
\=Chapter 089. JURUS TEBASAN DEWA PEMOTONG GUNUNG\=
\=
\=
Setelah di panggil ke atas arena pertarungan, mereka bertiga mengambil token undian siapa yang akan bertarung terlebih dahulu.
Sayangnya sesuatu yang apes terjadi kepada Cu Qing Fei, dia bertarung dengan Lue Xuan lebih dulu.
Padahal dia sudah bertarung dengan dua lawan lainnya berturut-turut, sehingga jika bertarung dengan Lue Xuan sekarang, maka Cu Qing Fei bertarung tiga kali berturut-turut.
Ini adalah beben berat, bahkan termasuk torehan sejarah baru di kompetisi generasi muda Kekaisaran Ming! Karena belum pernah terjadi sebelumnya.
Setelah Cu Qing Fei, melakukan protes karena ingin beristirahat sejenak! Kaisar Ming mengijinkan, akhirnya pertarungan yang biasanya tidak ada di adakan.
Yaitu, untuk urutan ke empat dan ke lima! Mereka yang tadi kalah langsung bertarung untuk mengisi kekosongan waktu, saat Cu Qing Fei beristirahat.
"Cih, meskipun dia beristirahat sampai satu bulan penuh juga, aku tetap akan menang dengan mudah!" ucap Lue Xuan.
Karena dia sudah tahu bahwa Cu Qing Fei berada di bawah dirinya sejak dulu, sehingga Lue Xuan wajar menyombongkan diri.
Pertarungan di tengah arena terus berjalan, sedangkan Lue Xuan terus memperhatikan Li Yian dari waktu ke waktu.
"Akan ku hancurkan harapan mu Li Yian, lalu akan ku buat cacat! Agar orang-orang Kekaisaran Ming tahu, bahwa anak murid sekte kecil tidak pantas bersaing dengan ku!" Lue Xuan membatin sambil menatap Li Yian.
Yang tadinya hanya ingin menunjukan bahwa dirinya jenius langka, yang muncul 1.000 tahun sekali, kini menjadi ambisi Lue Xuan yang ingin menghancurkan Li Yian! Dari semangat maupun mentalnya kelak.
Memikirkan dia akan menyiksa Li Yian di arena pertarungan membuat dia cukup senang hingga tidak sadar Lue Xuan langsung menyeringai tajam.
*
*
*
Beberapa waktu berlalu cepat, pertarungan yang berjalan mengisi kekosongan waktu sekarang sudah selesai! Pertarungan itu di menangkan oleh peserta didik dari sekte Wuhan, sedangkan lawannya jenius kedua dari sekte pedang api harus menerima di posisi ke lima dari urutan keseluruhan.
Kini pertarungan, Lue Xuan dengan Cu Qing Fei akhirnya hendak di mulai! Pembawa acara sudah memanggil nama mereka untuk masuk ke atas arena pertarungan.
Karena sudah waktunya, akhirnya Cu Qing Fei masuk dan berdiri berhadap-hadapan dengan Lue Xuan.
"Cu Qing Fei, meskipun kau beristirahat sampai tahun depan, kau akan tetap kalah dari ku!" ucap Lue Xuan dengan nada sinis.
__ADS_1
Mendengar ucapan yang meremehkan itu membuat Cu Qing Fei naik pitam, dia langsung marah karena selalu saja di remehkan.
"Lue Xuan, kau akan mengalami kekalahan! Di saat itu kau akan tahu betapa menyedihkannya kalah dari orang yang kau remehkan!" ucap Cu Qing Fei.
Dia berkata demikian ingin mencoba memotivasi dirinya, agar bisa menang dari Lue Xuan.
"Omong kosong apa itu!" ejek Lue Xuan.
Para penonton, sudah cukup tegang mendengar ocehan mereka berdua yang akan mulai bertarung.
Mereka menantikan petarung yang sengit, karena mereka berdua, adalah jenius muda dari sekte besar.
"Baiklah, pertarungan di mulai!" ucap wasit pertarungan.
Wasit itu langsung mengambil jarak cukup jauh, dia mengawasi dengan cermat takut ada kejadian yang akan merugikan peserta lain.
Lue Xuan langsung menghunuskan pedangnya, dia bertekad untuk bertarung sesingkat mungkin! Agar menghemat waktu dan tenaga dalam miliknya.
Wosss..!
Lue Xuan langsung bergerak dengan sangat cepat, dia langsung menerjang dari depan! Tanpa memikirkan strategi lagi.
"Tebasan dewa pemotong gunung!" ucap Lue Xuan lantang.
"Lihat, tuan muda Lue Xuan menggunakan jurus tebasan dewa pemotong gunung! Itu adalah jurus kelas tinggi!" ucap salah satu penonton yang tahu kehebatan jurus itu.
Semua penonton menahan nafas, melihat gerakan mengerikan itu! Di belakang Lue Xuan terbentuk bayangan samar seperti dewa kematian yang siap memotong apapun.
Cu Qing Fei, langsung terkesiap dengan serangan yang sangat tiba-tiba itu! Di tambah atmosfir di sekitar dirinya langsung berubah mengerikan.
"Sial tekan apa ini? Setahu ku, Lue Xuan tidak memiliki jurus yang mengerikan seperti ini!" ucap Cu Qing Fei di benaknya.
Namun dia langsung mengalirkan tenaga dalam miliknya ke dalam tombak pendek miliknya untuk membendung serangan itu.
Tring..!!
Pedang dan tombak saling beradu, tombak di tangan kanan Cu Qing Fei langsung terpental jauh dan menancap di arena pertarungan cukup dalam.
Dengan sigap, Lue Xuan langsung memutar badan dan menendang tulang rusuk bagian kanan Cu Qing Fei.
Kraakk..!
"Aaakkkh..!"
__ADS_1
Jerit keluhan Cu Qing Fei sangat keras, karena dua tualang rusuknya patah, terkena tendangan yang sangat kuat dari Lue Xuan.
Cu Qing Fei terpental jauh hingga di pinggir arena pertarungan, dengan nafas yang tersengal-sengal! Dia hendak berucap sesuatu, namun tidak ada kata-kata yang keluar.
Akhirnya Cu Qing Fei, mengangkat tangan kanannya yang bergetar tinggi-tinggi! Untuk menyerah.
Lue Xuan masih melangkah kasar ke arah Cu Qing Fei, akan tetapi langsung di hentikan oleh wasit pertarungan.
"Cukup! Lawan sudah menyerah dan mengaku kalah!" ucap wasit pertarungan.
Karena di perintahkan untuk berhenti, Lue Xuan langsung berhenti bergerak dia langsung menyarungkan pedangnya kembali.
Sorak penonton langsung pecah di semau area penonton, terlebih lagi para gadis-gadis muda maupun gadis dewasa mereka cukup gembira karena idolanya memenangkan pertarungan itu.
Lue Xuan langsung membalikkan badannya ke arah di mana Li Yian duduk, setelah melih Li Yian menatap dirinya, Lue Xuan mengangkat jempolnya ke arah Li Yian lalu langsung membalikkan jempol itu ke arah bawah seketika.
Li Yian yang melihat itu hanya tersenyum kecut! "Hanya mempunyai kekuatan tingkat pendekar menengah tahap awal saja, sudah sangat arogan!" keluh Li Yian di benaknya.
Namun jika dia ingin mengahadapi Lue Xuan dengan serius, akan sangat memalukan baginya!.
Akhirnya dia lebih memilih diam saja, karena mengikuti kompetisi ini juga karena permintaan dari Xu Wuzao, jika bukan Xu Wuzao yang memintanya Li Yian pasti langsung menolak ini semua.
Karena Lue Xuan terus memprovokasinya, Li Yian menengok ke arah Xu Wuzao yang duduk tenang di kursi tempat pendamping peserta duduk.
Li Yian lalu tersenyum dan mengambil nafas dalam lalu menghembuskan nafasnya secara kasar.
"Haaahh,, Fyuuhh.!"
Li Yian menunggu pertarungan giliran dirinya di mulai dengan tenang!.
Karena di arena pertarungan Cu Qing Fei masih di periksa oleh tabib Kekaisaran Ming yang sudah di sediakan, setelah di periksa sebentar akhirnya Cu Qing Fei di bawah ke ruang pengobatan.
"Maaf tuan, peserta Cu Qing Fei tidak bisa bertarung lagi, dua tulang rusuknya patah!" ungkapan tabib yang memeriksanya.
Wasit itu hanya mengangguk mengerti.
Setelah itu, pembawa acara langsung mengumumkan pertarungan puncak segera di mulai! Li Yian melawan Lue Xuan.
Mendengar namanya dipanggil, Li Yian langsung menuju ke atas arena pertarungan! Sedangkan Lue Xuan masih di sana menunggu dengan wajah garangnya.
\=
\=
__ADS_1
..