


Tok...


Tok...


Setelah mengetuk pintu kamar Kevin beberapa kali namun tak kunjung mendapatkan jawaban dari si empunya, Stella pun akhirnya membuka pintu kamar Kevin dan masuk ke dalam kamar anaknya itu.


"Vin..."


Kevin masih setia bergelung dalam selimutnya, tanpa mengindahkan panggilan Stella.


"Vin... kamu kenapa? Ayo ceritakan, sebenarnya apa maksud semua ini?" Stella mengusap kepala anak bungsunya itu dari luar selimut.


"Haish... Kevin kesel sama kak Kenzo ma...!" Kevin pun menyingkap selimutnya dan duduk menghadap Stella.

__ADS_1


"Mama juga bingung, Kevin. Tadi mama kira awalnya Marisa itu pacar kamu, tapi tadi kakak kami bilang Marisa itu pacarnya." Stella menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya, "Awalnya Marisa memang datang bersama kakakmu kan? Tapi tadi dia pergi bersamamu, jadi sebenarnya apa yang terjadi?"


"Jadi gini ma—" Kevin pun menceritakan awal mula pertemuannya bersama Marisa.


"Hah? Jadi Marisa itu bukan pacar kamu, dan juga bukan pacar kakak kamu?"


"Hm... tapi Kevin itu suka sama Marisa ma, dia itu beda sama cewek lain, dia itu sederhana, nggak neko-neko, baik, cantik lagi."


"Kevin... dengerin mama ya, suka dan kagum itu berbeda tapi hampir sama. Kalian itu baru aja kenal, dan mama rasa di umur kamu ini masih masanya cinta monyet."


Kevin pun hanya terdiam dengan penuturan mamanya yang memang benar adanya, dia bahkan belum genap 20 tahun. Dan dia juga memang belum lama mengenal Marisa.


"Tapi kenapa kak Kenzo seenak jidat aja ngeklaim Marisa sebagai pacarnya?"


"Mungkin itu karena ancaman papah kamu, yang bilang mau ngejodohin dia kalau dia nggak pacarnya pulang."


"What?! Kok bisa gitu ma?"


Stella hanya mengangkat bahunya, "Udah mending kamu tidur sekarang, kalau memang Marisa jodoh kamu dia nggak akan kemana-mana kok." Ucapnya menenangkan.


Bagaimana pun di usia Kevin, masih masa labil dimana sulit bagi remaja seumurannya untuk memahami apa yang mereka inginkan, apa yang mereka suka, dan apa tujuan mereka.


"Ya ma." Kevin pun kembali merebahkan dirinya dan mencoba menutup matanya.


Sedangkan Kenzo dan Marisa kini tengah menunggu respon selanjutnya dari Gio.


"Apa kamu pikir papa tidak tau siapa dia, Kenzo?" setelah sekian lama terdiam, Gio akhirnya mengucapkan kalimat keramat itu dan membuat dua pasang mata manusia di hadapannya itu membulat sempurna.


"Sial! Sudah kuduga papa tidak akan percaya." Batinnya.


"Bukannya dia wanita yang membuatmu menjadi trending topic para kolega papa? Apa kau lupa siapa papamu sendiri, Kenzo?"


Glek!


Marisa dengan susah payah berusaha menelan salivanya yang terasa tercekat di tenggorokan.


"Meskipun ayahnya Raisa sudah berusaha menutup rapat mulut para awak media, namun mulut para netizen lah yang paling sulit untuk di bungkam. Jadi meski aku tidak datang ke acara itu, aku tau persis apa yang terjadi di sana." Tekan Gio dengan tatapan mengintimidasi.

__ADS_1


"Aduh mampus gue! Bener-bener kiamat dua belas nih bentar lagi...!"


__ADS_2