
\=Chapter 049. XU WUZAO SALAH PAHAM DENGAN LI YIAN\=
\=
\=
Dua perampok itu melihat Li Yian masih saja diam tidak merespon ucapan dirinya sehingga mengira bahwa Li Yian sudah sangat takut sampai-sampai untuk berbicara saja tidak mampu.
"Siapa kalian?" Li Yian langsung berkata dengan suara datar dan tenang.
Tapi ekspetasi mere langsung sirna setelah mendengar Li Yian berucap.
"Oh, oh, oh!"
"Kau rupanya bisa berbicara bocah!" jawab salah satu perampok itu dengan santainya.
Dia bisa berkata bocah karena muka Li Yian memang terlihat seperti anak-anak yang bodoh menurut mereka, sehingga keberanian kedua perampok itu semakin meningkat pesat.
"Aku heran di kota Kekaisaran Ming seperti ini! Siang hari ada saja yang berani merampok!" Li Yian mencibir mereka berdua.
"Aku hanya merampok anak-anak, sehingga hanya gertakan saja mereka takut!" jawab perampok lainnya dengan seringai bangga di wajahnya.
"Sayangnya kalian salah orang, bila untuk menakut-nakuti!" Li Yian ingin tertawa melihat mereka dan terlalu muak untuk meladeni.
Wooss..
Baaam.
Baaammm..
Li Yian langsung bergerak dengan cepat, karena jarak mereka hanya beberapa langkah saja sehingga kedua rampok itu tidak bisa beraksi menghindar dengan cepat.
Braaak..
Uhekk..
Keduanya menghantam dinding di salah satu belakang pertokoan dengan sangat kencang, bahkan dinding itu retak besar.
Keduanya hanya memiliki gerakan silat kosong saja tanpa memiliki tenaga dalam yang cukup sehingga menghindari serangan Li Yian yang begitu berat dan cepat, mereka berdua tidak bisa merespon.
"Kalian mengganggu jalan ku saja!" ucap Li Yian lalu melangkah dengan tenang kembali ke tempat keramaian dan menuju ke penginapan yang sudah di sewa oleh Xu Wuzao.
__ADS_1
Mereka berdua sangat kaget mau berteriak marah saja sudah tidak mampu karena darah sangat banyak keluar dari mulut mereka.
Dua dari tulang rusuk mereka patah karena hantaman Li Yian yang sangat kuat dan cepat.
"Si, si, siapa dia?" hanya ucapan itu yang keluar dari salah satu dari mereka lalu jatuh tak sadarkan diri.
Sedangkan satunya sudah pingsan dari awal sejak dirinya di pukul dan jatuh dari tembok belakang pertokoan sudah pingsan.
Mereka akhirnya di kalahkan oleh mangsa mereka sendiri, bahkan bisa di pastikan mereka berdua tidak bisa menjadi perampok lagi karena tulang rusuk masing-masing patah hingga menusuk ke paru-paru mereka.
Li Yian berjalan dengan tenang tanpa memperdulikan keramaian kota sama sekali, dirinya fokus berjalan menuju ke tempat penginapan.
"Ada-ada saja perampok kecil, apa begitu berat hidup di kota seperti ini? Sampai-sampai tidak memiliki keahlian berani merampok!" gumam Li Yian berjalan dan menggelengkan kepalanya tidak begitu mengerti.
Secara tidak sengaja Li Yian menengok ke arah kanan dan Li Yian seperti pernah melihat wajah itu! Dia memperhatikan dengan teliti dan menengok ke keranjang roti yang masih utuh Li Yian langsung teringat.
"Si gadis kusut penjual roti daging!" Li Yian berucap tidak sadar.
Karena sudah mengenalnya Li Yian langsung bergegas mendatangi gadis kecil itu, lalu jongkok di depannya.
"Hey, kenapa wajahmu suram seperti itu? Bagaimana kabar ibumu apa sudah di obati?" tanya Li Yian pada gadis kecil itu.
Gadis penjual roti tidak bisa berbicara dia hanya menggeleng dan langsung meneteskan air matanya yang sudah mengganggu dari tadi.
"Ibu-ibu ku sudah pergi, aku hanya sendirian di kota ini!"
Setelah berkata demikian dengan susah payah dia langsung menangis dengan keras, karena tempat itu ramai Li Yian langsung clingak-clinguk ke sama kemari karena orang-orang sudah banyak yang melihat ke arahnya.
"Hey, hey, diam lah! Di sini sangat ramai, cepat-cepat ikut aku!" ucap Li Yian lalu langsung bangun dan menggandeng tangan gadis kecil itu.
"Kakak mau kemana kita?" ucap gadis kecil itu setelah sadar dirinya di seret oleh Li Yian dengan cepat.
"Kau tidak punya kerabat, tidak punya tempat tinggal! Lebih baik ikut aku akan ku kenalkan dengan orang yang baik!" jawab Li Yian dengan cepat tanpa menoleh pada gadis itu.
Gadis kecil itu cukup kaget, apa dirinya akan di jual pada om-om! Atau di jual di tempat hiburan malam.
"Kakak kita mau kemana, apa kau mau menjual ku?" gadis kecil itu langsung berbicara apa yang dirinya pikirkan.
Li Yian langsung berhenti melangkah, lalu melihat gadis kecil yang di gandeng yang sedang berjalan di belakangnya.
"Apa yang kau katakan, aku hanya mau menyelamatkan kau saja! Jika kau tetap hidup di kota seperti ini tidak akan ada jalan keluar yang baik!" ucap Li Yian.
__ADS_1
Dirinya kesal karena di anggap akan menculik dan menjual dirinya untuk keuntungan pribadi! Padahal hanya untuk menolong, karena dia baru saja mengalami perampokan pada dirinya.
Li Yian tidak ingin gadis kecil ini nantinya akan terkena dampak dari kekerasan kota.
Li Yian dan gadis kecil itu sampai di penginapan tempat dirinya dan Xu Wuzao menginap sebelumnya.
Gadis kecil itu tidak ingin masuk karena beru pertama kali melihat penginapan yang besar dan mewah sehingga dia takut nanti dirinya di usir seperti biasanya saat dirinya berjualan roti di setiap penginapan.
Tapi karena desakan dari Li Yian akhirnya masuk dengan patuh, mereka berdua akhirnya sampai di kamar penginapan yang di tempati Li Yian dan Xu Wuzao beberapa hari yang lalu.
Xu Wuzao melihat Li Yian membawa gadis kecil langsung bertanya.
"Nak siapa dia, kau baru saja berumur 13 tahun apa kau ingin di nikahkan dengannya melalui ku?" ucap Xu Wuzao asal ceplos saja.
Dia sedang beristirahat dengan tenang karena baru saja selesai berkemas untuk kembali ke sekte anggrek putih besok pagi.
Gadis kecil itu cukup kaget mendengar ucapan Xu Wuzao itu, tapi yang bikin dia kaget adalah mendengar umur dari Li Yian yang baru menginjak 13 tahun berarti dia dan dirinya hanya berjarak 3 tahun saja.
Gadis kecil itu cukup kaget karena tubuh Li Yian seperti orang yang sudah menginjak dewasa, dengan postur yang tinggi dan tegap meskipun tidak terlihat begitu berotot.
"Pak tua, apa yang kau bicarakan! Dia ingin aku kenalkan dengan anda karena dia adalah anak yang tidak memiliki orang tua sama sekali!" jawab Li Yian langsung menyangkal ucapan Xu Wuzao.
"Baiklah, aku percaya! Dia siapa namanya?" Xu Wuzao langsung bertanya pada Li Yian.
"Eh, benar juga!" ucap Li Yian sedikit bingung.
Dia langsung menengok pada gadis kecil itu dan langsung bertanya.
"Siapa nama mu sebenarnya?" Li Yian bertanya pada gadis kecil itu.
"Ha-ha-ha-ha-ha, nak Li Yian kau sangat lucu! Mau mengenalkan orang pada ku tapi kau sendiri tidak mengenalnya itu sungguh lucu." Xu Wuzao berbicara sambil tertawa terbahak-bahak dan memegang perutnya.
Li Yian menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu memandang Xu Wuzao dan gadis kecil itu secara bergantian.
Setelah Li Yian berpikir ulang lagi, dirinya memang merasa bahwa benar-benar bodoh! Senyum canggung di paras Li Yian langsung tercetak.
\=
\=
Bantu LIKE'👍 Kaka.
__ADS_1
Terimakasih.
...