Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
352 = KEKAISARAN MING AKAN RUNTUH


__ADS_3

\=Chapter 352. KEKAISARAN MING AKAN RUNTUH\=


\=


\=


Kaisar Ming masih berdiri tegak setelah berhasil memukul salah satu pasukan bayangan hingga terpental cukup jauh.


Xu Wuzao melihat Kaisar Ming memegang senjata pusaka di tangannya, dia langsung tergerak untuk menghadapinya, dengan cepat Xu Wuzao bangun dari tempat duduk di samping Li Yian.


"Aku akan menghadapi Kaisar Ming, karena dia yang tadi mengancam untuk membunuh ku!" ucap Xu Wuzao.


Dia langsung mengeluarkan senjata dari dalam cincin penyimpanan, Xu Wuzao memegang pedang yang biasa dia gunakan sebelumnya.


Pedang itu tidak terlalu bagus, namun Xu Wuzao sangat menyukai pedang itu karena sudah sejak lama pedang itu bersama Xu Zao.


Wooooosss..!


Xu Wuzao menghilang dari tempatnya, setelah itu muncul di hadapan Kaisar Ming langsung memblokir tebasan tombak yang ganas dari serangan Kaisar Ming, yang akan menyerang pasukan bayangan.


Baaammm..!


Suara ledakkan begitu nyaring terdengar, yang di hasilkan dari serangan antara Kaisar Ming dan Xu Wuzao yang saling berbenturan.


Beberapa dari pasukan elit Kekaisaran Ming langsung memandang Kaisar Ming yang sedang bertarung dengan Xu Wuzao, mereka mengalami kecemasan karena tidak ingin Kaisar mereka mati.


"Bantu Yang mulia Kaisar Ming dengan segera!" bentak salah satu pasukan elit.


Wooooosss..!


Salah satu dari mereka, bergegas dengan cepat untuk membantu Kaisar Ming! Namun baru setengah jalan di hadang oleh salah satu pasukan bayangan.


Baaammm..!


Pasukan bayangan menendang dari samping, hingga pasukan elit Kekaisaran Ming langsung terkapar di lantai, memegangi bahunya yang serasa remuk.


"Lawan kalian adalah kami, biarkan para petinggi menyelesaikan pertarungan dengan tenang!" ucap pasukan bayangan milik Li Yian.


Dia langsung menyeringai, dengan cepat bergerak menyerang kembali.


Baaammm..!


Tendangan sangat keras menghantam kepala dari pasukan elit Kekaisaran Ming, hingga langsung terbang dan menabrak dinding aula.


Dari luar aula lebih banyak pasukan yang masuk, setelah tahu ada keributan di aula besar milik Kekaisaran Ming.


Mereka semua adalah pasukan biasa maupun pasukan penjaga istana Kekaisaran Ming yang bergerak masuk, melihat itu semua pasukan bayangan Li Yian langsung tersenyum menyeringai penuh arti.


Di sisi lain, Xu Wuzao mendorong pedang di tangannya dengan sangat keras! Hingga bunyi berdengung di sana sangat menyakitkan gendang telinga, akibat gesekan dari mata pedang Xu Wuzao dan mata tombak milik Kaisar Ming.


"Apa, bagian bisa aku kalah dalam dorongan tekanan?" gumam Kaisar Ming tidak percaya.


Dia sangat yakin dengan kekuatan miliknya, cukup sulit mencari lawan di wilayah Kekaisaran Ming sendiri, karena dia sudah mencapai tingkat pendekar suci tahap menengah.

__ADS_1


Sehingga, hanya ada 1 maupun dua yang bisa menandingi kekuatan dari Kaisar Ming, namun kali ini dia sangat terkejut karena tekanan tombak yang pajang hanya di halau okeh pedang yang pendek dan tipis.


Saking terkejutnya, Kaisar Ming sampai mengendurkan kewaspadaan.


Triinng..!


Triinng..!


Baaammm..!


Xu Wuzao menebas dua kali dengan sangat cepat, namun masih bisa di tangkis oleh Kaisar Ming dengan tombaknya namun serangan berikutnya yaitu tendangan keras dari Xu Wuzao tidak bisa di hindari lagi hingga dia terpental sangat jauh.


Kaisar Ming langsung memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, dia menatap semua pasukannya yang sudah hampir musnah dengan mata merah dan berkaca-kaca.


Jika dia tahu akan seperti ini, dia tidak akan mengundang Xu Wuzao masuk ke dalam istana Kekaisaran Ming, akibat dari kesalahannya Kekaisaran Ming akan runtuh.


Wooooosss..!


Xu Wuzao menghilang dari tempatnya lalu muncul di hadapan Kaisar Ming dengan pedang terhunus di hadapan Kaisar Ming.


"Sebelum kau mengeksekusi ku, aku akan membunuh mu terlebih dulu Kaisar Ming, apa ada kata-kata terakhir?" ucap Xu Wuzao.


"Jangan-jangan, bunuh aku!" ucap Kaisar Ming dengan memelas dan suara terbata-bata.


Karena dia merasakan organ di perutnya hancur dan cacing di dalamnya pasti mati, namun harapan dia hidup masih sangat tinggi.


"Hidup lah di kehidupan selanjutnya..!" ucap Xu Wuzao.


Slaazz..!


"Huuf, aku pikir di undang ke Kekaisaran Ming akan di sediakan jamuan makan!" keluh Xu Wuzao.


*


*


*


Li Yian memandang dari kejauhan bahwa Xu Wuzao telah membunuh Kaisar Ming, dan juga pasukan bayangan miliknya sudah banyak sekali membunuh pasukan Kekaisaran dan juga pejabat tinggi Kekaisaran Ming.


"Cukup sudah, hentikan kalian semua..!" ucap Xu Wuzao terhadap bawahannya.


Dengan cepat mereka mundur setelah perintah dari Li Yian di jatuhkan, mereka berbaris di belakang Li Yian.


Wuuuunng..!


Braakk.. Braaakk..!


Banyak sekali pasukan yang masih sanggup berdiri langsung terkapar, karena menerima tekanan berat dari aura penekanan milik Li Yian.


Mereka memandang Li Yian seperti dewa kematian yang siap kapan saja membunuh mereka, sehingga keringat dingin langsung bercucuran tidak hentinya dari tubuh mereka.


"Cukup sampai di sini pertempuran ini, apa kalian tidak melihat bahwa Kaisar Ming telah mati?" ucap Li Yian kepada mereka semua.

__ADS_1


Kata-kata Li Yian hanya lirih tidak begitu keras, namun seperti sambaran petir di siang bolong bagi mereka, karena karena sangat terkejut Kaisar mereka telah mati.


Dengan kematian Kaisar Ming, sudah di pastikan bahwa Kekaisaran Ming sudah runtuh sepenuhnya.


Karena jika sesuatu tidak memiliki kepala, maka pasti mati tidak terkecuali sebuah Kekaisaran pasti akan mati juga.


*


Di tempat lain


Tanpa sepengetahuan pasukan bayangan dan juga Xu Wuzao, keluarga Kekaisaran Ming langsung di ungsikan oleh pasukan penjaga keluarga Kekaisaran Ming.


Yang di ungsikan adalah permaisuri dan dua anak dari Kaisar Ming.


"Ibu, bagaimana dengan ayah? Apakah kita akan meninggalkan ayah sendirian?" ucap putri Kaisar yang masih berusia 14 tahun.


Sedangkan putra mahkota dari Kekaisaran Ming hanya diam saja, dia duduk di dalam kereta kuda yang berlari sangat kencang di jalan rahasia yang hanya bisa di lalui oleh keluarga Kekaisaran Ming.


"Tenang lah, Yi'r kita harus mematuhi peraturan dari Kekaisaran Ming yang sudah di tetapkan.!" ucap permaisuri dengan derai air mata yang deras.


Peraturan dari Kekaisaran Ming adalah, saat istana Kekaisaran dalam keadaan bahaya, maka wajib bagi keluarga Kaisar harus pergi menyelamatkan diri.


Sedangkan putra mahkota hanya diam saja dengan wajah tertekan dan sangat murka, meskipun dia umurnya hampir 19 tahun namun perlakuan manja dari Kekaisaran membuat dia menjadi orang yang lemah.


Kereta kuda berlari dengan kencang yang di apit oleh 4 kuda lainnya di depan ada dua kuda mengawal, lalu di belakang ada dua kuda untuk menjaga kemungkinan ada pengejaran.


Meskipun masih siang hari, namun mereka berlari seperti kesetanan tidak memperdulikan jalan yang sedikit tidak baik, namun mereka terus saja meluncurkan dengan kecepatan tinggi.


*


Sedangkan di istana Kekaisaran Ming.


Li Yian telah selesai menundukkan semua pasukan, akhirnya mereka menyerah karena sangat takut dengan Li Yian.


Mereka teringat dengan tekanan yang sangat misterius saat mereka menyerang kota Wuhan kala itu, namun kembali karena ada ancaman yang sangat mengerikan.


Pikiran mereka tidak bisa berpaling dari itu, meskipun sudah cukup lama dan sudah hampir menghilang ketakutan mereka. Kini di munculkan kembali dengan ketakutan yang lebih parah lagi karena di barengi dengan kekacauan di Kekaisaran Ming.


Sehingga mereka lebih takut lagi, dari pada saat kejadian waktu itu.


Xu Wuzao mendatangi Li Yian, dia langsung membuang nafas berat.


"Huufff, bukan seperti ini yang aku harapkan tadinya!" ucap Xu Wuzao terhadap Li Yian.


"Ya, aku juga pak tua! Namun mereka terlalu keterlaluan dan begitu arogan, jadi apa salahnya kita melawan." ungkap Li Yian hampir sama dengan pendapat Xu Wuzao.


"Kita hanya melawan untuk mempertahankan nyawa kita, jika kita niat memberontak dan membunuh sudah ku pastikan tidak ada Kekaisaran Ming setelah ini!" lanjut Li Yian berucap.


Sura itu tidak begitu keras, namun sangat menakutkan bagi pasukan dan beberapa pejabat Kekaisaran Ming yang masih hidup.


Mereka diam saja, bahkan untuk bernafas saja mereka sangat hati-hati takut ada kesalahan yang membuat Li Yian maupun mereka semua kembali murka.


\=

__ADS_1


\=


...


__ADS_2