My Lovely Bodyguard

My Lovely Bodyguard
Episode 63


__ADS_3

...Tak semua hal sama dengan apa yang terlihat...


...Sesuatu yang terlihat tenang bisa saja justru mampu menghanyutkan...


...By : Rosemarry...


...*****...


Meskipun Kenzo tetap memasang wajah datar, tapi dalam hatinya berkata lain. "Hm... rasanya tidak buruk, manis dan... lembut seperti—" bayangan adegan setengah panas yang pernah terjadi antara dirinya dan Marisa pun seolah di reply dalam otaknya, gambaran yang begitu jelas dan detail.


Kenzo pun menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir setan mesum yang tengah mencoba menghasutnya itu.


"Eh kenapa tuh si Muktar? Tadi itu muka masih kaku kayak kanebo kering, sekarang malah geleng-geleng." Pikir Marisa yang merasa aneh saat melihat Kenzo menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Sialan! Apa aku sudah gila? Bagaimana mungkin aku bisa membayangkan hal-hal mesum seperti itu, terlebih lagi dengan yang modelan rata depan belakang begitu?!" batin Kenzo yang tidak habis pikir dengan dirinya sendiri.


Akhirnya mereka pun sampai di perusahaan.


"Ken?!" seru Arka yang langsung menghampiri Kenzo saat dia baru saja turun dari mobil.


"Arka, ada apa? Apa ini soal Azka?"


"Ya, aku hanya bingung kenapa dia tidak kembali ke rumah kalau dia memang masih hidup. Apakah sebenci itu dia padamu hanya karena sebuah kesalahpahaman?" mereka pun berbincang sambil berjalan menuju ruangan mereka dengan Marisa yang mengikuti mereka di belakang.


"Aku juga tidak tau Arka, tapi bagaimana pun semua itu juga salahku. Jika saja dulu aku—"


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri Kenzo, aku sudah menganggapmu seperti saudaraku sendiri dan kau juga begitu kan? Jadi jangan anggap itu kesalahanmu, bagaimanapun semua itu adalah takdir yang memang sudah seharusnya terjadi."


"Tapi jika saja aku tidak terlambat mencegah Bella untuk bunuh diri, Azka tidak akan salah paham padaku."

__ADS_1


"Bella? Bunuh diri? Kesalahpahaman Azka? Sepertinya aku mulai mengerti duduk permasalahannya." Pikir Marisa.


"Haish... sudah-sudah aku membahas masalah ini bukan untuk melihatmu menjadi mellow seperti ini." Ucap Arka, "Tapi sebaiknya kita rahasiakan dulu masalah ini, sebelum semuanya jelas. Aku ingin membawanya kembali pulang, seburuk apapun tabiat dan kelakuannya dia tetaplah adikku."


"Aku juga berfikir begitu, sepertinya memang itulah pilihan terbaik untuk saat ini."


"Ehm. Oh iya, ngomong-ngomong bagaimana masalah pernikahan kalian berdua?"


Uhuk! Uhuk!


Rasanya Marisa sampai tersedak ludahnya sendiri karema pertanyaan Arka yang tiba-tiba menyimpang dari topik pembicaraan awal.


Kenzo pun melotot ke arah Arka dengan penuh arti.


"Kenapa? Apa aku salah bicara?"


"Ya, sangat salah!" jawab Kenzo dan Marisa serentak.


"Tidak!" jawab keduanya lagi serempak.


"Astaga...! Kekompakan kalian bahkan sudah mengalahkan kompaknya grup paduan suara."


"Arka... bisakah kau diam? Atau aku harus mengirimmu ke pedalaman Afrika? Atau ke hutan Amazon? Atau lebih baik aku mengirimmu ke nusa kambangan?"


"Astaga! Kenapa tidak ada pilihan yang lebih baik? Misalnya ke London, Singapore, atau mungkin Paris?"


"Baiklah, aku akan mengurus segera keberangkatanmu."


"Kemana?"

__ADS_1


"Ke alam baka." Jawab Kenzo dengan senyum devilnya.


"Cih! Dasar lempengan besi. Keras, datar, dingin, dan kaku!" ejek Arka dengan mulut manyunnya.


Sedangkan Marisa hanya memilih diam dan tidak ikut mengomentari candaan receh Arka yang sangat menyebalkan itu.


Setelah Arka dan Kenzo masuk ke dalam ruangan kerja Kenzo dan Marisa yang berjaga di luar seperti biasa, Kenzo pun kembali berbicara.


"Aku bingung, apa yang harus ku lakukan untuk membatalkan keinginan pak tua itu."


"Haish... aku juga tidak bisa membantu, tapi apa kau tidak jadi menggunakan Kevin untuk membatalkan rencana ayahmu?"


"Kurasa tidak, aku takut kalau itu justru akan membuat Kevin sakit hati. Karena dilihat dari segi manapun, Marisa tidak terlihat menyukainya."


"Ya, aku tidak tau kalau soal itu. Kau sendiri kan tau aku ini jomblo dari lahir, mana mengerti aku soal perasaan semacam itu."


Kenzo menghela nafas panjang. "Apa sebaiknya aku ikuti saja alurnya?"


Di tempat lain...


"Apa!? Apa papa bercanda? Kenapa papa menjodohkan Marisa dengan kak Kenzo, kenapa tidak denganku?"


"Kau itu masih kecil Kevin, selesaikan dulu kuliahmu dan kau baru boleh memikirkan tentang pernikahan."


"Tidak! Papa tidak adil! Pap tau kalau kak Kenzo tidak menyukai Marisa apalagi mencintainya, tapi kenapa papa memaksa mereka menikah?!"


"Kau masih belum mengerti dunia orang dewasa Kevin." Jawabnya yang kemudian beranjak dari duduknya dan meninggalkan Kevin, "Kau hanya terlalu polos dan belum mengerti kerasnya kehidupan, Kevin. Satu kesalahan kecil bisa menghancurkan segalanya." Batinnya.


"mama..."

__ADS_1


"Sudahlah Kevin, kau tau sendiri bagaimana sifat ayahmu bukan? Jangan membuatnya marah lagi, dan ingat kata-kata mama. Kagum dan cinta itu berbeda Kevin."


"Tidak! Aku tidak terima, aku bukan anak kecil lagi. Kenapa aku selalu di perlakukan seperti anak kecil di keluarga ini?!"


__ADS_2