
\=Chapter 108. LEMBAH BERDARAH\=
\=
\=
Li Yian dan Baba Yaga yang sudah jauh dari lokasi hutan larangan hanya bisa memandangi hutan itu, memang dari jarak pandang ini saja mereka berdua tidak bisa melihat pohon raksasa di tengah-tengah hutan. Karena hutan itu terselimuti kabut tipis.
Mereka masih belum mengerti tentang hutan larangan yang dirinya kunjungi saat ini, dari penyerangan akar pohon yang tiba-tiba! Bahkan di luar hutan sekalipun akar pohon itu tetap menyerang mereka.
"Saudara Li Yian, apa kau menyadari kenapa aku sangat tertekan oleh keberadaan pohon itu dan begitu sangat ketakutan?" ucap Baba Yaga yang tidak mengerti mengapa.
"Entahlah, masalah itu aku tidak mengerti!" ucap Li Yian.
Dia tidak ingin membocorkan siapa dirinya sekarang, karena menurut Li Yian belum saatnya.
"Mungkin pohon itu tidak suka dengan darah siluman!" ucap Li Yian asal saja.
"Tidak suka darah siluman, pantas saja saat sudah di luar hutan darah ku menetes di tanah, lalu langsung di serang oleh akar menjalar itu!" ucap Baba Yaga cukup mempercayai ucapan Li Yian yang asal bicara.
Saat mendengar ucapan Baba Yaga, Li Yian langsung menengok ke arah Baba Yaga!.
Paras Li Yian langsung membeku karena baru menyadari sesuatu.
"Pantas saja, saat keluarga Bao mulai berdarah mereka langsung di serang dengan begitu ganas!" ucap Li Yian.
"Bagaimana mungkin, mereka kan manusia? Jika aku mungkin wajar karena aku adalah siluman!" ucap Baba Yaga menyangkal ucapan Li Yian.
"Bisa teman, mereka menyerap inti esensi siluman yang sudah berumur 10.000 tahun lamanya! Proses itu langsung menyatu darah mereka dengan aura siluman itu! Sehingga darah mereka sedikit memiliki aura siluman, jadi wajar jika akar itu langsung menyerang!"
"Lalu bagaimana dengan hewan buas setengah siluman yang ada di hutan larangan? Kenapa mereka tidak di serang?" Baba Yaga masih cukup bingung.
"Maka dari itu teman, hutan ini seperti penjara bagi mereka, mereka tidak bisa keluar karena setiap keluar dari hutan itu, maka akar menjalar akan menyerang mereka!"
Li Yian mencoba menjelaskan logika dirinya saat ini, tapi logika Li Yian sangat tepat! Karena hewan buas itu sangat takut untuk keluar maupun masuk mendekati pohon raksasa.
Inilah kenapa Baba Yaga sangat merasakan sesuatu yang aneh saat masuk ke dalam hutan larangan.
"Untuk sekarang cukup itu dulu teman! Mari kita memburu keluarga Bao di Kekaisaran Tang!" ucap Li Yian.
"Pergi ke Kekaisaran Tang?" Baba Yaga tidak begitu percaya.
"Ya kita harus pergi ke Kekaisaran Tang, untuk memburu keluarga Bao! Karena hanya mereka yang tersisa musuh kita!" jawab Li Yian.
__ADS_1
"Terserah kau saja lah, aku hanya perlu ikut!" ucap Baba Yaga lirih.
Akhirnya mereka berdua membalikkan badannya, mereka akan menuju kota terdekat untuk mempersiapkan kebutuhan melakukan perjalanan jauh.
*
*
*
Di kota provinsi Cao.
Berita pembantaian yang ada di lembah, kini semakin ramai di perbincangkan, kini orang-orang kota menyebut lembah itu dengan sebutan lembah berdarah.
Itu agar mereka mengingat kejadian yang sangat mengerikan, tragedi berdarah.
Bahkan nama dari lembah berdarah kini sudah menyebar luas, bahkan sampai di kota Kekaisaran Ming.
Di ruangan kerja pengurus rumah pelelangan.
Shu Yang He sedang mengobrol dengan Shu Yao, karena Shu Yao yang baru saja tiba di kota provinsi Cao! Dia baru saja pulang dari menjenguk anak dirinya yang berada di sekte macan putih.
"Paman Yao, aku ingin memberitahukan kepada paman, bahwa Li Yian adalah pendekar yang baru menginjak usia 13 tahun!" ucap Shu Yang He dengan sangat antusias.
Buurrrr..!!
"Apa kau bilang?" ucap Shu Yao.
Dia sangat tidak percaya ucapan dari keponakan dirinya itu, akan tetapi dengan raut muka yang sangat serius dan keponakan dirinya itu memang tidak pernah berbohong pada dirinya membuat dia cukup percaya.
"Bagaimana kau bisa tahu?" lanjut Shu Yao bertanya.
"Ya satu hari yang lalu, dia mendatangi rumah pelelangan ini! Dia ingin membeli beberapa informasi rahasia, tapi aku memberikan sedikit informasi dengan geratis!"
"Bagus nak, aku suka gaya bisnis mu yang seperti ini!" puji Shu Yao.
Dia memang sangat ahli dalam berbisnis, sehingga Shu Yao mempercayakan dengan sang penuh pada Shu Yang He.
"Paman bisa saja!" Shu Yang He cukup malu-malu.
"Lanjutkan cerita mu Yang He!"
"Baik paman..!" ucap Shu Yang He dengan semangat.
__ADS_1
Dia menceritakan kejadian semua yang dia alami saat bertemu dengan Li Yian maupun Baba Yaga, di sini juga Shu Yang He cukup banyak memuji Li Yian di depan pamannya.
Di tambah Shu Yang He mengusulkan Li Yian di jodohkan dengan Shu siie, karena menurutnya Li Yian adalah pemuda yang sangat jenius.
Mereka juga sangat setuju atas ucapan dari Shu Yang He bahwa Li Yian adalah jenius tinggi, saat kabar kemenangan Li Yian di kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming.
"Tapi, apa pemuda besar seperti Li Yian mau di jodohkan dengan Shu siie?' ucap Shu Yao dengan cukup lesu.
"Paman jangan lesu seperti itu, kita harus berusaha keras, agar Li Yian tetap mau dan dekat dengan nona Shu siie bagaimana kalau Shu siie di pindahkan ke sekte anggrek putih! Sekte yang sama dengan Li Yian saat ini!" ucap Shu Yang He.
"Sangat bagus pemikiran mu saat ini Yang He!" Shu Yao langsung menepuk pundak Shu Yang He dengan perlahan.
"Harus mempersiapkan dengan matang jika seperti ini!" keluh Shu Yao.
"Paman tenang saja, urusan perpindahan sekte Shu siie biar aku yang urus! Paman cukup istirahat saja di rumah pelelangan!" jawab Shu Yang He dengan senyum lebar.
"Ha-ha-ha, itu baru keponakan yang baik! Biar aku yang pegang pekerjaan di rumah lelang ini!" Shu Yao, sangat senang dengan usul keponakan dirinya saat ini.
Karena dia cukup lelah berpergian jauh, ke sekte macan putih lagi, sehingga menyerahkan sepenuhnya pada Shu Yang He.
"Baiklah, jika seperti itu! Aku pamit undur diri terlebih dahulu paman Yao!" ucap Shu Yang He langsung membungkuk.
Setelah selesai, dia langsung pergi untuk mempersiapkan dirinya perjalanan jauh.
Shu Yang He langsung tahu bahwa Li Yian adalah murid dari sekte anggrek putih, itu karena informasi dari anggotanya sangat cepat.
Bahkan semau informasi tentang Li Yian sudah di dapatkan oleh Shu Yang He, sehingga dia tinggal me jalanan rencana saja.
*
*
*
"Saudara Li Yian, kita berhenti sejenak lah untuk makan! Perut ku sudah begitu keroncong seperti ini!" keluh Baba Yaga.
Kini mereka baru sampai di kota kecil, kota ini yang paling dekat dengan hutan larangan yang jalurnya menuju ke arah barat, arah di mana Kekaisaran Tang berada.
"Baiklah, tapi ingat jangan terlalu lama" Li Yian memperingati.
Setelah keduanya melihat kedai makan sederhana, mereka berdua langsung menghampiri kedai makan sederhana itu.
\=
__ADS_1
\=
...