Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
230 = TUBUH KEBANGKITAN KEMBALI


__ADS_3

\=Chapter 230. TUBUH KEBANGKITAN KEMBALI \=


\=


\=


Baba Yaga masih menunduk belum menjawab, lalau orang tua Baba Yaga kembali bertanya! Namu kali ini dengan suara sedikit kencang dan sangat tajam.


"Apa yang kau dapatkan dari alam rendahan itu?" ucap ibu Baba Yaga cukup kencang.


Setelah di bentak akhirnya Baba Yaga menatap ke arah ibunya itu, sebenarnya ibu dari Baba Yaga tidak bisa melihat dengan jelas dengan matanya, karena semua mata itu berwarna hitam pekat.


Namun dengan penglihatan miliknya, Baba Vaga bisa melihat jauh ke luar sana, dirinya paling ahli dalam meramal nasib seseorang dengan penglihatan itu.


Bahkan jalan hidup dari Nam Lutu saja pernah di ramal oleh Baba Vaga hingga akhirnya satu persatu ucapan dari Baba Vaga terjadi.


"Aku mendapatkan ketenangan di alam Daulu ibu, lalu mendapatkan saudara!" jawab Baba Yaga.


Tatapan Baba Yaga masih menatap lekat terhadap ibunya, dia menenangkan aura yang keluar dari tubuhnya. Agar ibunya tidak bisa merasakan dan membaca dengan jelas ekspresi dirinya saat ini, karena apa yang dia lihat dengan mata hitamnya itu selalu berhubungan dengan aura seorang siluman.


"Baiklah jika kau sudah mendapatkan ketenangan dan saudara, kau bebas menjalankan hidup kau kedepannya! Tapi aku akan mengingatkan untuk kau Baba Yaga, alam ini akan saling berperang satu sama lain, kau harus keluar dari alam Tanasilam secepatnya!" ucap Baba Vaga kepada anak satu-satunya.


"Bagaimana caranya itu?" tanya Baba Yaga cukup senang, karena itu tujuan dia kembali ke klan dirinya.


"Berjalan lah ke arah timur, pergi ke gunung Wukong dan meditasi lah di sana! Gunakan ini!" jawab Baba Vaga, sambil melemparkan benda yang berbentuk seperti tulang taring dari babi buas jantan.


"Apa ini ibu?" ucap Baba Yaga keheranan, karena dia melihat taring yang sangat bersih.


"Pergilah! Salurkan energi siluman yang kau miliki, benda itu akan merespon." jawab ibunya.


"Tapi ingat, Aku melihat ke depan sana, tiga hari dari sekarang alam langit dan alam siluman akan mengalami ketegangan! Inilah awal mula peperangan akan bermula." lanjut Baba Vaga memberikan peringatan.


"Baiklah, aku mengerti! Terimakasih ibu." jawab Baba Yaga lalu memberikan hormat.


Lalu dia langsung pergi dari ruang yang biasa Baba Vaga bersantai menghabiskan waktunya.


"Anak itu benar-benar menemukan sahabat yang luar biasa!" gumam Baba Vaga.


Meskipun dia tidak pernah keluar dari kediaman besar dari klan Baba, namun dia sangat tahu tentang keadaan dari alam Tanasilam! Bahkan sedikit tahu tentang alam Daulu dan alam langit.


Asalkan di sana memiliki energi siluman, maka Baba Vaga masih bisa melihatnya meskipun sangat samar.


Inilah kenapa alasan Baba Vaga tidak melarang anaknya keluar dari alam Tanasilam menuju alam Daulu pada saat ingin kabur dahulu.


Karena dia masih bisa mengawasi anaknya, di tambah dengan energi siluman yang di bawa Baba Yaga membuat dia bisa lebih jelas melihat alam Daulu.

__ADS_1


Setelah tahu anaknya sudah pergi kembali dari kediaman klan Baba, akhirnya dia duduk tenang di kursi kebesaran dirinya.


*


*


*


Kembali ke waktu sekarang.


Di Alam Langit.


Kamar besar itu sepi dan tenang dari hiruk-pikuk, karena hanya ada seseorang yang sedang terlentang tidak sadarkan diri.


Kamar itu ialah kamar milik keluarga Yon, kediaman besar yang terletak di sebuh lembah yang subur, lembah itu dekat dengan gerbang alam bawah yang di jaga oleh dewa Yon Sheol.


Baaaammmmm...!


Ledakan Energi Qi sangat besar terjadi di ruang yang di huni oleh Li Yian, tubuh yang tadinya terbaring kini langsung terbangun dengan posisi duduk bersila dengan menyatukan tangannya di depan dada, lalu terlihat sedikit demi sedikit mengambang di atas kasur pembaringan.


Li Yian bangkit dari ambang kematian, lalu kenaikan tingkat yang lebih tinggi terjadi. Bahkan melebihi kehidupan sebelumnya saat hidup sebagai dewa.


Inilah kenapa, kekuatan Li Yian langsung berlipat ganda! Karena tubuh Li Yian sekarang adalah tubuh kebangkitan kembali! Inilah alasan Li Yian masuk ke dalam tubuh manusia Li Yian saat ini.


Jiwa Li Yian bereinkarnasi saat dia di eksekusi oleh kutukan langit.


*


Di alam Daulu.


Kilas balik saat 15 tahun yang lalu.


Saat Li Yian hendak lahir dari seseorang yang di selamatkan oleh Xu Wuzao.


Tepatnya di ruangan kecil Kediaman belakang sekte anggrek putih, ruangan itu sedang di gunakan untuk seseorang yang sedang melahirkan.


Wanita itu melahirkan di bantu oleh seseorang wanita paruh baya yaitu bibi Nam.


Sedangkan Xu Wuzao menunggu dengan sedikit cemas di luar ruangan, bahkan pikiran dirinya terus menuju kepada perempuan yang nyawanya hampir terancam.


Beberapa saat bayi Li Yian akan lahir! Jiwa sebenarnya dari tubuh bayi itu sudah mati dalam kandungan, saat hendak lahir! Namun karena karakteristik tubuh bayi itu istimewa yaitu tubuh kebangkitan kembali.


Jiwa Li Yian langsung masuk ke dalam tubuh itu dan menjadi penghuni satu-satunya! Di tambah kekuatan bayi itu langsung berlipat ganda, di tambah jiwa Li Yian yang sebagi prajurit dewa.


Membuat bayi Li Yian tidak normal, setelah lahir ibu dari Li Yian langsung menghembuskan nafas karena sudah tidak kuat bertahan.

__ADS_1


Saat Li Yian membuka matanya, jiwa dirinya sudah berada di tubuh seorang bayi yang baru dilahirkan.


___________________________


*


Kembali ke masa kini.


Ledakan Energi Qi yang sangat besar, membuat anggota keluarga Yon sangat kaget.


"Yon Sheol apa itu, apa yang terjadi di kamar murid mu?" ucap paman dari dewa Yon Sheol.


"Entahlah paman, mari kita lihat aku sangat khawatir!" ucap Yon Sheol.


Mereka langsung bangun, padahal keduanya sedang duduk dengan tenang sambil membicarakan Kaisar Langit yang sebenarnya adalah raja siluman.


Karena merasa ledakan Energi Qi yang tidak normal, mereka langsung bergegas menuju ke kamar yang di gunakan oleh mereka untuk merawat Li Yian.


Akhirnya mereka sampai, saat pintu besar pada kamar itu di buka tekanan aura yang begitu mendominasi dan sangat besar dari tubuh Li Yian saat ini menekan mereka.


Bahkan dua orang itu yang masuk karena khawatir dengan keadaan Li Yian tidak sadar mundur dua langkah.


"A-a-apa? Aura ini, aura dewa raja tahap mahir!" ucap paman Yon Sheol, sangat kaget.


"Be-benar paman, itu benar-benar aura dari dewa raja tahap mahir!" ucap Yon Sheol sangat tidak percaya.


Karena saat mereka bertemu, Li Yian tidak memiliki Energi Qi dewa yang ada di alam langit! Hanya saat belajar pada dirinya Li Yian bisa memilih itu, padahal Li Yian menyembunyikan pada dirinya saja.


Bahkan yang dewa Yon Sheol tahu, Li Yian masih di tingkat dewa murid tahap pemula. Sedangkan sekarang, Li Yian langsung berada di tingkat dewa raja tahap mahir.


Ini sangat gila bagi mereka berdua, karena itu adalah pencapaian yang tidak sedikit, harus membutuhkan ribuan tahun berkultivasi di alam dewa dan melalui pelatihan yang berat.


Ini dua kali lipat kekuatan Li Yian, saat dirinya hidup sebagai prajurit dewa, karena saat di kehidupan pertama Li Yian. Dia berada di tingkat dewa prajurit tahap puncak.


Namun sekarang di kehidupan ke dua, setelah hidupnya di ambang kematian yang kedua kalinya, Li Yian langsung naik tingkat dua kali lipat dengan 6 tahap sekaligus.


Saat dewa Yon Sheol dan pamannya sedang memperhatikan Li Yian dengan menahan tekanan berat dari aura yang Li Yian keluarkan.


Li Yian membuka matanya, lalu langsung menarik kembali aura yang keluar sebelumnya, seketika tekanan di sana langsung normal kembali.


"Guru, apa yang anda lakukan di sana?" ucap Li Yian dengan tanpa dosa bertanya demikian.


Sedangkan Yon Sheol dan pamannya masih terbengong kaku, karena ini adalah sebuah kejadian besar, bahkan belum pernah terjadi di alam langit sebelumnya.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2