Pendekar Dewa Terkutuk

Pendekar Dewa Terkutuk
130 = BAO NAM


__ADS_3

\=Chapter 130. BAO NAM\=


\=


\=


Manager pelelangan bulan sabit melihat bunga lotus es yang di bungkus rapi dengan kotak kaca ukuran sedang, sangat bersemangat. Dia belum pernah melih bunga lotus es sebesar itu sebelumnya.


Meskipun dirinya adalah manager pelelangan bulan sabit yang sering melihat barang langka, karena setiap para pendekar di kota Kekaisaran Tang sering membawanya untuk di lelang di pelelangan bulan sabit, namun kali ini bunga lotus es yang paling besar yang dirinya lihat.


"Tuan, apa barang ini yang anda maksud akan di lelang di pelelangan bulan sabit?" ucap manager itu cukup hati-hati.


"Ya ini adalah salah satunya, kami hanya ingin menunjukan yang paling rendah kelangkaannya bagi kami!" ucap Li Yian.


Baba Yaga hanya melihat sekilas, karena bunga lotus es sangat banyak tumbuh di hutan kabut ilusi, Li Yian juga mengambil di sana. Jadi menurutnya, Li Yian hanya menjual tanaman herbal biasa.


"Sa..Sa.. Sangat rendah kelangkaannya bagi anda?" ucap manager pelelangan tergagap, karena dia cukup kaget.


Dia langsung menelan ludah secara kasar, karena tidak bisa membayangkan siapa dua anak muda di depannya itu.


"Ya, baiklah tuan sebutkan kesepakatan harga yang cocok! Jika kami tertarik, maka kesepakatan akan terjalin!" ucap Li Yian dia tidak ingin lama-lama menunggu ikan besar muncul.


"Tu-Tungu sebentar tuan! Kami akan membicarakan ini dengan pemilik pelelangan bulan sabit, setelah pemilik tertarik dan sepakat maka akan membelinya!" ucap manager itu.


Lalu dia berpamitan sebentar terhadap Li Yian dan Baba Yaga, dengan cepat manager itu pergi ke belakang.


*


*


*


Manager pelelangan bulan sabit dengan cepat langsung menemui Bao Nam di ruang kerjanya.


Dia ingin meminta kepastian bahkan, jika Bao Nam memiliki waktu. Manager pelelangan bulan sabit ingin Bao Nam menemui Li Yian langsung, karena ini bakal menjadi transaksi yang sangat besar.


"Apa yang kau ingin katakan, Bao Lu. Kenapa kau begitu tergesa-gesa?" ucap Bao Nam setelah melihat Bao Lu, sangat terlihat gelisah dan tidak tenang.


"Begini pemimpin, di ruang tunggu tamu pelelangan ada dua pemuda membawa barang yang sangat langka! Bahkan barang itu yang baru-baru ini pemimpin cari." ucap Bao Lu.


"Apa, maksudmu bunga lotus es?" ucap Bao Nam dan langsung berdiri dari duduknya.


"Benar, bahkan umur bunga ini sangat tua pemimpin! Sebaiknya pemimpin melihatnya sendiri!" ucap Bao Lu.

__ADS_1


"Baiklah..!" jawab Bao Nam.


Lalu mereka berdua dengan cepat menemui Li Yian dan Baba Yaga, karena sangat penasaran dengan cerita dari manager pelelangan bulan sabit.


*


*


*


Li Yian menunggu cukup lama sedikit, bahkan Baba Yaga sudah menunjukkan sikap aslinya! Dia sudah tidak betah lagi dengan pakaian yang di pakai saat ini.


"Teman mereka datang!" ucap Li Yian dengan segera, Baba Yaga juga merasakan lalu dengan cepat bersikap elegan kembali.


Dari dalam, muncul dua orang! Kini di dampingi oleh orang yang sudah tua dan putih semua rambutnya!.


Bahkan, kerutan pipinya sedikit terlihat meskipun parasnya terlihat klimis. Kumis dirinya yang hanya panjang di ujung kanan dan kirinya saja, sedangkan di tengah sudah rontok menandakan sudah sangat tua.


Dia adalah Bao Nam, pemimpin keluarga Bao saat ini! Umur dirinya sudah hampir menginjak 100 tahun, namun karena ketamakan dirinya dia masih saja haus akan kekuasaan dan kekuatan.


Setelah masuk dia langsung duduk dan memegang bunga lotus es yang tergeletak di meja tamu, dia tidak memperdulikan Li Yian maupun Baba Yaga yang ada di depannya saat ini.


"Maaf tuan Yian Li, kami ingin memeriksa terlebih dahulu barang yang anda bawa!" ucap Bao Lu meminta maaf.


Setelah melihat orang tua itu, Li Yian langsung menebak. " Jika seperti ini pemimpin keluarga Bao, pantes saja keluarga Bao ini begitu arogan dan sombong!" ucap Li Yian di benaknya.


Begitu puas memeriksa dan mengetahui seberapa langka bunga Lotus es ini, Bao Nam langsung melihat ke arah Li Yian dan Baba Yaga.


"Berapa kalian akan menjual herbal ini?" ucap Bao Nam tanpa basa basi.


"Jika harga sesuai dengan keinginan kami, maka akan kami jual!" ucap Li Yian menjawab pertanyaan itu tanpa ragu.


Bao Nam berpikir keras harga yang sesuai dengan herbal itu, dia lalu melirik pada Li Yian dan Baba Yaga kembali. Melihat pakaian mereka yang cukup mahal membuat dia cukup bimbang menyesuaikan itu.


"Bagaimana jika 50.000 koin emas, apa kalian setuju?" ucap Bao Nam dengan pasti.


"Apa?" ucap Baba Yaga dengan mata melotot.


Lalu Li Yian langsung menghentikan Baba Yaga dengan segera, dengan lambaian tangan.


Akhirnya Baba Yaga langsung diam seketika, dia langsung mengerti bahwa dirinya tidak boleh ikut campur terlebih dahulu.


Sedangkan Bao Nam, salah arti dengan tatapan melotot Baba Yaga! Dia langsung berpikir ulang di benaknya.

__ADS_1


"Sial, dua bocah ini bukan amatiran dalam transaksi jual beli!" keluh Bao Nam.


Li Yian akan berbicara, namun ucapan dirinya di dahului oleh Bao Nam." Baiklah 80.000 koin emas! Itu harag tertinggi yang aku bisa bayar."


Li Yian yang awalnya ingin menaikkan harga lebih tinggi sedikit agar terjadi sedikit konflik, melihat ini langsung tersenyum.


"Tidak, 80.000 koin emas masih terlalu rendah bagi kami! Jika 160.000 koin emas. Kami sepakat." jawab Li Yian.


Baba Yaga yang mendengar harag itu sangat kaget, dia diam saja namun di benaknya dia langsung berbicara sendiri.


"Jika tahu akan semahal itu, akan ku bawa bunga lotus es lebih banyak lagi. Agar aku bisa minum sepuasnya bersama gadis-gadis cantik!"


Wajah Baba Yaga langsung bersemu sedikit merah, cuping hidungnya sedikit bergetar.


"Nak, kau jangan main menaikkan harga setinggi itu! Apa kau akan membangkrutkan kami?" ucap Bao Nam sedikit meninggi.


Li Yian langsung mengambil kembali bunga lotus es yang ada di meja itu, lalu memasukkan kembali ke dalam balik jubah miliknya.


"Maaf, kesepakatan batal! Jika harga bukan sesuai yang aku sebutkan barusan." ucap Li Yian dia langsung hendak berdiri dari sana.


"Bocah, kau di tawarkan harga tinggi tapi lebih memilih jalan kekerasan!" ucap Bao Nam dengan suara berat.


Li Yian mendengar ini langsung puas dalam benaknya, karena ini yang dirinya harapkan! Setelah itu dia langsung bertanya.


"Apa maksud anda dan siapa anda sebenarnya?" tanya Li Yian ingin memastikan siapa orang di hadapannya itu.


"Kau tidak tahu? Aku adalah Bao Nam! Kepala keluarga Bao sekarang. Pemimpin pelelangan bulan sabit, sudah terlambat untuk merubah keadaan bocah tengik!" bentak Bao Nam dengan tatapan membunuh.


Di belakangnya, Bao Lu sangat tidak terduga bakal seperti ini kesepakatan yang seharusnya baik-baik saja.


Bao Nam, langsung membentak tinggi! " Tinggalkan bunga lotus es itu bersama nyawa kalian berdua!"


Bao Nam memandang Li Yian dan Baba Yaga hanyalah bocah kecil yang baru kemarin lahir, sehingga dia cukup percaya diri untuk membunuh Li Yian dan Baba Yaga sekaligus.


Apalagi di pelelangan bulan sabit adalah markas miliknya, cukup banyak anggota keluarga Bao yang hebat, meskipun tidak sebanyak yang ada di kediaman inti.


"Sayang sekali, kau memilih jalan ini Bao Nam?" ucap Li Yian.


\=


\=


...

__ADS_1


__ADS_2