
\=Chapter 331. BABA YAGA MENGUASAI AURA LONG CHU 2\=
\=
\=
Li Yian turun dengan menjejakkan kakinya terlebih dahulu, dia turun di hadapan Baba Yaga yang masih tergeletak lemas karena berhasil menyerap sangat banyak aura milik Long Chu, yang langsung dari jiwanya maupun yang muntahan dari pedagang bayangan milik Li Yian.
Li Yian dapat mengalahkan dan menekan Long Chu dengan cukup mudah setelah tidak adanya dua roh elemen, jika saja Huo Ling dan Shui Ling tahu kejadian ini dia akan sangat tidak enak dengan Li Yian, karena sudah menghawatirkan tuan yang seharusnya tidak perlu di khawatirkan oleh mereka berdua.
Sebenarnya Li Yian menunggu momen di mana jiwa Long Chu menipis dari tubuh Baba Yaga, sehingga mengambil paksa aura miliknya akan lebih mudah dari pada mengambilnya saat jiwa Long Chu dan jiwa Baba Yaga belum melakukan perlawanan, karena di awal pertempuran mereka jiwa Baba Yaga tidak berdaya di bawah tekanan jiwa Long Chu yang sangat kuat.
Sehingga, Li Yian meminjam kekuatan dari Huo Ling dan Shui Ling untuk melemahkan aura milik Long Chu, sedangkan Li Yian tahu jika aura milik Huo Ling dan Shui Ling juga akan melemah. Namun itulah cara terbaik.
Karena Li Yian yakin dua roh elemen itu akan pulih dengan cepat dengan sendirinya, itulah mengapa dia tidak ragu untuk meminjam kekuatan keduanya.
"Teman bangun lah, cepat telan pil ini agar kau cepat pulih!" ucap Li Yian.
Dia membantu Baba Yaga untuk bangun dan segera duduk di tanah, dia memberikan pil pemulihan tinggi terhadap Baba Yaga.
"Aaakkkhh..!" keluh Baba Yaga.
Dirinya merasa bahwa dia masih terendam dalam kubangan lumpur yang sangat dalam, padahal itu adalah aura hitam milik Long Chu yang berhasil terserah olehnya.
Karena tubuhnya masih sangat lemah dan kekuatan fisiknya belum terlalu mumpuni, sehingga Baba Yaga merasa dirinya terbebani dengan kekuatan itu.
Li Yian hanya bisa pasrah, karena dirinya tidak bisa membatu Baba Yaga lebih dalam lagi! Jika saja aura milik keduanya sama maka dia akan membantu untuk memulihkan menggunakan Energi Qi.
Setelah menelan pil pemulihan, Baba Yaga langsung bermeditasi untuk menyelaraskan kekuatan miliknya yang telah di dapatkan dari Long Chu.
Sedangkan Li Yian hanya bisa termenung menunggu Baba Yaga selesai bermeditasi, karena dia tidak tahu harus berbuat apa di sana Li Yian memutuskan untuk keluar dari dimensi jiwa miliknya bersama Baba Yaga.
Wooooosss..!
Li Yian dan Baba Yaga yang sedang bermeditasi langsung menghilang dari dimensi jiwa milik Li Yian, karena dia merasa bahwa di sana sudah tidak perlu lagi.
*
__ADS_1
Di dimensi jiwa milik Long Chu.
Long Chu kembali muncul di jiwa miliknya, dia sangat tertekan karena di buat malu telah di tekan dengan begitu berat oleh seorang bocah yang tidak dia kenal sama sekali.
Baaammm...!
"Bedebah, akan ku musnahkan kau bocah-bocah tengik!" bentak Long Chu setelah kembali ke dalam dimensi jiwanya.
Dia dengan tidak berdaya kembali ke dimensi ini, meskipun segel jiwa sudah melemah beberapa kali. Namun dia kini hanya memiliki sedikit kekuatan saja yang tersisa.
"Andai saja ada pion yang bisa ku andalkan, untuk mencari pecahan kekuatan ku yang tersebar ke segala penjuru. Pasti aku bisa bangkit seutuhnya!" ucap Long Chu dengan geram.
Dia langsung teringat musuh terberatnya sepanjang masa, karena dia Long Chu sampai dalam kondisi mengenaskan seperti ini, sehingga dia sangat wajar memiliki dendam yang begitu besar terhadap dewa itu.
Setelah merasakan putus asa, Long Chu hanya bisa duduk pasrah di ruang dimensi jiwa miliknya yang sangat kelam dan gelap.
Long Chu duduk kembali di tempat biasa dirinya bermeditasi, sesuatu yang lainya membosankan adalah menunggu sehingga Long Chu seperti hendak meledak dan gila di buatnya.
Maka dari itu setelah dia bisa menguasai tubuh Baba Yaga, yang di pikirkan Long Chu dia sudah bebas. Namun ada bocah bedebah yang bisa menggagalkan rencana kebebasan dirinya.
Namun setelah duduk sambil melamun, Long Chu merasa aura yang di kenal sejak lama dan telah bercampur dengan aura miliknya. Long Chu menghirup dalam aura itu, setelahnya mendesah kesal.
Setelah itu dia menyeringai dengan seringai yang sangat tajam, dia tidak pernah merasa sangat senang seperti ini lagi, selain saat dia kira dia telah mendapatkan tubuh Baba Yaga seutuhnya.
"Pion yang aku harapkan telah muncul, saatnya aku gunakan sebaik-baiknya!" ucap Long Chu kembali.
Lalu dia segera bermeditasi dengan sangat serius, agar dapat terhubung dengan orang yang di maksud pion telah mencoba membuka segel.
*
*
*
Kota Wuhan.
Di ruang pribadi sekte Wuhan, Li Yian dan Baba Yaga muncul di sana dengan tiba-tiba! Baba Yaga masih dalam kondisi bermeditasi, sehingga dia tidak tahu jika sudah di pindah tempatkan oleh Li Yian.
__ADS_1
Sedangkan Li Yian merasakan lelah juga sehingga dia berjalan ke sudut ruangan yang di sana terletak kursi panjang yang nyaman dan empuk.
Li Yian duduk dengan cepat dan bersandar di kursi itu dengan nyaman, lalu dia mengerang karena rasa capek di tubuhnya cukup berat.
"Huuff, hanya mengimbangi kekuatan dari leluhur siluman saja sangat lelah! Apa lagi melawan dengan sesungguhnya saat dia mencapai kekuatan puncaknya, pasti begitu melelahkan dan berat!" gumam Li Yian sambil memejamkan matanya.
Li Yian tidak tahu di luar sana telah terjadi keributan besar, berita mengejutkan sedang merajalela di kota Wuhan khususnya, itu karena saksi mata yang melihat pertarungan Bai Li dan Xu Wuzao melawan kelompok Sabit Kematian langsung menyebarkan berita tersebut.
Bahkan untuk sekarang di gerbang utama kota Wuhan, penuh sesak orang-orang yang sangat penasaran dengan kejadian beberapa jam yang lalu! Mereka ingin melihat sisa-sisa dari pertarungan yang sangat mengerikan itu.
Bahkan pejabat tinggi Kekaisaran Ming saja sampai ikut penasaran, sehingga mereka juga ikut melihat ke luar kota Wuhan.
Sampai-sampai, antrian masuk ke kota Wuhan menjadi lebih lambat daripada hari biasanya. Kini terlihat antrian panjang orang-orang yang ingin hadir di pelelangan ke tiga dari rumah pelelangan anggrek putih.
"Hei, apa kau tau penyebab antrian masuk kota Wuhan begitu panjang seperti ini?" ucap salah satu dari pengantri yang ingin masuk kota Wuhan.
"Entahlah, aku juga ingin tahu!" ucap temanya.
Mereka baru saja datang, sehingga tidak begitu tahu apa yang terjadi di sana! Namun setelah mendengar beberapa cerita orang yang tahu apa penyebabnya mereka lebih agresif lagi bertanya.
"Sial, apakah sekte Wuhan sekuat itu?" ucap orang tadi dengan tidak percaya setelah mendengar cerita globalnya.
"Hei, menurut ku yang lebih kuat adalah kepala sekte anggrek putih! Apa kau tidak dengar berita beberapa bulan lalu bahwa sekte Wuhan sekarang menjadi kaki tangan sekte anggrek putih?" tanya orang yang satunya.
"Ya dengar, seperti sekte di mana aku bernaung sudah ketinggalan jauh dengan sekte anggrek putih!" keluh dia dengan tidak percaya.
"Kau benar, padahal dulu sekte anggrek putih tidak lebih dari sekte kecil!"
Orang-orang di sana hanya bisa pasrah dengan kehebatan sekte anggrek putih, yang menurutnya tidak logis. Karena sangat mengerikan.
Bagiamana tidak, dulunya sekte anggrek putih adalah sekte kecil belaka! Tidak bisa di bandingkan dengan sekte-sekte mereka bernaung yang dari dulu sudah menjadi sekte menengah namun sampai sekarang masih tetap sama. Bahkan banyak kemunduran dalam prestasi yang di raih sebelumnya.
Mereka mengantri masuk ke kota Wuhan sambil ngobrol, bahak beberapa dari mereka sambil melihat bekas pertarungan yang masih ada, meskipun sedikit sulit karena banyaknya murid sekte Wuhan yang menjaganya.
\=
\=
__ADS_1
...