Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
100 = BERITA GEMPAR DI KOTA PROVINSI CAO


__ADS_3

\=Chapter 100. BERITA GEMPAR DI KOTA PROVINSI CAO\=


\=


\=


Xu Wuzao, Li Yian dan yang lainya sampai di sekte anggrek putih! Mereka bertiga melihat sekte anggrek putih tidak mengalami kerusakan dan tidak memakan banyak korban itu cukup membuatnya lega.


"Ternyata semua ini tidak seperti yang aku bayangkan!" ucap Xu Wuzao saat sudah masuk ke sekte anggrek putih.


"Memang apa yang di bayangkan, sebelum sampai ke dalam sekte?" ucap Li Yian ingin tahu.


"Jelas kehancuran yang di timbulkan oleh penyerangan musuh, lalu apa lagi?" jawab Xu Wuzao.


"Anda terlalu berlebih-lebihan dalam berpikir!" Li Yian berucap sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sial orang tua ini sangat marah saat di sana. Ternyata hanya gara-gara berpikir sekte anggrek putih hancur!" ucap Li Yian dalam pikirannya.


Kini tiga orang itu sedang duduk di ruang kerja kepala sekte, saat ini Xu Wuzao sedang menunggu laporan dari murid-murid dan yang lainya untuk dirinya lihat semua.


"Pantas saja, saat di sana anda sangat marah! Ternyata kerena berpikir demikian!" Li Yian akhirnya hanya bisa menanggapi itu.


"Pak tua, apa anda dengar? Sebelum mereka menyerang kita, saat di lembah kala itu! Mereka mengatakan bahwa mereka dari keluarga Bao dan kelompok Sabit Tunggal. Apa anda tahu kelompok Sabit Tunggal itu apa?" Li Yian cukup penasaran dengan kelompok itu.


"Ah, aku baru ingat! Ternyata yang menyerang sekte ku ini, keluarga Bao dan kelompok Sabit Tunggal? Sial akan ku selidiki mereka." keluh Xu Wuzao.


Li Yian yang merasa pertanyaan dirinya tidak di tanggapi hanya bisa pasrah, dia terdiam lalu menyender di sandaran kursi.


Xu Wuzao masih sibuk dalam pikirannya saat ini, dia begitu banyak memikirkan sesuatu! Sehingga tidak sempat menjawab pertanyaan Li Yian.


Li Yian hanya tahu keluarga Bao saja dan tidak mengetahui kelompok Sabit Tunggal sama sekali, sehingga dia harus banyak mencari informasi.


Karena ini juga berhubungan dengan surat ancaman kepada dirinya, sehingga dia berencana ingin mengunjungi gunung kongyi, sedang bulan purnama hanya beberapa hari lagi.


"Tidak perlu pak tua, biarkan aku saja dengan Baba Yaga yang menyelidiki ini! Yakan teman?" ucap Li Yian lalu meminta persetujuan pada Baba Yaga sambil menyenggolnya.


"A-aah, iya benar kepala sekte Xu! Kami yang akan menyelidiki mereka!" ucap Baba Yaga sedikit tidak mengerti.


Namun karena di senggol oleh Li Yian seperti di beri kode, akhirnya dia langsung memahami maksud Li Yian apa.

__ADS_1


"Benarkah? Aku percayakan mereka kepada kalian berdua, aku yakin pasti akan selesai dan berhasil!"


Xu Wuzao cukup senang atas usul dari Li Yian karena dirinya saat ini masih sibuk dengan urusan sekte anggrek putih dalam pemulihan.


"Kalau begitu pak tua, kami permisi untuk segera melaksanakan tugas ini!" ucap Li Yian lalu berdiri dari posisi duduknya dan membungkuk memberikan hormat pada Xu Wuzao.


Begitu juga Baba Yaga mengikuti apa yang Li Yian lakukan, setelah itu mereka berdua segera keluar dari ruang kerja kepala sekte.


*


*


*


Dua hari telah berlalu.


Kini berita gempar di kota provinsi Cao, di karenakan kejadian pembantaian kelompok Sabit Tunggal dan keluarga Bao, tempat itu sangat dekat dengan kota provinsi Cao.


Lembah yang di jadikan pembantaian hanya berjarak kurang dari 100 km dari kota provinsi Cao, sehingga di temukan oleh pendekar pengembara yang sedang lewat jalur itu, lalu berita menyebar dengan cepat.


Li Yian dan Baba Yaga sudah sampai di kota provinsi Cao, dia sengaja sedang mencari informasi di kota itu.


"Apa kau sudah mendengar, kejadian pembantaian di dua tempat?" ucap salah seorang yang sedang makan di sana.


"Ahh, sudah-sudah! Itu berita sangat gempar, bahkan katanya sudah sampai ke kota Kekaisaran Ming. Tapi entahlah mungkin itu hanya kabar burung!" ucap temannya.


"Yang benar, sudah sampai ke kota Kekaisaran Ming? Sial aku sangat terlambat tentang informasi!" ucap orang yang tadi berbicara duluan.


"Benar, bagaimana tidak? Yang terbantai itu orang-orang dari kelompok besar loh, mereka dari negri sebrang! Pasti akan sangat cepat informasi tersebar. Apalagi di sana ada keluarga Bao dari Kekaisaran Tang, pendapat banyak orang. Setelah kelompok itu beraliansi kemudian mereka berselisih, kemungkinan salah satu dari mereka ada yang berkhianat, akhirnya kelompok mereka bentrok dan berakhir seperti ini!"


Orang yang di tanya langsung menjelaskan dengan detail dari analisis sendiri maupun menurut kebanyakan orang.


Li Yian dan Baba Yaga masih saja makan seperti tidak terganggu oleh suara berisi mereka, namun Li Yian dan Baba Yaga mendengarkan dengan seksama.


"Malahan ada berita yang selentingan, entah itu benar apa salah!" setelah menjelaskan dia langsung memberikan rasa penasaran orang.


"Apa itu? Apa ada berita yang heboh, tapi aku tidak tahu?" ucap orang yang pertama memulai bicara.


Orang itu menengok ke kana dan ke kiri, lalu mendekatkan mulutnya ke teling orang itu! Tadi dia sengaja berbicara keras agar orang tahu, namun sekarang dia tidak ingin banyak orang tahu.

__ADS_1


"Sekte anggrek putih ada kabar di serang oleh kelompok yang terbantai itu! Ada saksi mata yang melihatnya, namun orang itu tetap bungkam!" ucap orang itu sangat lirih.


Li Yian langsung terkaget, karena memang berita sekte anggrek putih di serang di tutup rapat oleh pihak sekte! Karena tidak ingin nama mereka tercoreng hanya karena beberapa orang bisa di tembus hingga terjadi penculikan tetua.


"Sial, ada juga berita seperti itu!" gumam Li Yian.


"Saudara Li, apa kau merisaukan itu? Jika iya tinggal bunuh saja!" ucap Baba Yaga sambil mengunyah makanan yang ada di mulutnya.


Li Yian langsung melotot tidak percaya dengan ucapan Baba Yaga temannya itu, dia tahu Baba Yaga kejam! Jika tidak, mana mungkin di hutan kabut ilusi terdapat banyak tulang belulang manusia. Pasti perbuatan si biang kerok itu.


"Aku tidak akan melakukan itu, biarkan saja itu hanya isu! Toh mereka mengira sekte anggrek putih yang membantai mereka kedepannya, jika berita itu menyebar sekte itu akan naik!" ucap Li Yian.


Li Yian baru saja bicara seperti itu, orang yang di bisiki berita langsung kaget! Lalu berucap atas pemikirannya.


"Apa benar, jika berita itu benar! Menurut ku yang membantai dua kelompok besar itu adalah sekte anggrek putih!"


Dia berbicara berbisik terhadap temannya, namun Li Yian tetap bisa mendengar itu dengan jelas.


"Sial, itu benar-benar seperti dugaan ku!" keluh Li Yian dengan suara lirih.


"Hey, kenapa kau risau? Kan memang kau yang membantai mereka! Dua orang itu tidak salah berpikir!" Baba Yaga memberikan pendapat.


"Memang benar, biarkan saja lah!" ucap Li Yian lalu kembali memakan makanan dirinya.


Mereka terus makan sambil sesekali menguping pembicaraan orang lain, orang-orang di sana benar-benar membicarakan pembantaian dia hari lalu.


"Cepat kita selesaikan! Ada keperluan yang haru ku urus!" ucap Li Yian pada Baba Yaga.


"Sebentar, perut ku masih banyak celah yang kosong!" jawab Baba Yaga enteng.


"Sial kau siluman babi!" ejek Li Yian pada Baba Yaga.


"Nah itu kau tahu!" Baba Yaga menjawab sambil tersenyum dan tetap makan dengan tenang.


Sedangkan Li Yian sudah berhenti dari tadi, dirinya hanya makan secukupnya.


\=


\=

__ADS_1


..


__ADS_2