
\=Chapter 347. SURAT ANCAMAN\=
\=
\=
Kaisar Ming duduk di singgasana dengan wajah murung, dia sudah melupakan kejadian yang lalu yang menimpa pejabat tinggi Ming Yu, sehingga dia kembali mengancam Xu Wuzao dengan mengirimkan surat ancaman kepadanya.
Padahal kejadian yang lalu sudah sangat membekas terhadap pasukan elit Kekaisaran Ming, namun bukan untuk Kisar Ming sendiri.
Karena itu semua dia tidak tahu itu cerita benar atau hanya alasan, sehingga dia berniat mengirim kembali pasukan Kekaisaran Ming, jika Xu Wuzao tidak merespon undangan miliknya.
*
Satu hari telah berlalu.
Kini kota Wuhan sangat damai, pagi hari yang cerah begitu terasa di kota Wuhan. Orang-orang melakukan pekerjaan seperti biasa kembali karena kehidupan terus berputar.
Rumah makan dan penginapan di kota Wuhan lebih senggang, namun tetap ramai karena orang yang keluar masuk kota Wuhan juga cukup banyak.
Mereka melakukan perjalanan bisnis, terutama pedagang dan saudara kaya! Mereka melihat potensi besar di kota Wuhan setelah berdirinya rumah pelelangan anggrek putih.
Jalan utama kota Wuhan kini lebih senggang, dari pada saat ada acara pelelangan! Yang bertugas menjaga keamanan juga sudah tidak ada kini kita ini normal kembali seperti kota-kota pada umumnya di Kekaisaran Ming.
Pasukan bayangan yang Li Yian berikan tugas juga sudah kembali ke kota Wuhan, mereka melaporkan bahwa semua sisa dari anggota kelompok Sabit Kematian sudah musnah karena mereka melawan.
Bahkan mereka menyerahkan kepemimpinan kapal layar itu terhadap Li Yian, dan semua isinya termasuk harta yang ada di dalamnya.
Li Yian hanya menganggu saja, untuk sisa pasukan kelompok yang mati Li Yian tidak peduli jika mereka tunduk maupun tidak, karena Li Yian sudah sangat banyak mempunyai budak pikirnya.
*
Li Yian, Xu Wuzao dan Baba Yaga sedang santai menikmati hari damai di halaman belakang rumah pelelangan anggrek putih, mereka semua menikmati teh hangat di siang hari.
Sedangkan di sana juga ada pasukan bayangan yang sedang berlatih kultivasi, karena mereka baru saja mulai berkultivasi sehingga Li Yian membagikan cukup banyak herbal yang mendukungnya.
Melih ini Xu Wuzao sempat sedikit keberatan di hatinya, karena dia masih belum percaya dengan mereka semua.
Saat Li Yian dan Xu Wuzao mengobrol santai dari arah rumah pelelangan, ada seseorang yang mendatangi mereka, dia adalah pegawai rumah pelelangan anggrek putih, dia masuk membawa surat di tangannya.
Orang itu mendatangi Xu Wuzao dengan cepat, setelah sampai di hadapan Xu Wuzao dia langsung memberikan hormat, begitu juga terhadap Li Yian dan Baba Yaga.
"Ada keperluan apa?" Xu Wuzao menanyakan kepentingannya dengan tanpa ekspresi.
"Maaf tuan Xu, ada surat dari Kekaisaran Ming!" ucap dia sambil mengulurkan gulungan surat itu dengan tangan gemetar.
Karena menurutnya dia sedang membawa surat penting, sehingga wajar saja dia takut ada kesalahan.
"Baiklah, terimakasih atas kerja kerasnya!" jawab Xu Wuzao.
Orang itu dengan cepat berpamitan kepada Xu Wuzao dan Li Yian maupun Baba Yaga, lalu segera berbalik dan menghilang di rumah pelelangan anggrek putih.
Li Yian dan Baba Yaga tidak ingin bertanya terlebih dahulu, karena menurut mereka itu adalah urusan Xu Wuzao.
__ADS_1
Xu Wuzao langsung membuka surat itu setelahnya, saat membaca baru setengah halaman dia sudah mengerutkan keningnya! Namun dia terus membaca hingga selesai.
Dia kembali menutup surat itu lalu meletakkan di meja yang ada di depannya, sambil merenung sebentar. 'Dikarenakan aku berkultivasi, sampai lupa aku memenuhi undangan dari Kaisar Ming!' ucap Xu Wuzao di benaknya.
Melih Xu Wuzao sedang berpikir keras, akhirnya Li Yian mempertanyakan sesuatu.
"Ada masalah apa pak tua, sepertinya anda terlalu keras berpikir?" tanya Li Yian, karena Xu Wuzao terlihat sedang suntuk dan terus diam setelah membaca surat.
"Huuufff..!" Xu Wuzao membuang nafasnya dengan pasrah.
"Aku mendapat surat ancaman dari Kaisar Ming! Karena aku lupa untuk memenuhi undangan dari Kaisar, beberapa waktu lalu!" jawab Xu Wuzao dengan lirih.
"Kita hancurkan saja Kekaisaran Ming, jadi tidak perlu memikirkan ancaman dalam surat itu!" ucap Baba Yaga langsung memberikan saran.
Li Yian dan Xu Wuzao terbengong sesaat, karena demi tidak memikirkan surat ancaman, memilih langsung dengan tindakan menghancurkan Kekaisaran Ming.
"Nak Baba Yaga, itu lebih berat dari pada memikirkan surat ancaman ini! Karena akan banyak korban di kedua belah pihak, belum lagi Kekaisaran Ming yang telah tersusun ribuan tahun lamanya akan rusak dan masyarakat yang akan menjadi korbannya!" ucap Xu Wuzao mencoba menjelaskan salah paham Baba Yaga.
"Apa separah itu akibatnya, toh jika mereka hancur tinggal pihak kita yang mengelola kedepannya! Mudah kan?" ucap Baba Yaga masih dalam pendirian tadi.
"Ha-ha-ha, kau pikir ini alam asala kau berasal!" ucap Li Yian kelepasan.
Deegg..!
"Apa nak Baba Yaga bukan berasal dari alam Daulu?" ucap Xu Wuzao cukup terkejut.
Akhirnya Li Yian yang sadar telah salah bicara, hanya bisa tertegun diam! Karena dia merasa bahwa tindakan dirinya lebih bodoh dari Baba Yaga yang mengusulkan langsung menghancurkan Kekaisaran Ming.
"Kam...!" ucap Baba Yaga terhenti.
"Pak tua, abaikan saja masalah tadi! Sebaiknya bagaimana kita menghadapi surat ancaman itu!" ucap Li Yian berusaha mengelak.
Dia tidak ingin Xu Wuzao tahu mereka berdua bukan berasal dari alam Daulu, melihat reaksi Li Yian Xu Wuzao langsung paham! Karena dia bukan orang bodoh, sehingga dia tidak ingin mengungkit tentang asal Baba Yaga maupun Li Yian.
'Ternyata dugaan ku benar, nak Li Yian bukan berasal dari alam ini! Bahkan temannya Baba Yaga juga bukan berasal dari alam ini!' ucap Xu Wuzao di benaknya.
"Huufff, baiklah aku mengerti!" ucap Xu Wuzao.
"Sepertinya aku akan menuju ke Kekaisaran Ming, agar salah paham ini bisa di hilangkan!" ucap Xu Wuzao masih berpikir naif.
Dia orang yang tidak ingin banyaknya kekacauan sebenarnya, namun keadaan selalu memaksa untuk dia berbuat kekacauan, sehingga mau tidak mau harus melakukan itu! Karena jika tidak, hidupnya dan hidup orang-orang yang percaya terhadapnya akan susah.
"Baiklah pak tua, bawa beberapa dari mereka! Untuk jaga-jaga." ucap Li Yian sambil menunjuk ke arah pasukan bayangan.
Xu Wuzao memandang ke arah pasukan bayangan milik Li Yian, dengan berat dan pasrah akhirnya dia hanya mengiyakan.
"Baiklah pak tua, aku akan membuat pengaturan!" ucap Li Yian, lalu dia langsung melangkah menemui pasukan bayangan.
*
*
*
__ADS_1
Setelah Li Yian sampai di hadapan orang-orang yang sedang melakukan meditasi, dia langsung berucap.
"Semuanya, cukup dulu latihan kali ini!" ucap Li Yian lirih saja.
Meskipun itu lirih, mereka mendengar dengan jelas karena jiwa mereka terhubung dengan Li Yian secara langsung.
"Baik tuan Li Yian..!" jawab mereka hampir serempak.
Li Yian diam sejenak, dia merasakan beberapa dari mereka yang memiliki kekuatan yang paling kuat! Setelah itu dia memilih lima orang dari mereka untuk maju.
Dengan cepat lima orang ada di hadapan Li Yian yang tadi di suruh untuk maju, setelah itu Li Yian langsung berucap.
"Aku akan membantuk lima kelompok, kalian yang di depan akan menjadi pemimpin mereka!" ucap Li Yian.
Mereka diam saja terus mendengarkan pengaturan dari Li Yian, hanya sebentar Li Yian menjelaskan lalu dia membagi menjadi 5 kelompok yang berjumlah 18 orang.
Kelompok itu di berikan nama dengan kode elemen yang ada di alam Daulu ini.
Yaitu Air, tanah, api, angin dan petir.
"Kalian, kelompok air Ikut dengan kepala Sekte Xu untuk menuju ke kota Kekaisaran Ming!" ucap Li Yian setelahnya.
"Baik tuan..!" ucap kelompok air dengan segera.
Taap..! Li Yian melemparkan sesuatu.
"Gunakan sumberdaya dan koin emas yang ada di dalam cincin penyimpanan itu! Berlatih lah di mana saja, aku akan selalu memantau pergerakan kalian!" ucap Li Yian.
"Kelompok tanah, kalian pergilah ke sekte anggrek putih di wilayah timur Kekaisaran Ming, berjaga di sana agar aku lebih tahu keberadaan kedepannya! Jika ada sesuatu yang penting hubungi aku lewat dimensi jiwa." lanjut Li Yian setelah itu dia langsung memberi cincin penyimpanan kepada pemimpin kelompok tanah.
Lalu lanjut ke ketiga kelompok lainnya, Li Yian sama-sama memberikan cincin penyimpanan kepada ke pemimpin masing-masing yang tersisa.
Sedangkan untuk kelompok api, Li Yian menugaskan untuk mencari informasi yang penting di Kekaisaran Ming maupun Kekaisaran Tang.
Setelah semua pengaturan itu selesai, Li Yian membuang nafas berat.
"Huufff..! Baiklah sekarang kalian bubar!" Li Yian langsung membubarkan mereka.
"Baik tuan Li Yian..!" ucap mereka serempak.
Wooooosss..!
Wooooosss..!
Wooooosss..!
Empat dari kelompok bayangan milik Li Yian pergi, hanya tersisa dari mereka adalah kelompok air, karena akan mengikuti Xu Wuzao ke kota Kekaisaran Ming.
Li Yian melangkah kembali ke arah Xu Wuzao yang memang terpisah cukup jauh, di ikuti oleh mereka dari kelompok air.
\=
\=
__ADS_1
..