
\=Chapter 214. MELANGGAR PERINTAH\=
\=
\=
Li Yian langsung mengajak Xu Wuzao untuk lebih jauh sedikit dari para tetua, agar pembicaraan dirinya dan Xu Wuzao tidak terdengar oleh para tetua.
Li Yian tidak peduli meskipun nantinya para tetua akan menanamkan kecurigaan terhadap dirinya, yang penting pembicaraan dirinya dengan Xu Wuzao tidak mereka ketahui sama sekali.
Karena menurutnya para tetua tidak perlu mengetahui adanya bahaya yang mengancam alam Daulu.
"Pak tua, Aku izin pergi sekarang karena aku merasakan adanya gerbang alam yang terbuka, mungkin ini akan sedikit berbahaya!" ucap Li Yian kepada Xu Wuzao, setelah mereka jauh dengan para tetua.
Mendengar ucapan Li Yian, Xu Wuzao terlihat begitu cemas karena dirinya juga merasakan adanya Energi Qi yang melonjak di alam Daulu.
"Nak Li Yian, apakah ini ada hubungannya dengan bertambahnya kepadatan Energi Qi, di alam ini?" ucap Xu Wuzao.
"Ternyata anda merasakan juga, pak tua! Ya ini ada hubungannya dengan melonjaknya Energi Qi di alam ini, untuk lebih jelasnya akan kujelaskan nanti setelah kepulanganku!" ucap Li Yian.
"Baiklah nak, ingat kau harus pulang dengan selamat!" Xu Wuzao langsung memberikan wanti-wanti, karena dia juga merasakan hal berbahaya.
"Baiklah, aku pamit!" ucap Li Yian.
Setelah selesai berbicara denganku Xu Wuzao! Li Yian langsung menghampiri para tetua kembali bersama dengan Xu Wuzao. Setelah itu dia juga berpamitan dengan para tetua dengan dalih akan menjalankan misi yang diberikan langsung oleh Xu Wuzao.
Dengan dukungan Xu Wuzao yang ada di sampingnya Li Yian dapat dengan mudah mengelabuhi para tetua itu.
Akhirnya Li Yian melangkah keluar dari sekte anggrek putih, setelah berjalan cukup jauh dari pintu gerbang Li Yian langsung terbang dengan kecepatan penuh menuju ke pohon Eden.
*
Setelah kepergian Li Yian dari sekte anggrek putih, tetua balai pelatihan Wang Yao bertanya terhadap Xu Wuzao karena ingin mengetahui.
"Kepala sekolah Xu, misi apa yang anda berikan terhadap Li Yian? Bukankah dia baru saja sampai di sekte anggrek putih beberapa waktu lalu, lebih baik berikan dia istirahat yang cukup! Lalu misi itu berikan kepada murid lain saja." ucap Wang Yao sedikit prihatin dengan keadaan Li Yian.
Sebenarnya Xu Wuzao juga ingin Li Yian lebih lama di sekte anggrek putih, karena dirinya juga ingin berlatih lebih dalam tentang kultivasi terhadap Li Yian.
"Tidak bisa tetua Wang! Misi yang di jalankan Li Yian kali ini, tidak bisa di jalankan orang lain selain Li Yian saja!" jawab Xu Wuzao, dengan tenang.
"Baiklah, tidak perlu memikirkan itu semua! Sebaiknya kita kembali melakukan kegiatan masing-masing!" lanjut Xu Wuzao.
"Baiklah, kepala sekte Xu!" ucap beberapa tetua dengan bersamaan.
Akhirnya, Xu Wuzao dan beberapa tetua kembali ke tempat masing-masing untuk melakukan pekerjaan yang setiap hari semakin padat.
*
*
__ADS_1
*
Li Yian, terbang dengan sangat cepat yang dia bisa! Karena Li Yian mencoba beberapa kali untuk teleportasi namun tidak bisa, dikarenakan tidak dapat merasakan energi siluman milik Baba Yaga, energi Baba Yaga tidak bisa di temukan di alam ini.
Sedangkan untuk melakukan teleportasi harus menggunakan energi yang memantul dari dua tempat.
"Teman, kau ada di mana sebenarnya? Kenapa aku tidak bisa merasakan energi milik kau?" keluh Li Yian.
Wooooosss..!
Li Yian terus terbang menuju ke hutan larangan! Karena di sana letak dari Energi Qi yang sangat besar berasal.
Li Yian, mencari aura milik Baba Yaga karena dia ingat Baba Yaga berada di pohon Eden! Karena dirinya bertujuan ke sana ingin lebih singkat, namun malah Li Yian tidak merasakan aura milik Baba Yaga.
Setelah cukup lama Li Yian terbang dengan kecepatan tinggi, dia sudah bisa melihat hutan larangan yang sangat besar.
Dilihat dari atas pepohonan raksasa di hutan larangan mulai terlihat jelas bentuknya, dan akhirnya kabut yang menghalangi pandangan mulai hilang dan kini pohon Eden yang sangat besar dan tinggi terlihat oleh Li Yian.
Karena Li Yian penasaran dengan keadaan Baba Yaga, dia tidak langsung terbang ke atas pohon Eden. Dirinya lebih memilih terbang ke arah bawah pohon Eden.
Wooooosss..!
Taaap..!
Setelah sampai di pohon Eden bagian paling bawahan, di sana Li Yian melihat cekungan yang sangat besar.
"Cekungan apa itu, padahal sebelumnya aku tidak melihatnya?" Tanya Li Yian terhadap diri sendiri.
Li Yian mondar-mandir di cabang pohon itu, Karena cukup penasaran dengan cekungan besar yang ada di tanah lapang, Li Yian turun ingin melihat dan memeriksanya.
Wooooosss..!
Taaap.
Li Yian melompat dengan cepat dan mendarat dengan kedua kakinya terlebih dahulu yang menyentuh tanah cekungan itu.
Baru saja dua kakinya menyentuh tanah yang cekung, seketika tanah itu langsung menyerap kakinya.
Baaammm..!
Li Yian langsung dengan cepat melompat dan terbang beberapa meter dari tanah! Namun energi hitam mengejar Energi Qi milik Li Yian dan mencoba untuk menariknya kembali.
"Sial, sebenarnya apa ini? Aku tidak tahu apa yang terjadi!" ucap Li Yian.
Lalu dia kembali menuju ke cabang pohon Eden, dia kembali berpijak di sana dan memandang ke arah bawah.
"Apa jangan-jangan Baba Yaga terserap oleh akar menjalar? Tapi hisapan ini berbeda pada saat pertama kali aku sampai di hutan larangan ini!" gumam Li Yian setelah merasakan hisapan aura itu.
"Entah lah, kenapa banyak sekali misteri yang aku tidak begitu mengerti! Ternyata alam luar itu sangat luas dan penuh misteri." keluh Li Yian.
__ADS_1
Karena tidak menemukan jawaban di mana Baba Yaga berada, Li Yian akhirnya lebih memilih memeriksa gerbang yang dirinya rasakan telah terbuka.
Dia dengan cepat, terbang ke atas mengikuti ketinggian pohon Eden.
*
*
*
Di alam langit.
Lun Yuan sudah tidak sabar, karena sudah cukup lama dia berada di depan gerbang alam bawah! Namun pergerakan gerbang itu terbuka masih sangat sedikit.
"Sial, sampai kapan aku menunggu gerbang ini terbuka secara sempurna, padahal sudah cukup lama aku menunggu, namun masih sangat sempit celah yang terbuka?" keluh Lun Yuan.
Padahal di atas gerbong alam bawah, dewa Yon Sheol sudah sangat kelelahan karena membuka gerbang bukan pada waktunya sangat merepotkan dan sangat berat.
Dia sudah mengerahkan semua kekuatan miliknya, bahkan kunci yang di gunakan dirinya untuk membuka gerbang itu hampir terlepas.
Melihat tidak ada pergerakan gerbang alam bawah kembali untuk terbuka lebih lebar, Lun Yuan sudah tidak sabar dia langsung melompat kedalam celah gerbang itu.
Wooooosss..!
Lun Yuan langsung melompat dengan cepat, karena dia sudah tidak sabar lagi menunggu terbukanya gerbang itu.
Boooommmm..!
Setelah, tubuh dari Lun Yuan melewati celah gerbang yang terbuka tekanan aura pada gerbangnya semakin kuat, lalu antara gerbang bagian kanan dan kiri saling menghantam satu sama lain, bahkan menimbulkan gelombang besar seketika tertutup rapat kembali.
"Uhukk..!"
Dewa Yon Sheol langsung memuntahkan darah segar, dia langsung terpental mundur dari altar batu yang di duduki saat ini.
Lalu jatuh ke bawah dengan sangat keras! Yon Sheol langsung tersenyum getir.
"Dia tetap melanggar perintah! Sebenarnya apa yang akan dia lakukan di alam bawah!" gumam dewa Yon Sheol.
Kecurigaan dirinya langsung muncul, namun yang dia takutkan adalah bagaimana ancaman dari Kaisar Langit terhadap dirinya.
Karena tidak bisa berbuat banyak, dewa penjaga gerbang alam bawah hanya bisa tersenyum pasrah, dia bangun dan mengusap darah yang masih tersisa di sudut mulutnya.
Lalu dia segera pergi untuk kembali ke kediaman miliknya yang tidak begitu jauh dari gerbang alam bawah itu, untuk memulihkan dirinya kembali.
Dia tidak memperdulikan, apa yang terjadi kedepannya dengan dewa Lun Yuan di luar sana. Karena sudah melanggar perintah dirinya.
\=
\=
__ADS_1
...